rehat simak anak muda
[EMAIL PROTECTED]
Bagaimana Anda Beragama selama ini?
Semua lahir sebagai Agama Pribadi.
Apa yang dikenal dan diterapkan oleh kebanyakan dari kita selama
ini adalah beragama secara kolektif, secara massal. Oleh karenanya,
pengorganisasian menjadi suatu keharusan praktis, guna menjamin
kelancaran pelayanan, keteraturan, ketertiban, pembagian tugas dan
sebagainya, betapa layaknya sebuah organisasi. Sayangnya, seiring
dengan kian banyaknya umat, pengorganisasian ini kian terasa penting
untuk kemudian diutamakan. Akibatnya, `agama terorganisasi' manapun
akhirnya malah hanya mengedepankan organisasi keumatan saja, dan
secara sistematis menjauh dari inti-ajarannya sendiri.
Pada sisi lain, arah perhatian keluar yang selaras dengan pola
pertanggung-jawaban ke luaryang dianut dan diterapkan oleh nyaris
semua orangtelah melahirkan hasrat perluasan pengaruh, hegemoni,
hingga pencaplokan oleh yang besar terhadap yang lebih kecil, oleh
yang kuatsecara organisasiterhadap yang lebih lemah. Perwujudan
dari hasrat asurik inilah yang kemudian kita kenal didalam istilah
proselitasi.
Padahal, bila kita tengok lagi ke belakang, ke masa-masa awal
kelahiran dari agama-agama besar maupun kecil seperti yang kita
semua warisi sekarang ini, pengorganisasian bukanlah sesuatu yang
teramat penting, disamping karena jumlah pengikut dan penganutnya
masih sedikit, mereka masih sangat berdekatan dengan `inti ajaran'
dan `nabi'-nya.
Semuanya lahir sebagai `agama pribadi' yang lebih menekankan pada
pola pertangung-jawaban ke dalam, karena masalah agama, kepercayaan
atau keyakinan memang merupakan persoalan masing-masing pribadi.
Pola kolektif atau massal seperti sekarang ini, bukan saja
terbukti telah melahirkan beraneka kepelikan internal, persaingan,
perseteruan hingga peperangan antar umat beragama, juga telah kian
menjauh hingga menyimpang dari `inti ajaran'-nya sendiri. Bila tidak
demikian, tak mungkin terjadi peperangan antar umat
beragama. `Membela agama' masing-masing adalah dalih klise guna
mencari pembenaran atas penyelewengan yang mereka lakukan dari `inti
ajaran' yang mereka agung-agungkan dalam kemunafikan. Apa yang
sesungguhnya mereka maksudkan dengan `membela agama' hanyalah
membela organisasi, membela pilihannya, yang tak jauh bedanya dengan
keributan pada nyaris setiap Pilkada di berbagai daerah belakangan
ini. Akibatnya, bukan saja kekacauan dan tidak anarkisbesar maupun
kecil, meluas maupun terbatasyang bertubi-tubi, kian tampak nyata
kalau agama bagi mereka hanyalah wahana politis bahkan komuditas
dagangan untuk meraup keuntungan pribadi dan kelompok yang sebesar-
besarnya
dari masyarakat luas.
Pola Pertangung-jawaban ke luar cenderung Menyelewengkannya.
Berbalikan dengan beragama secara pribadiseperti masa-masa
padamana agama itu dilahirkanpola pertanggung-jawaban ke luar
menjadi ciri-utama dari beragama secara massal seperti ini, seperti
telah kita singgung sebelumnya. Apapun yang mengarah ke luar, akan
cenderung dipertanggung-jawabkan ke luar pula, dan akan kian menjauh
serta cenderung menyeleweng dari `intinya', dari maksud atau tujuan
utamanya.
Penyimpangan arah yang kecil saja dari sesuatu yang bergerak lurus
menjauh dari `intinya', di kejauhan akan menjadi sedemikian
besarnya. Awalnya, penyimpangan kecil mungkin saja masih tidak
tampak sebagai penyelewengan, namun lambat-laun, penyelewengan
menjadi pasti. Dan itulah yang nyata-nyata terjadi pada kebanyakan
agama terorganisasi, pada mereka yang cenderung beragama secara
kolektif.
