http://www.hariansib.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3058&Itemid=9
Presiden Desak Pekerja Tinjau Rencana Mogok Nasional Mei 2006
Ditulis oleh Redaksi
Rabu, 19 April 2006
Jakarta (SIB)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendesak para buruh dan pimpinan
serikat
buruh untuk meninjau kembali rencana mereka melakukan mogok nasional
menolak revisi UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.
"Yang saya harapkan adalah berpikir sekali lagi, apakah mogok nasional
itu akan memperbaiki keadaan atau sebaliknya malah memperburuk keadaan," kata
Presiden di Cikarang Bekasi, Senin.
Presiden mengemukakan hal itu ketika meresmikan perluasan fasilitas
pabrik farmasi PT Tempo Scan Pacific Tbk.
Kepala negara yang berbicara tanpa teks mengatakan jika pemogokan
nasional itu tetap dilaksanakan maka rakyatlah yang paling merasa dirugikan.
"Rakyat kita sendiri, saudara-saudara kita sendiri yang akan menderita,"
kata Yudhoyono yang didampingi ibu Ani Yudhoyono, Menkes, Siti Fadilah Supari.
Mogok Masal nasional menurut rencana akan dilakukan oleh buruh sekitar
bulan Mei 2006.
Yudhoyono mengemukakan kembali tekad pemerintah untuk merevisi secara
total UU nomor 13 tahun 2003 dengan melibatkan lima perguruan tinggi terkemuka
di tanah air.
Kelima perguruan tinggi itu adalah Universitas Padjajaran, Universitas
Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sumatera Utara serta
Universitas Hasanuddin.
Perguruan-perguruan tinggi itu, diharapkan akan menghasilkan
kajian-kajian secepatnya tentang perbaikan undang-undang nomor 13 setelah
melakukan pengamatan langsung dilapangan serta melalui kajian ilmiah.
PRESIDEN MINTA PENGUSAHA MEMILIH BERINVESTASI DI DALAM NEGERI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyayangkan para pengusaha yang
memilih menanamkan modalnya di luar negeri dari pada di dalam negeri, mengingat
Indonesia sedang membutuhkan modal untuk membangun perekonomiannya.
"Saya berharap, saudara-saudara yang memiliki modal di luar negeri untuk
kembali pulang dan berusahalah di sini," kata presiden.
Presiden juga meminta dunia usaha agar bersama-sama membangun kembali
perekonomian Indonesia dan melihat ke depan tanpa perlu melihat kembali
masalah-masalah di belakang.
"Berhentilah saling menyalahkan marilah kita membuka lembaran baru dan
bersama-sama kita memberikan kontribusi bagi bangsa ini," katanya.
Ia mengatakan, jika investasi masuk maka perekonomian nasional akan
tumbuh sehingga kesejahteraan rakyat akan meningkat pula.
Presiden juga berpesan, agar pengusaha dalam negeri menjadi pelopor untuk
menanamkan investasinya di dalam negeri sehingga akan diikuti oleh para
investor luar negeri.
"Pengusaha dalam negeri harus berani lebih dulu untuk mengembangkan
bisnisnya di dalam negeri," demikian Presiden Yudhoyono.
Amien Nilai Positif Akademisi Ikut Revisi UU Naker
Masukan dari pihak akademis dalam revisi UU 13/2003 tentang
Ketenagakerjaan dianggap positif oleh mantan Ketua MPR Amien Rais. Menurutnya,
dengan melibatkan mereka, dapat membuat revisi tersebut lebih teoritis dan
konseptual.
"Tapi yang lebih penting itu pendapat para buruh itu sendiri, karena
mereka yang paling tahu betul kepentingannya," kata Amien usai diskusi
"Cengkraman Singapura Menguasai Aset-aset Negara" di Hotel Nikko, Jl MH
Thamrin, Jakarta, Selasa (18/4).
Menurut Amien, meskipun positif, masukan akademis itu hanyalah text book
thinking saja. "Sepinter-pinternya orang kampus, tentu hanya imajinasi, hanya
konsep-konsep dalam buku," ujarnya.
Amien juga mengatakan, untuk menyelesaikan revisi ini yang terpenting
adalah tripartit yang terdiri dari pemerintah, pengusaha dan buruh.
"Kepentingan buruh harus betul-betul diperhatikan," jelasnya.
Apakah pihak universitas nantinya tidak hanya jadi tameng pemerintah agar
iklim investasi di Indonesia kondusif bagi investor? "Saya pikir, orang kampus
jangan sebodoh itu. Jangan mau dijadikan tameng atau topeng pemerintah belaka,"
tandas Amien. (Ant/detikcom/e)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/