Menuju Piala Dunia dengan kegembiraan dan niat belajar, tapi pelatih Henry Michels mengeluhkan masalah disiplin.
Sial bagi Solomon Kalou. Pemain Feyenord asal Pantai Gading itu tidak bisa memperkuat Belanda, karena tak lulus tes kewarganegaraan. Tapi ia tak bisa pula memperkuat tanah asalnya, Pantai Gading, karena sudah terlalu terlambat. Maka ia tak bisa terlibat dalam sejarah negeri asalnya, lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Kendati Pantai Gading masih terus dilanda kemelut politik, tapi demam Piala Dunia seperti berjangkit di seantero negeri berpenduduk 17 juta orang seperti terjangkiti demam sepak bola. Karena Pantai Gading menorehkan sejarah, lolos ke Piala Dunia. Seperti digambarkan Guy Demel yang saat ini bermain di klub papan atas Bundesliga Jerman, Hamburg SV.
"Kegembiraan melanda Abidijan dan seluruh negeri, setelah lolos babak kualifikasi. Semua orang puas atas hasil yang dicapai timnas. Untuk saat ini sangat penting, bahwa kami dapat menampilkan sepak bola yang baik dan membawa sesuatu untuk negara kami. Semua orang mengetahui, bahwa di sana banyak hal tidak berjalan dengan baik."
Kondisi politik dan ekonomi di Pantai Gading memang sangat mengkhawatirkan. Tingkat harapan hidup yang hanya 42 tahun dan ditambah tingkat pengangguran yang sebesar 40 persen, seakan melengkapi kenyataan, bahwa sebagian rakyat Pantai Gading masih buta huruf. Sepak bola adalah salah satu kesempatan bagi warga Pantai gading untuk lari dari kemiskinan. Kenyataannya, banyak bakat besar mereka bermain di Eropa. Bahkan menjadi bintang di klub-klub raksasa. Seperti Didier Drogba di Chelsea, Kolo Toure di Arsenal, dan Guy Demel di Hamburg SV.
Tetapi bagaimana peluang Pantai Gading di Piala Dunia nanti? Guy Demel: "Kami harus menyempurnakan taktik dan strategi. Karena hal itu yang tidak dimiliki timnas. Kami membuat terlalu banyak kesalahan. Namun kami akan hadir di Jerman untuk belajar. Kami lolos untuk pertama kali ke putaran final juga untuk belajar dan melihat, seberapa besar perbedaan kekuatan antara timnas lain dan tim kami."
Tim nasional Pantai Gading cukup unik. Sebagian pemainnya lahir dan dibesarkan di luar negeri. Seperti Didier Drogba dan Guy Demel yang lahir dan besar di Perancis. Sehingga akan menarik, bagaimana bakat alam yang lahir dan besar di Pantai Gading dipadukan dengan pemain yang diasah oleh sistem yang modern dan terancang.
Tetapi bagaimana bentuk permainan Pantai Gading dengan kombinasi itu? Bagi Guy Demmel, yang penting ditemukan ramuan untuk memenangkan pertandingan. Perkara keindahan bermain, nomor dua.
Katanya: "Jika sebuah tim memenangi pertandingan, maka orang akan melupakan seperti apa permainannya. Yang terpenting adalah memenangkan setiap pertandingan. Dan kualitas akan muncul bersama rasa percaya diri para pemain."
Tetapi, sebelum itu, ada satu masalah yang dikeluhpkan pelatih Henry Michel.
"Kami kurang memiliki sikap disiplin. Dan kami harus secepat mungkin mengatasi masalah itu, agar mampu bersaing di pentas internasional."
Henry Michel diharap bisa membangun kedisiplinan itu. Terutama karena pengalamannya yang pernah sukses menghantarkan Tunisia dan Kamerun ke putaran final Piala Dunia.
Tetapi kali ini tugas pelatih Henry Michels sama sekali tidak ringan, kecuali kalau mereka cukup puas sebagai penggembira. Karena Pantai Gading sial sekali, masuk dalam grup neraka bersama Argentina, Belanda, dan Serbia-Montenegro.
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