Kalaupun kemungkinan penyelewengan masih bisa terjadi pada mereka
yang beragama secara pribadi, lantaran pola pertangung-jawaban ke
dalam yang dianutnya, penyelewengan itu cepat kentara, cepat
disadari oleh yang bersangkutan. Akibatnya, penyelewengan
berkelanjutan dan berlarut-larut sangat kecil kemungkinannya terjadi.
Namun jangan salah-sangka disini. Beragama secara pribadi bukan
berarti menganut sebentuk `agama pribadi' yang didirikan sendiri.
Beragama secara pribadi lebih didasari oleh kesadaran akan kebutuhan
pribadi akan bimbingan dan tuntunan hidup yang lebih terarah dan
langsung kepada tujuan, yang diupayakan secara mandiri, dan oleh
karenanya juga disertai dengan pendalaman-pendalaman pemahaman
secukupnya. Beragama secara pribadi tidak mengharuskan siapapun
meninggalkan akar budayanya atau menjauh atau menarik-diri dari adat
dan lingkungan sosialnya. Malah sebaliknya; yang beragama secara
pribadi, karena ketergantungan agamaisnya kepada pihak luar kian
mengecil, mereka kian banyak punya kesempatan untuk berkontribusi
secara positif kepada masyarakat dimanapun mereka hidup.
Beragama secara pribadi yang memang bukanlah dimotivasi oleh
ambisi untuk jadi sosok "reformer"walaupun mereka berpotensi besar
untuk itubukan saja tidak `membahayakan' lingkungan sosial dan
organisasi keumatan, dengan modal berpemahaman yang lebih mendalam
akan `inti ajaran' yang dianut, bisa menjadi `angin segar'
ataupun `darah baru' bagi organisasi umat beragama manapun. Mereka
bisa merupakan agen-agen pencegah penyelewenganyang tidak dalam
artian atau bersikap menghakimi, menggurui atau sekedar sok
menasehati.
Mensyaratkan Akses-langsung.
Pertanggung-jawaban ke dalam, kepada diri sendiri, mensyaratkan
siapapun yang beragama secara pribadi untuk mampu membuka akses-
langsung kepada-Nya, tanpa perantara. Ini merupakan kebutuhan
mendasarnya. Dan selama seseorang belum mampu untuk itu, ia belum
sepenuhnya layak untuk beragama secara pribadi.
Oleh karenanya, sebelum ia benar-benar mandiri, sebelum ia benar-
benar bisa beragama secara pribadi, ia butuh bantuan seorang Guru.
Ia perlu menghabiskan waktu secukupnya dalam bimbingan dan selalu
dalam dampingan Guru-nya. Disini, pola hubungan antara Guru-Siswa
menjadi sesuatu yang teramat unik, sakral, penting dan sangat
menentukan. Baik Guru maupun Siswa punya sasana-nya, aturan moral
dan tata-tertib atau disiplin tingkah-lakunya masing-masing, yang
mesti senantiasa diindahkan dan dipatuhi oleh yang bersangkutan.
Kalau dari sisi Guru ini akan memudahkan beliau mentransfer ilmu dan
pemahamannya, dari sisi Siswa, ini akan memudahkannya menerima
ajaran dan mempercepatnya untuk siap beragama secara pribadi, secara
mandiri.
Di kalangan umat Hindu dikenalapa yang disebut denganGurukula,
Ashram atau Pasraman, yang menyediakan lingkungan belajar-mengajar
yang kondusif dan sehat.
Di dalam `wadah' ini, para Siswa juga memperoleh pembelajaran dan
pengalaman tentang bagaimana mengadakan interaksi-sosial secara
lebih sehat dan menguntungkan dengan sesama, sekurang-kurangnya
dengan sesama Siswa. Walaupun `wadah' ini besar dan kelihatan
kolektif, namun kontak atau interaksi langsung antara Guru dengan
para Siswa-nya tetap terjaga intensitasnya. Pola hubungan Guru-Siswa
mempersiapkan pola yang tepat dan benar dengan apa nantinya para
Siswa melakukan akses dan interaksi-langsung dengan-Nya.
Semoga Cahaya Agung-Nya senantiasa menerangi setiap gerak dan
langkah kita!
Semoga kedamaian dan kebahagiaan menghuni kalbu setiap insan!
Bali, 22 Juli 2005.
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
All religions, arts and sciences are branches of the same tree.
All these aspirations are directed toward ennobling man's life,
lifting it from the sphere of mere physical existence and leading
the individual towards freedom.
~Albert Einstein.
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
--- End
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/