wartawan asing memang masih dilarang masuk papua.
tapi koresponden media asing (kawan-kawan saya
yang kulitnya coklat, kuning atau hitam) di jakarta
bebas masuk papua setiap saat.
sebagai wartawan indonesia, saya tak pernah mendengar
ada genosida (pembunuhan massal) di papua.
kami pernah memberitakan, bahkan merekonstruksi,
pembunuhan tokoh papua theys eluai. tapi tak pernah
mendengar ada genosida.
jurnalisme yang kredibel mensyaratkan proses verifikasi
fakta yang cermat dan akurat. almarhum wartawan kawakan
mahbub junaidi pernah mengatakan, "fakta mesti dijunjung
seperti mertua."
salam,
At 03:26 AM 4/20/06 +0000, you wrote:
>Quoted :
>
>"Dalam salah satu tulisannya di The Age, 13/4/2006, wartawan Australia
>John Martinkus menulis pada 2003 saat dirinya berkunjung ke Papua,
>"The intimidation and attacks on human rights workers by the
>Indonesian military and the outrage of the West Papuan leaders."
>Peristiwa itu berkaitan dengan akan diberlakukannya otsus Papua 2001.
>
>Kerusuhan demi kerusuhan sebagai akibat terpecahnya suara rakyat Papua
>mengenai otsus itu mengakibatkan dilarangnya wartawan asing
>mengunjungi Papua. Larangan tersebut juga diberlakukan untuk
>akademisi, LSM, wakil-wakil gereja, pemantau HAM, dan perwakilan Uni
>Eropa setingkat Dubes. Sampai saat ini pun, menurut Martinkus,
>larangan tersebut masih berlaku. "
>
>---------------
>
>Saya pikir kita mesti lebih fair.
>
>Sebenarnya bukan dilarang. Tapi lebih tepat screening pemberian visa.
>Para jurnalis dan angggota LSM Indonesia kalau mau masuk ke Australia
>apa juga ngak di screening sebelumnya? Toh orang seperti Haidar Baqir,
>republika, samapai sekarang juga dilarang masuk Australia. Tapi apa
>ini berarti pelarangan total?
>
>Bukan. Bukan pelarangan total.
>
>Karena kalau pelarangan total, jelas orang seperti John Martinkus
>tidak bisa masuk. Tapi buktinya dia bisa masuk dan melapor panjang
>lebar, bahkan sampai terakhir, orang seperti Peter Wood juga bisa
>masuk dan melapor kerusuhan kemarin.
>
>Anehnya, yang bersangkutan melapor ada 'genosida', tanpa ada
>bukti-bukti kongkrit sama sekali. Semua hanya berdasarkan 'katanya'
>dan 'konon'. Sementara yang benar-benar "kongkrit", lima nyawa polisi
>dan tentara Indonesia melayang. Sama sekali tidak ada bekas dan laporan.
>
>Salam,
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

