Wah Mas Ari, berita ini menarik. Kok aku nggak nemu beritanya di 
koran ya?

Perlu ditelusuri apakah Mbak Aris Solichah ikut terlibat di belakang 
layar dalam demo HTI tersebut...:))

Jangan-jangan nanti Indonesian Idol, AFI dll juga ikut didemo...


--- In [email protected], "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Di IPB, chrisye mau tampil buat konser amal buat tsunami, malah 
konser
> amalnya ini di demo oleh aktivis dan pejuang Islam, hizbut tahrir 
indonesia.
> 
> katanya, kalau memang ikhlas mau amal, ngapain harus lewat nyanyi 
nyanyi
> lagu cinta cengeng segala macam ???
> 
> 
> 
> On 4/14/06, ki_inyar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > lho
> > saya kok jadi bingung...saya kerja bersih, dapat uang cuma dari 
gaji
> > lha kalau saya beli majalah playboy dari gaji saya sendiri..yang
> > isinya juga menurut saya juga humanis..baca tentang "agama,ktp dan
> > negara", "belia terluka", "tukang perahu bernama eddie."
> > dan saya juga  masih tetap membantu orang lain.
> > apa saya salah...?
> >
> > apa lebih baik saya korupsi, tidak menyumbang orang lain terus 
protes
> > protes dengan kekerasan dan merusak barang orang lain atas nama 
agama
> > dan kemudian merasa sok suci, akan lebih berguna...?
> >
> > Enggak usah deh menghakimi orang yang beli playboy , tidak 
menyumbang
> > atau berbuat sesuatu buat sesamanya....
> >
> > terus terang saja kalau "playboy" tidak kontroversial, saya juga
> > enggak akan beli, karena mahal.
> > saya beli cuma karena penasaran dan sapa tahu kalau enggak terbit
> > lagi saya punya primier editionnya yang bisa dijadikan koleksi...
> > eh ternyata isi tulisannya lumayan...enggak seperti yang diprotes
> > orang - orang yang sok suci dan mengatasnamakan agama tapi enggak
> > bisa mikir...
> >
> >
> > --- In [email protected], "imuchtarom" <imuchtarom@> wrote:
> > >
> > >
> > >
> > > Setahu saya uang Rp 40.000
> > > kalo di-sodaqoh-kan kepada
> > > orang miskin, bisa untuk
> > > buat beli beras 7 - 10 kg.
> > >
> > > dari artikel *-resonansi-*
> > > harian umum republika.
> > >
> > > ----( IM )-----------------------
> > >
> > > < http://www.republika.co.id >
> > >
> > > Rabu, 12 April 2006
> > >
> > > --------------------
> > > Hirma Maya Maysaroh
> > > --------------------
> > >
> > > Oleh : Asro Kamal Rokan
> > >
> > >
> > > Ketika puluhan ribu orang memburu terbitan perdana majalah 
Playboy
> > > Indonesia dengan harga tergolong mahal, maka perhatikanlah ini:
> > >
> > > Hirma Maya Maysaroh, 10 tahun, sedang berjuang mempertahankan
> > > hidupnya. Dia miskin, lumpuh, kurus, matanya cekung. Dia anak
> > yatim.
> > > Ketika puluhan ribu orang membuang uang puluhan ribu rupiah 
hanya
> > > ingin menyaksikan gambar-gambar gadis Playboy --yang diharap 
dapat
> > > memuaskan nafsunya-- maka perhatikanlah ini: Muhini beranak 
tiga,
> > > berbagai penyakit menderanya. Suaminya sudah tiada.
> > >
> > > Muhini dan Hirma Maya Maysaroh --ibu dan anak. Kedua-duanya,
> > seperti
> > > diberitakan Republika (11/4), lumpuh dengan penyebab berbeda.
> > > Muhini, 48 tahun, terkena stroke dan menderita tuberkulosa (TB).
> > > Penyakit TB itu menyebar pula pada anak bungsunya, Hirma. Selain
> > TB,
> > > Hirma --hanya kulit melapisi tulang-tulang tubuhnya-- juga
> > menderita
> > > gizi buruk. Berat badannya 18 kilogram dari semestinya 25 kg.
> > > Kulitnya rusak dan terdapat luka borok di paha kirinya.
> > >
> > > Muhini kini dirawat di lantai delapan Rumah Sakit Tarakan, 
Jakarta,
> > > atas bantuan Camat Tamansari dan Lurah Pinangsia. Putrinya, 
Hirma,
> > > dirawat dua lantai di bawahnya di rumah sakit yang sama. Muhini 
dan
> > > Hirma lebih beruntung karena ada yang peduli.
> > >
> > > Bagaimana dengan Suharto dan mungkin ratusan bahkan ribuan lain
> > anak-
> > > anak yang menderita gizi buruk? Pelajar SMP kelas 1 MTs Dua'ul
> > Fukro
> > > Bojong Bitung, Kabupaten Tangerang, itu hanya pasrah ketika 
berat
> > > badannya semakin turun dan hanya tersisa 18 kg. Orang tuanya,
> > > pedagang kecil, tak punya apa-apa untuk menolong anaknya 
meregang
> > > nyawa. Suharto, 11 tahun, wafat pertengahan bulan lalu dalam
> > belitan
> > > kemiskinan.
> > >
> > > Kini, pikirkanlah sampai awal April ini saja sudah ada 741 
balita
> > > yang tercatat berstatus gizi buruk di Jakarta. Jumlah ini bagian
> > > dari 76.178 anak di seluruh Indonesia. Angka itu diberitakan
> > menurun
> > > sekitar 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun apa pun,
> > ada
> > > banyak orang tak berdaya, menderita, dan bahkan sedang meregang
> > > nyawa di sekeliling kita.
> > >
> > > Kemiskinan dan ketidakberdayaan ada di sekeliling kita --
sementara
> > > pada saat bersamaan, sebagian dari kita dengan gagah 
mengeluarkan
> > > puluhan ribu rupiah memburu Playboy hanya untuk memuaskan nafsu.
> > > Kita lebih suka bertengkar tentang RUU Antipornogafi dan 
Pornoaksi,
> > > lebih suka menyalahkan pemerintah seakan pemerintah memiliki 
lampu
> > > Aladin yang dapat melakukan apa saja seketika.
> > >
> > > Kita telah berubah menjadi bangsa yang suka bergunjing dan
> > > menyalahkan. Pemimpin-pemimpin politik --yang pernah berkuasa--
> > > agaknya merasa begitu gagah ketika mencela, seakan mereka adalah
> > > orang-orang yang berhasil dan sangat mencintai rakyat. Mereka
> > tampil
> > > dalam wajah yang berseri, padahal persoalan hari ini adalah 
bagian
> > > yang tak terpisahkan dari masa ketika mereka berkuasa. Tidakkah
> > > sangat indah jika mereka berkata: Ayo, kita bersama membangun
> > bangsa
> > > ini, sebab rakyat yang menderita itu adalah juga pendukung saya.
> > >
> > > Hirma Maya Maysaroh sedang menderita. Ribuan lain juga bernasib
> > > sama. Mereka tak memerlukan politisi yang bertengkar, saling
> > > menyalahkan, dan mencari celah agar dianggap sebagai pahlawan.
> > > Mereka tak memerlukan Playboy, media-media pengumbar tubuh 
wanita,
> > > dan cerita-cerita tentang perselingkuhan. Mereka tak membutuhkan
> > mal-
> > > mal baru untuk orang-orang memamerkan kekayaannya.
> > >
> > > Hirma Maya Maysaroh dan puluhan ribu anak-anak lainnya tak butuh
> > > semua itu. Mereka membutuhkan kepedulian, kasih sayang, dan 
cinta
> > > kita. Jangan biarkan mereka letih mengetuk-ngetuk pintu rumah 
kita,
> > > karena jemarinya sangat lemah: Bukalah pintu selebar-lebarnya 
untuk
> > > mereka, anak kita, yang kedinginan dan dalam gulita.
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > 
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >
> > 
**********************************************************************
*****
> > 
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke