dari milis sebelah........
>
>----- Original Message -----
>From: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>KPI KPI
>To: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED] ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED]
>; <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Setyaningsih ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>KPI Jambi ; <mailto:[EMAIL PROTECTED]>KPI
>Jatim ; <mailto:[EMAIL PROTECTED]>KPI Kendari ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>KPI NTB ; <mailto:[EMAIL PROTECTED]>ida
>jateng ; <mailto:[EMAIL PROTECTED]>KPI Sumbar ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>KPI Semarang ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>KPI Sulsel ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED] ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>Jala PRT ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>endang jambi
>Cc: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Firliana Purwanti ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>Fitriyana Samarinda ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED] ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED] ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>cut hasniati ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>nuning jatim ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED] ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>Julie Access ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED] ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED] ; <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Jess
>Agustin ; <mailto:[EMAIL PROTECTED]>putri jogya ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>Damairia ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>Bernadetha Mahuse ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED] ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED] ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED] ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>yunani bengkulu ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED] ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED] ;
><mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED]
>Sent: Thursday, April 20, 2006 12:31 AM
>Subject: kronologi penyerangan aksi damai tolak perda 8 tangerang
>
>
>Kronologi Penyerangan
>
>terhadap Aksi Damai Penolakan Perda Kota Tangerang no 8 Tahun 2005
>
>
>
>Berikut kronologis aksi demonstrasi di Tangerang :
>
>
>
>6. Selama hampir 30 menit, massa pendukung perda tersebut bersama
>trantib dan pegawai pemkot kemudian berusaha membubarkan massa aksi JRTP8
>dengan mengintimidasi dengan membentak-bentak, mendorong, memukuli,
>melempari dengan batu, merampas atribut peserta aksi (topeng dan spanduk),
>mengejar-ngejar serta mengeroyok
> koordinator lapangan dan pembagi selebaran (Dedy Rahmanta dan Akbar).
> Massa yang sebagian besar terdiri perempuan, Ibu-ibu serta anak-anakpun
> kocar-kacir berlarian untuk menyelamatkan diri. Ada beberapa anak yang
> ikut ibunya untuk aksi terinjak-injak akibat massa yang tercerai berai
>
>7. Beberapa demonstran perempuan mengalami pelecehan seksual, yakni
>dipegangi bagian tubuh tertentu, dipaksa dan
> ditarik-tarik untuk membuka jilbabnya, sembari meneriakkan kata-kata
> pelacur secara berulang-ulang, dan dibayar berapa?, sehingga mereka
> mengalami shock akibat intimidasi dan kekerasan seksual tersebut.
>
>8. Dari aksi pembubaran tersebut, Didik dari UPC dan Akbar dari
>Kampung Sinta Nala mengalami lebam dan luka di wajah karena dipukuli massa
>tersebut. Keduanya kemudian diamankan ke dalam mobil provost.
> Sementara massa aksi JRTP8 tidak berhasil dihimpun kembali.
>
>9. Mereka yang melakukan kekerasan, sebelumnya melakukan orasi yang
>berisi ancaman terhadap para demonstran. Mereka meneriakkan kata seperti
>Allahu akbar, Astaghfirullah, Masyaallah, dan mengancam mereka yang
>menentang Peraturan Daerah kota Tangerang no.8/2005. Setelah massa aksi
>JRTP8 bubar, massa
> pendukung Perda tersebut mengarah ke kota Tangerang untuk melakukan
> sweeping ke tempat-tempat prostitusi. Dan sekitar jam 12, diperoleh
> informasi bahwa mereka telah melakukan pengrusakan di salah satu tempat
> hiburan di Kota Tangerang.
>
>10. Jam 12.00 16.00 WIB, Didik dan Akbar dibawa ke Polres Kota
>Tangerang untuk diperiksa oleh aparat kepolisian. Usai pemeriksaan,
>keduanya melaporkan peristiwa pemukulan yang
> dialaminya ke pihak kepolisian untuk dilakukan pengusutan. Setelah itu
> dilakukan visum dokter atas kekerasan yang mereka alami
>
>11. Sampai kronologis ini diberitakan masih ada kontak person kampung
>yang kehilangan kawan-kawan aksi mereka, terutama dari 2 kampung
>solidaritas di Jakarta Utara (Pademangan dan Semper)
>
>
>
> berikut adalah press
>releasenya
>
>
>
>Press
>Release
>
>
>
>Tindakan
>Premanisme
>
>
>Atas
>Nama Agama dan Moralitas
>
>
>Terjadi
>di Tangerang
>
>
>
>
>Tindakan anarkis kembali dilakukan oleh beberapa kelompok
>terhadap demonstran yang melakukan aksi penolakan dan pencabutan terhadap
>Perda
>Tangerang No. 8 tahun 2005.
>Kekerasan dengan pemukulan, pelecehan seksual dan pelemparan batu terjadi
>pada hari ini Rabu, 19 April 2006 jam 11.30 Wib di depan Gedung Pemerintah
>Kota
>Tangerang yang dilakukan oleh
>beberapa kelompok massa yang berjumlah sekitar 200 orang dengan didukung
>oleh aparat Trantib Kota Tangerang.
>Aparat kepolisian yang ada di lokasi tidak bertindak apapun terhadap
>kekerasan tersebut.
>
>
>
>Demonstrasi
>yang dilakukan oleh Jaringan Rakyat Miskin Kota Tangerang, Koalisi Perempuan
>Indonesia (KPI), dan Urban Poor Consortium (UPC), menuntut pencabutan
>Perda Tangerang
>Nomor 8 tahun 2005, yang telah menjadi alat penindasan terhadap perempuan dan
>rakyat miskin, dengan dalih kesusilaan. Aksi demonstrasi yang diikuti sekitar
>250 orang dimulai pada jam 10.00
>wib yang diawali dengan orasi dan kemudian pawai ke Gedung DPRD
>Tangerang. Tapi pada jam 11.30 di depan gedung
>Pemerintah Kota Tangerang, dan sekitar 200 meter dari gedung DPRD, mereka
>dihadang oleh sekelompok massa berpakaian hitam-hitam dan aparat Trantib
>Tangerang. Massa
>bersama trantib tersebut kemudian memukuli, melempari dengan batu, melakukan
>pelecehan seksual dengan membuka jilbab para demonstran, dan menangkapi para
>demonstran. Didik
>dari UPC mengalami lebam di wajah karena dipukuli massa tersebut. Mereka yang
>melakukan kekerasan sebelumnya melakukan orasi yang berisi ancaman
>terhadap para
>demonstran. Mereka meneriakkan kata jihad dan mengancam mereka yang menentang
>Perda nomer 8 tahun 2005 tersebut.
>
>
>
>Dengan kejadian tersebut,
>kami dari Jaringan Rakyat Miskin Kota, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI),
>dan Urban Poor Consortium (UPC) menyatakan
>sikap :
>
>
>
>
>
>
>
> * Mengutuk tindakan premanisme yang dilakukan sekelompok massa dan
>
> * didukung aparat Trantib Tangerang dalam menghadapi para
>
> * demonstran.
>
> *
>
> * Menuntut kepada aparat kepolisian Tangerang untuk membebaskan para
>
> * demonstran dan segera menangkap dan melakukan tindakan hukum
> terhadap para
>
> * pelaku anarkisme.
>
> *
>
> * Menuntut segera dicabut Perda nomer 8 tahun 2005 kota Tangerang, karena
>
> * telah menjadikan perempuan dan rakyat miskin sebagai
>
> * kriminal.
>
>
>
>
>
>
>
>Jakarta, 19 April 2006
>
>
>
>Salam,
>
>
>
>Jaringan Rakyat Miskin Kota, KPI, UPC
>
>
>
>
>
>salam,
>
>Kokom
>
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

