mbak Aris.. politik ya politik.. gak mungkin politik berubah jadi mi instan 
rasa baso sapi.. hihihiiiii.. wis ahh.. nanti alergi aku kumat maning.. :)
eh.. mbak.. soal papua nech.. aku pernah email-emailan ama temen yg tinggal di 
papua.. tentang perilaku orang2 papua asli.. keciyan cekale loh.. kebanyakan 
dari orang2 papua ini doyan banget minum minuman keras yang bikin orang bisa 
jadi mabok.. tapi bukan mabok kepayang loh..:)) yg ini beda artinya..:)) 
jadi sedikit saja.. perasaannya tersinggung.. bisa berakibat gatal.. waduh.. 
kayaknya salah pencet.. nichh.. maksudnya fatal.. sori huruf g dan f 
berdampingan..:)) mepet-mepet lagi hurufnya.. ya itu tadi.. bisa loh 
mengakibatkan orang membunuh tanpa takut akibatnya karena telah mengambil nyawa 
orang lain.. atau perselisihan ringan bisa bikin orang satu kampung marah dan 
main keroyok.. duhhhh.. sangat memprihatinkan sekali.. omong-omong.. apakah 
omongan aku ini sudah mengarah ke politik? waaaa.. aku tak bermaksud demikian 
loh.. cuma heran.. siapa sih.. yang nakal sekali.. punya kerjaan iseng.. 
ngajarin orang2 papua punya hobby minum minuman keras..??
 
udah dulu yaaaa..

-----Original Message-----
From: aris solikhah [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, April 17, 2006 9:14 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [ppiindia] Re: Rayap yang Serang Istana, Jenis Paling Berbahaya/ 
rayap kampus juga


He he he mbak Listy,
Kalau aris berharap anak-anakku ngerti politik juga,
biar nggak mudah dibohongi dan dijajah. Yah persepsi
politik antara mbak dan aris beda, politik bukan
diartikan mencari kekuasaan.  Tapi memahami makna
mengurusi urusan umat. Jadi care gitu lhoh terhadap
perkembangan masyarakat, bukan hanya melihat fakta
yang terjadi di masyarakat, namun juga berusaha
memaknai dan mungkin berusaha ikut terlibat
mengubahnya menjadi lebih baik. 

Pinter politik dimaksudkan bukan cari kekuasaan dan
jabatan demi kepentingan  pribadi, kalau ini politikus
keblinger dan nggak ikhlas. 

Pertanian jadi soko guru tak bisa tercapai jika sistem
politiknya nggak mendukung bukan? Politik tak bisa
dipisahkan dari hidup kita. 

Aktivitas berpikir politik adalah aktivitas yang berat
memang, soalnya mikir terus, nggak semua orang suka
atau menyediakan diri menyukainya butuh proses dan
belajar. Apalagi perempuan, lebih sukanya ngegosip
yang ringan he he he...

Tapi lama-lama asyik banget ko... soalnya bikin
pinter, selain itu saking kebiasaan baca buku berat,
misalnya, klo baca buku yang lebih ringan seperti
novel cepat selesai. CIIMW

salam,
aris

--- Listy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> aku ikutan prihatin deh.. betul.. memang peran dari
> pemerintah sangat diperlukan.. jika ingin sektor
> pertanian maju dan berjaya..:) kira-kira akan lebih
> berhasil gak ya.. andai saja.. lulusan pertanian
> disamakan dengan lulusan kedokteran.. (atau mungkin
> program ini sudah dijalankan?).. dapat tugas dari
> pemerintah langsung ke daerah seluruh indonesia..
> praktek kerja selama sekian tahun.. jadi ilmu yang
> didapat di institusi2 mahal dapat tersalurkan
> langsung kepada bapak-bapak petani di desa2.. yg
> tidak punya kesempatan untuk masuk ke institusi2
> pendidikan pertanian.. mungkin terlalu mahal..:)
> atau mungkin kejauhan dari desanya..:) baru nantinya
> setelah selesai masa dinas resmi tsb.. boleh lepas..
> mo tetap jadi ahli pertanian.. silahkan.. mo alih
> profesi jadi ahli perbankan.. silahkan.. mo
> mendirikan pesantren.. silahkan.. mo jadi yang
> lain.. silahkan.. :) :) laaaaaa.. yg lain itu apa?
> oh ya.. mungkin saja politikus.. hihihihiiii..
> politikus lagi.. lagi-lagi politikus..
>  
> mbak.. aku ampe wanti-wanti ama anak2ku.. jangan lah
> kalian jadi politikus.. :) :)
>  
> aku agak2 alergi ama yg ini..:)
> 
> -----Original Message-----
> From: aris solikhah [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, April 13, 2006 12:11 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [ppiindia] Re: Rayap yang Serang
> Istana, Jenis Paling Berbahaya/ rayap kampus juga
> 
> 
> Di IPB, pidato bung Karno ' Pertanian adalah 
> persoalan Hidup dan mati kita' sering di pancangkan.
> Bila saja dunia pertanian diberi kesempatan luas di
> negeri ini. 
>    
>   Pemerintah ? Memang pemerintah telah mencantumkan
> pertanian sebagai visinya, namun hanya saja sebatas
> konteks belum praktek.  Lalu...berharap pada
> siapakah? Sekali lagi, bagaimana survive, pupuk
> mahal, impor dibiarkan (adakah keterpihakan terhadap
> perlindungan produk petani lokal), semangat
> pertanian jadi lemah. 
>    
>   Hal ini juga salah satunya dampak dari
> liberalisasi perdagangan. Terkait liberalisasi
> perdagangan, Indonesia hanyalah salah satu negri
> yang terpaksa meng-ACC kesepakatan WTO dan GATT.
> Cina pun tak berdaya atas tekanan tesebut. 
>    
>    Subsidi pertanian berapa persen? Sedangkan di
> negara lain AS, dll subsidi pertaniannya besar.
>   Kenapa subsidi disektor publik (pertanian, BBM,
> pendidikan) mau dihapuskan karena negri Indonesia
> telah menandatangani LOI IMF saat mengucuran hutang
> dulu.
>    
>    Riset mau pakai uang siapa? Menteri Pertanian
> masih punya atasan, siapakah yang memutuskan dalam
> rapat Kabinet tentang impor beras dll? Suara
> mayoritas menang (meski itu tak memihak rakyat) dan
> suara minoritas harus menerima serta terpaksa turut
> mendukungnya.  Inilah negara demokrasi, suara rakyat
> ( kabinet representasi hasil pemilihan langsung)
> yang berkuasa.  Tergantung  kepentingan  manusia.
>    
>   Sisi lain keterpihakan wartawan untuk meliput
> dunia pertanian, sains dan hasil penelitian masih
> cukup kurang. Alasannya pusing mbak mikirnya dan
> nulisnya, sehingga yang sampai di masyarakat
> sedikit.  Lebeh enak meliput  kriminal dan yang
> seperti Playboy itu.........
>    
>   Oh ya sekaliyan promosi ya: Boleh kan..? 
>    
>   IPB telah menghasilkan melon unggul, nenas
> berbagai keunggulan (ada yang jumbo, sangat manis
> dll), buah-buahan unggul lain. 
>    
>   Lidah buaya (ditanam di Kalimantan), untuk
> kelaparan IPB menemukan Hotong Buru (mirip gandum),
> Teknologi pengering, teknologi pemisahan ikan dari
> tulangnya, teknologi pembuatan berbagai produk ikan,
> susu dan peternakan, untuk Papua dikembangkan Ubi
> jalar unggul (tapi orang sana sulit diajak budidaya,
> mereka lebih suka mengambil ubi dari alam), aneka
> produk pangan berbasis ubi, singkong, jagung (untuk
> diversikasi pangan agar tak tertangung beras dan
> gandum), terkait BBM IPB menggalakkan budidaya
> tanaman Jarak di 27 propinsi (sayang sekali dananya
> dari Jepang, kita mirip romusha dulu, sebagai
> produsen saja dan pengolahan biodeselnya di sana).  
>    
>   Di Departemen  Ilmu Teknologi Pangan  diajarkan
> membuat makanan dan minuman kaleng, cereal, keripik
> nangka, susu bubuk dll.  Dengan teknologi lumayan
> cangih, teknologi ada ko.  Yang memprihatinkan, 
> karena pemerintah Indonesia kurang perhatian, yah
> kemarin Departemen itu akhirnya kerjasama dengan
> departemen pendidikan USDA ,USA.  AS kasih dana
> banyak untuk membuat berbagai program. 
>    
>   Untuk pengembangkan berbagai riset, teknologi dan
> pendidikan dipegang  Departemen Ilmu Teknologi
> Pangan. Untuk  bagian pemasaran serta usahanya
> dipegang USA.. Teknologinya pun ah...bisa dibawa ke
> sana. Bukankah produk garmen juga asalnya Indonesia,
> brand-nya pakai USA. Mirip Habibie, pinter tapi
> lebih berdaya guna di Jerman. 
>    
>   Terkait flu burung, IPB mendirikan PT IPB Shigeta
> yang memproduksi vaksin (sayang izin dari pemerintah
> belum turun juga). Banyak sekali hasil penelitian
> numpuk dan di LIPI juga. Teknologi jangan salah,
> Insya Allah bisa diupayakan dan ada.
>    
>   Berbagai tanaman obat-obatan telah diteliti disini
> : sayang cuma numpuk di tataran 
>   laboratorium (mahkota dewa, meniran, pisang raja
> bulu dll), siapa yang mau mengaplikasikan teknologi
> ini?   
>    
>   Selama 3 tahun berturut-turut mahasiswa IPB
> menjadi juara I Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)
> yang diikuti oleh seluruh perguruan Tinggi
> se-Indonesia.  Sehingga pa Menteri berkenan memberi 
> piala bergilir Adikarta Kertawidya. Mahasiswanya
> produktif sekali meneliti. Tahun ini pun mahasiswa
> IPB masih paling tertinggi jumlah proposal PKM yang
> lolos di DIKTI, doakan tahun depan, mahasiswa IPB
> bisa bertahan di juara I.
>    
>    Tak bolehkah manusia berusaha seimbang dunia dan
> akhirat? Meski itu sangat sulit.... dan rumit,
> setidaknya usaha.. Toh..bervisi akhirat menjadi
> spirit kuat dalam hidup....
>    
>   salam,
>   aris
>    
> 
> 
> 




[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke