Mas Radityo,
aris memahami tak semua setuju RUU APP. MAkanya
tulisan itu berusaha dibuat seimbang. Mas apakah
melihat diskusi MMI-Playboy di SCTV yang dipandu Mbak
Rosihan SIlalahi malam Minggu kemarin... ada juga mas
Ade Armando, Dewan Pers, Jeffri Buchori, Fauzan
Anshari, Pendeta Nathan dll... aris berharap orang
bisa melihat betapa UU APP penting.

Diskusi yang sangat cantik dan indah. ehm... dan tentu
mas juga mengikuti diskusi di milis jurnalisme kan.
Mohon, jika masih ada secuil rasa moralitas dalam hati
nurani anda mas, maka saya yakin ponografi dan
pornoaksi itu harus diberantas . Ini jika masih
tersisa rasa moralitas dan tanggungjawab dalam hati
mas RD terhadap nasib generasi bangsa PP karena tak
ada UU yang mengaturnya. KUHP, UU pers masih terlalu
general bukan?

Pawai kemarin, membuktikan sesugguhnya siapa saja yang
menolak RUU APP(maaf peserta adalah kebanyakan para
pelaku PP sendiri). Inul, Artika, Nadine (putri
Indonesia yang akan ke Miss Universe), kalangan waria,
bahkan ada yang tidak memakai penutup dada sama sekali
dll.

salam,
aris

--- Radityo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Mbak Aris,
>
> Tetanggaku bernama Hajjah Muslimah tadi pagi sudah
> berangkat ke Monas
> lho ikutan pawai BHINEKA TUNGGAL IKA. Jadi tak semua
> muslimah
> mendukung RUU Porno...
>
> salam,
>
> RD
>
> --- In [email protected], aris solikhah
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Muslimah Tolak Pornografi Pornoaksi
> >   
> >               Terkait isu  Rancangan Undang-Undang
> Pornografi dan
> Pornoaksi (RUU APP), kalau lama-lama dicermati nih,
> antara kubu
> pendukung dan penolak mirip banget kayak  perang  
> Barathayuda.
> Antara pandhawa dan kurawa saling serang, saling
> bales dan saling
> lempar opini mencari dukungan masa. 
> >               Selintas, dua pihak tuh punya alasan
> jitu. Pendukung
> RUU APP berujar, undang-undang ini penting untuk
> menyelamatkan
> generasi bangsa, menjaga mertabat perempuan, dan
> meminimalisasi
> kriminalitas seksual. Penolak RUU APP tak mau kalah.
> Legalitas UU ini
> katanya akan memberangus kebebasan ekpresi terutama
> berpakaian,
> bersikap dan seni. UU ini juga bakal mengancam
> disintegrasi bangsa,
> menebar teror, ancaman, dan tidak memiliki semangat
> melindungi
> masyarakat yang plural serta makin
> mendiskriminasikan perempuan.
> Tanggal 21 April, bertepatan hari Kartini  nih,
> rencananya pihak
> kontra RUU APP bakal menampilkan iklan penolakan RUU
> APP yang berisi
> tertimoni para tokoh yang menolak.            Wah
> apa iya, Kartini
> akan membiarkan saja pornografi dan pornoaksi
> menjamur. Apakah tanpa
> UU APP, pornografi dan pornoaksi bisa ditekan?
> >               Waduh.. jadi bingung nih, girls
> kira-kira berada
> dimana? Gimana kita musti bersikap?Agar nggak salah
> jalan, girls
> perlu mikir jernih dulu. Coba telaah yang berikut
> ini yah..
> >   
> >   Cowok dan Cewek Punya GN
> >                Allah men-create manusia baik cowok
> and cewek.
> Keduanya punya potensi sama. Salah satu potensinya
> adalah naluri
> saling tertarik dan ingin dicintai alias Gharizah
> Nau' atau disingkat
> GN. Seperti magnet kutub  utara dan selatan,
> bawaannya mendekat,
> melekat satu sama lain.  He he he kira-kira begitu
> lhah. Bentuk fisik
> anak cowok dan cewek dibuat  Allah , pas banget
> dengan fungsi dan
> tugasnya. Keberadaan keduanya saling mengisi,
> memberi, menerima dan
> bersahabat. Seperti kunci dan gembok, klop deh.
> Karena fungsi dan
> tugasnya agak beda itulah, kenapa  Allah musti
> membuat SOP alias
> Standar Operasional Prosedur yang sedikit berlainan.
> Ini bukan
> diskriminasi lho girls. Jika salah satu ngiri ama
> SOP lawan jenisnya
> bakal runyam dunia.
> >               Jujur saja ya girls, cewek punya
> daya pesona luar
> biasa dibanding cowok. Kadang pesona itu bikin lawan
> jenis, kebat-
> kebit, dag dig, der,  ngadepin  cewek. Sebaliknya
> juga.  Ampe
> segitunya ya. Tapi benar kan. Ngaku aja deh. Tubuh
> indah dari ujung
> kaki hingga ujung rambut, suara mendayu, siapa yang
> punya? Cewek kan.
> Gara-gara bobroknya akhlak perempuan, Peradaban
> Romawi runtuh. Gara-
> gara kaum hawanya kurang bisa ngontrol pesona diri,
> bangsa Yahudi 
> hancur.  Gara-gara kehilangan Josephine,
> kegemilangan Napoleon  pun
> pudar. Charming perempuan emang hebat. Pantas kalau
> kaum para ibu
> sering dapet award 'Perempuan adalah tiang negara'.
> Eits ... jangan
> berbangga hati dulu. Makin besar pancaran aura
> pesonamu maka besar
> pula tanggungjawabmu.
> >   
> >    Pemicu GN Bangkit
> >               Potensi munculnya GN antara cewek
> dan cowok normal
> itu sebenarnya sama. Asal ada fakta terindera dan
> persepsi. Fakta-
> fakta pornografi dan pornoaksi yang bisa memunculkan
> GN misalnya,
> cowok atau cewek berbaju 'seadanya' ditempat umum,
> foto dan gambar
> porno, blue film,  kaset, CD, VCD adegan panas,
> tarian, joget erotis,
> lagu dan suara mengandung unsur porno serta
> sensualitas.
> >   GN juga bisa bangkit pada  cewek atau cowok yang
> dia nggak
> melihat dan mendengar semua fakta itu tapi
> pikirannya membayangin hal-
> hal begituan. Yah udah  deh bangkitlah GN-nya. Nah,
> ketika naluri itu
> bangkit, pasti butuh pemenuhan atau pelampiasan atau
> penyaluran. Bagi
> yang sudah berumahtangga sih, mungkin ngak masalah
> karena ada
> penyalurannya. Bagi yang belum nih, orang itu
> bakalan gelisah dan
> kepikiran melulu. Energi positifnya pun tersiakan
> akibat piktor 
> (pikiran kotor). Ia jadi kurang produktif dan,
> pikirannya bawaannya
> geres. Disinilah iman berperan sangat penting
> sebagai rem 
> pengendali yang ampuh.
> >               Orang yang imannya kuat akan
> mengalihkan atau
> menyibukkan diri pada hal-hal positif seperti
> belajar giat, bekerja
> keras atau puasa.  Kalau nggak, wah berabe tuh.
> Mendorong orang
> berbuat  kriminalitas  seperti pemerkosaan,
> pelecehan seksual, sodomi
> dan sebagainya. Tercatat pemberitaan kasus
> pemerkosaan di berbagai
> media kian meningkat dari tahun ke tahun. Rata-rata
> pelaku pemerkosa
> melakukannya karena terangsang fakta atau persepsi
> 'geres' tadi. So,
> yang paling rugi siapa? Cewek  kan!
> >               Dibanding cowok, cewek  lebih bisa
> mengendalikan
> diri. Cowok, kalau melihat jemari atau ujung jempol
> cewek kadang  
> pikirannya sudah melayang. Mengacaukan radar
> stabiltas otaknya.
> Jadilah file persepsi  piktor sosok cewek tersimpan
> rapi di
> benaknya.. Oleh karenanya, Allah memerintahkan cewek
> (cowok juga)
> untuk menundukkan pandangan bila saling ketemu.
> >   
> >               Disamping juga cewek kudu memakai
> busana muslimah,
> jilbab dan kerudung. Kewajiban memakai busana
> muslimah ini bukan
> bentuk pengekangan kebebasan ekpresi dalam
> berpakaian. Yah... girls
> sadar dirilah betapa besar pesonamu merontokkan iman
> kaum adam. 
> Jangan pula girls egois atas nama kebebasan ekpresi
> dan hak asasi
> manusia, menghilangkan rasa empati pada sahabat
> lawan jenismu. Allah
> telah mengetahui hal itu jauh-jauh hari, demi
> kestabilan hidup
> bersama, SOP ini kudu dipatuhi.
> >               Bila girls sudah melaksanakan SOP
> ini, tapi
> kriminalitas seksual  tetap terjadi. Si cowok akan
> mendapat hukuman
> setimpal. Laki-laki yang sudah menikah dan melakukan
> pemerkosaan maka
> hukumannya rajam hingga mati. Sedang laki-laki yang
> belum menikah
> dijilid atau cambuk 80 kali. Ini membuktikan syariat
> Islam sangat
> memuliakan kehormatan perempuan. Yah... sayangnya
> syariat Islam belum
> terterapkan.  Tugas kita bersama agar syariat Islam
> tertegakkan
> kembali.
> >               So, dengan berbagai pertimbangan
> diatas dan kebaikan
> bersama, girls sepakat kan.  Kita musti tolak
> pornografi dan
> pornoaksi.  Jangan biarkan Kartini menangis, karena
> perjuangannya
>
=== message truncated ===


pustaka tani
  nuraulia


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke