saya kurang dong (mudheng)
ada lilin ?
salam
---
TERLAMPIR ARTIKEL MENARIK DARI PARA REKAN DI P.
DEWATA:
WAJIB DIBACA: MARI KITA TUNTUT AMIEN RAIS, SI PENIPU
REFORMASI!
Kami, para manusia bijak di Bali yang tergabung pada
LSM Merah Putih, telah membaca artikel yang sangat
tajam, kritis, analistis, dan sangat mencerdaskan
sekaligus mengejutkan di:
http://PolitikCerdas21.blogspot.com/
Setelah membaca dengan teliti dan seksama artikel
tsb., kami merasa sedih dan prihatin, serta tidak tahu
harus bertindak bagaimana. Artikel itu telah
menyadarkan kami, ternyata berkali-kali kami hanya
menjadi sekedar permainan orang Jakarta (dan Orang
asing). Regim Suharto telah berkali-kali menipu
bangsanya sendiri, misalnya: Gestapu 1965, Supersemar
yang hilang, dan Serangan Umum 1 Maret di Yogya, dst.
Kali ini, bersama murid terkasihnya (Amien Rais, plus
Habibie), kembali menipu bangsanya lagi melalui
"reformasi palsu" demi menyelamatkan diri dan
regimnya. Kami prihatin dengan kemampuan manajemen dan
kecerdasan etnik Jawa yang merupakan mayoritas di
Indonesia, sebab Indonesia dibawah manusia Jawa terus
menerus menjadi manusia jajahan belaka, sebut saja
penjajahan: Belanda, Portugis, Jepang, regim Orde Baru
(sebagai boneka USA), dan saat ini: Arab/TimurTengah
yang berkonspirasi dengan parpol/ormas/lsm berbasis
Islam (melalui penjajahan kebudayaan dan politisasi
agama), serta regim bablasan Orde Baru yang
berkonspirasi dengan perusahaan internasional (plus
pemerintah asing). Prestasi Indonesia yang
terusmenerus dibawah penjajahan asing kiranya akan
merupakan record yang luar biasa (terlama dalam
sejarah, barangkali) sehingga pantas masuk Guiness
Book (mirip dengan prestasi KKN nya yang selalu
menjadi tiga besar dunia). Seolah-olah tak ada gunanya
P. Jawa (atau bangsa kita) memiliki: ITB, UI, UGM,
IPB, dst., sebagai sumber kecerdasan bangsa mengingat
para alumni PTN tersebut menguasai pemerintahan (dari
menteri, eselon 1, s/d pegawai biasa). Sampai dengan
saat ini, kami masih merasa dijajah asing yang
berkonspirasi dengan para pejabat pusat di Jakarta
(militer/polri, birokrat, poitisi, dan bussinesmen),
kasus Freeport dan Exon serta hutang baru dari bank
dunia/IMF adalah bukti nyata. Dengan menyuap 100
petinggi penting di Jakarta, perusahaan multi nasional
atau negara asing sudah bagaikan memiliki Indonesia,
rakyat setempat yang kaya raya akan natural resources
bagaikan "ayam mati dilumbung padi". Tidak heran
pabila: Aceh ingin merdeka, Riau ingin merdeka, Papua
ingin merdeka, dan bahkan Bali pun ingin merdeka.
Semua pihak yang ingin merdeka mempunyai pandangan
yang sama yaitu para pejabat tinggi di Jakarta hanya
sekedar kepanjangan tangan negara asing atau
perusahaan multi nasional! Semua natural resources di
eksport dengan harga murah (rupiah, dijajah dollar),
diproses di luar negeri, kemudian menjadi barang
setengah jadi atau jadi yang diimport kembali dengan
harga tinggi (dalam dollar, dijajah dollar); para
petingginya mendapat komisi yang tinggi sekali dari
eksport-import sehingga menjadi "pegawai negeri
milyarder" atau konglomerat plat merah. Dengan
demikian nilai tambah diperoleh negara asing, dan kita
cuma menerima tambah pesatnya pengangguran.
Setelah membaca dengan teliti/seksama dan
berulang-ulang, maka kami paham bahwa sdr. Amien Rais
ternyata telah membodohi dan membohongi bangsanya
sendiri di saat reformasi. Kami kutipkan sedikit
artikel yang luar biasa kritisnya sebagai berikut
(sebaiknya baca sendiri di web site tsb diatas, masih
banyak artikel yang luar biasa bagusnya):
- Ketika regim militer sudah terdesak oleh kaum
intelektual kampus, maka Habibie bersama para Jendral
(Hartono, Ahmad Tirtosudiro, mbak Tutut, dsb.)
mendirikan ICMI di Universitas Brawijaya Malang guna
menarik simpati dan mengelabui kaum intelektual. dst
- Seiring dengan ICMI, Suharto juga mengganti para
menterinya yang semula berwajah Nasionalis menjadi
bernuansa Arab-Islami demi mengambil hati umat Islam
guna menyelamatkan regim militer dan ORBA. Para
menteri keturunan Arab tsb. adalah: Marie Muhamad, Ali
Alatas, Saleh Affif, Fuad Hasan, Bedu Amang, Fuad
Bawazir, dsb. Kemudian mbak Tutut Suharto yang cantik
dan seksi ke Mekah naik haji, dan sepulangnya dari
Arab, beliau memakai jilbab. Bob Hasan pun berganti
nama menjadi Muhamad Hassan. dst
- Seminggu sebelum tragedi Mei 1998 (yaitu
pembantaian/perkosaan umat Tionghoa di Jakarta dan
Solo, yang didalangi Wiranto atau Prabowo dengan
operator RPKAD dan Pemuda Pancasila) para provokator
telah diinstruksikan untuk menulisi rumah2 penduduk
dengan kata2 bernuansa SARA yaitu:"Milik Pribumi
Muslim". Dengan demikian, para oknum jendral AD tsb.
berusaha mengadu domba Islam dengan etnis Tionghoa.
Nampak bahwa regim Suharto/militer ingin mengalihkan
tanggung jawab salah urus negara kepada etnis Tionghoa
dan ingin membuat citra bahwa umat Muslim marah kepada
Tionghoa. Padahal hampir semua bisnis militer,
politisi dan pejabat tinggi kebanyakan dijalankan oleh
konglomerat hitam Tionghoa (sekali lagi, di Indonesia
tercinta ini jauh lebih banyak Tionghoa yang baik
daripada yang "hitam"). dst.
- Ketika Akbar Tanjung diadili masalah penyelewengan
dana Bulog, ia berdalih bahwa uang itu telah
disalurkan ke yayasan Islam yang disebut Rudhatul
Janah guna mengentaskan kemiskinan; padahal uang itu
dipakai untuk mendirikan berbagai partai politik agar
PDIP saat itu tidak menang mutlak. (Bila saat itu
tetap hanya ada tiga partai, PDIP menang mutlak,
pastilah regim ORBA sudah musnah! Ini politik devide
et impera) dst.
- Ketika terjadi reformasi, Suharto dengan tenang,
aman, nyaman dan tentram tetap bercengkerama di jl.
Cendana bersama anak cucunya, ini sungguh luar biasa!
Para politisi dan profesor dari Luar Negeri sampai
tidak habis herannya, mereka meminta bangsa Indonesia
untuk secara cerdas menganalisa hal ini mengingat
fakta sejarah didunia mengatakan bahwa jatuhnya rezim
diktator atau koruptor selalu dibarengi dengan: a)
kaburnya penguasa ke luar negeri atau terbunuh,
misalnya Marcos, Shah Iran, Mobutu Seseseko, Jean
Betrand Aristi, dst., b) partai pendukung utamanya
dibubarkan, c) militer kembali ke barak. Namun yang
terjadi di Indonesia adalah aneh bin ajaib: partai
pendukung Orde Baru dan militer tetap dominan, d)
presiden berserta keluarga hidup
aman-tentram-sejahtera di istananya, e) tidak ada
usaha repatriasi/pengembalian harta rampokan presiden,
keluarga, dan kroninya kepada negara (padahal beban
utang negara terus-menerus meningkat). Sayang, bangsa
ini memang baru terlelap tidur sehingga otaknya tidak
mampu menganalisanya. Para kaum supercerdas politik
(terutama pengamat politik luar negeri, akademisi
kampus) mengatakan bahwa disamping Suharto mendapat
jaminan keamanan dari kelompoknya (TNI AD lewat
Jendral Wiranto dan Prabowo), Suharto juga mendapat
jaminan keamanan dari salah seorang tokoh reformasi
yang berhasil diselundupkannya hebat bukan? Dalam
politik, cara terbaik melumpuhkan lawan adalah
strategi penyusupan (ingat dimasa ORBA: berapa kali
PDI disusupi dan dipecah belah dari dalam).
Siapakah diantara ketiga tokoh reformasi (Mega, Gus
Dur, dan Amien Rais) yang merupakan tokoh selundupan
itu? Ia adalah Doktor Amien Rais, warga keturunan Arab
asal Solo, sahabat lama Prabowo jauh hari sebelum
reformasi (Prabowo = menantu Suharto); jadi regim
Suharto sudah lama mempersiapankan strategi penyusupan
Reformasi. Amien Rais, kader brilian ICMI, kemudian
pura-pura bentrok dengan ICMI, keluar dari ICMI dan
menyelundup sebagai tokoh reformasi. Bukti lain bahwa
Amien Rais adalah antek Suharto terlihat jelas dari
gerak zig-zagnya. Sebagai reforman selundupan dengan
tujuan justru menyelamatkan regim Orba, maka Amien
Rais secara cerdik membelokan arah reformasi dengan
cara:
a) Ketika Suharto dengan seenaknya/inkonstitusional
menunjuk Habibie sebagai penggantinya, maka kaum
intelektual kampus dan para mahasiswa menolak Habibie
(Hbb) dan ingin menurunkannya, Amin justru melindungi
Hbb dengan himbauannya agar Hbb diberi kesempatan tuk
memimpin reformasi dan Amin sanggup menjadi sparing
partnernya apabila Hbb menyeleweng.
b) Pemilu pertama setelah Suharto jatuh, maka partai
politik dibikin banyak sekali, tujuan utama adalah
devide et impera (pecahbelah kekuatan lawan). Dana
pendirian partai diambilkan dari Bulog gate; PAN
mendapatkan dukungan keuangan yang besar dari regim
Orba, tidak heran kalau kampanye cukup mengagetkan dan
dapat menggaet banyak suara walau sebagai partai baru
(mirip dengan kasus PKS, lihat bawah).
c) Ketika PDIP menang pemilu (tidak bisa menang
mutlak, karena partai peserta Pemilu disengaja banyak
sekali), regim ORBA masih merasa takut sekali apabila
Megawati menjadi presiden (siapa tahu Mgw, anak
Sukarno, akan balas dendam thd regim Suharto); maka
perlu kelicikan untuk menjegal Mega, Amien menjadi
dalangnya dengan membentuk poros tengah yang bernuansa
Islami dan dengan jargon "Wanita belum bisa diterima
oleh ulama Islam sebagai presiden". Maka Gus Dur yang
dianggap kurang berbahaya terhadap regim ORBA dinaikan
menjadi presiden (walau dari persyaratan kesehatan
jasmani jelas2 tidak mungkin ia menjadi presiden sebab
buta; namun saat itu hanya Gus Dur yang dapat
menandingi kepopuleran Megawati).
d) Ketika dalam perjalanannya sebagai presiden, Gus
Dur ternyata dianggap membahayakan regim Orba, maka
Amin Rais kembali beraksi lagi melalui MPR/DPR dan
berhasil menjatuhkan Gus Dur. Gebrakan gus Dur yang
membahayakan regim Orba misalnya adalah: membubarkan
Deppen dan menetralkan LKBN serta TVRI (senjata
informasi paling canggih regim Orba, pembius dan
pembodoh rakyat), pemulihan hak kebudayaan etnis
Tionghoa, serta diangkatnya Baharudin Lopa menjadi
Jaksa Agung, yang kemudian ditengah masa jabatannya,
ia dihabisi oleh Regim ORBA (regim Orba yang pakar
dalam bunuh membunuh dan adu domba juga menghabisi
Munir-Kontras serta jendral bersih dan cerdas Agus
Wirahadikusumah).
e) Ditahun 2004, Gus Dur ngotot ingin jadi calon
presiden lagi; namun karena tidak dibutuhkan lagi oleh
regim ORBA, maka cacat matanya dipermasalahkan, kali
ini tidak ada lagi yang membelanya! Megawati yang
sudah bisa dijinakan dan mulai dekat dengan militer
akhirnya direstui tuk jadi presiden.
f) Kemudian, dalam salah satu pidatonya, Amin Rais
menandaskan untuk tidak mengungkit-ungkit lagi
Soeharto dengan alasan usia dan sakit; padahal
Soeharto dkk. itu kunci keadilan, kunci KKN, kunci
masalah dan pelurusan sejarah, kunci uang yang ada di
bank2 L.N; Soeharto adalah sumber dari segala sumber
malapetaka Indonesia (bagaikan Hitler bagi jerman);
jadi sebaiknya Soeharto diadili dulu, mengakui
bersalah, barulah diampuni. Kasus terakhir, bulan
Maret 2006, AM Fatwa dari PAN menjenguk Tommy Suharto
dengan alasan kemanusiaan, diperkirakan ini adalah
bagaikan balas jasa PAN atas pendanaan awal partai PAN
oleh regim Soeharto, serta mengingat menguatnya
kembali regim militer (kembali USA ingin dibelakang
militer lagi). Dalam gerakan zig-zag si reforman palsu
ini (Amin Rais), ia banyak mendapat dukungan resmi dan
restu dari HMI, KAHMI, Muhammadiyah, dan MUI. Sampai
dengan saat ini Amien Rais beserta petinggi HMI,
KAHMI, Muhammadiyah, dan MUI sudah tidak pernah lagi
mengusik Suharto beserta kroninya, karena sudah
kenyang akan keduniawian: kekuasaan dan materi/uang.
Akhirnya Suharto dan regimnya ternyata selamat, aman,
tentram, dan sejahtera sampai sat ini.
Saat ini, masyarakat luas yang kebanyakan buta politik
telah menerima bahwa telah terjadi reformasi, padahal
belum! Regim ORBA adalah ibarat rangkaian seratus
gerbong kereta api Argo Bromo, kemudian melalui
reformasi semu, yang turun baru satu masinis saja,
yaitu Soeharto, sedangkan lainnya masih mendominasi
tatanan bisnis, birokrasi dan perpolitikan di
Indonesia (terutama oknum petinggi militer/polri dan
Golkar). Persamaan mathematik reformasi di Indonesia
sungguh kayal dan irasional, persamaan itu adalah:
Orde Reformasi = Orde Baru cukup dikurangi satu
Soeharto saja!!! Setelah rakyat yang buta politik
tertipu dan percaya bahwa telah terjadi reformasi
sungguhan, maka kaum bablasan ORBA ini lalu justru
"mengobok-obok sampai mabok reformasi palsu" ini,
setelah rakyatnya benar2 mabok, kemudian regim
bablasan Orba menimpakan/mengalihkan semua krisis
bangsa akibat kesalahan regim Suharto ke generasi
reformasi palsu ini (jurus lempar tanggung jawab),
dengan demikian generasi tua ini telah berhasil
membalik situasi: rakyat yang bodoh politik menjadi
rindu kembali akan regim Soeharto/militer dan mulai
membenci reformasi (yang sebenarnya palsu ini).
dst.
Karena sudah kenyang ditipu, maka bersama email ini,
kami menuntut Amien Rais untuk meluruskan pemahaman
politik masyarakat dengan memberikan statemen di
harian ternama, misal harian Kompas, tentang peran
bunglonnya dan sekaligus statemen bahwa belum terjadi
reformasi, bahwa yang terjadi adalah reformasi palsu!
Tuntutan ini perlu dilaksanakan mengingat krisis
Indonesia akan segera berulang kembali akibat adanya
reformasi palsu ini.
Setelah memahami kepalsuan reformasi ini, marilah kita
himpun semangat dan persatuan lagi untuk mengadakan
reformasi yang sungguh-sungguh! Reformasi palsu
berarti yang berkuasa saat ini adalah regim bablasan
Orde Baru, maka tidaklah mengherankan kalau krisis
ekonomi, moral, dan kebudayaan tetap berlangsung.
Mohon dukungan anda semua untuk meneruskan tuntutan
ini ke ybs. dan meneruskan ke segenap insan di
Indonesia (terutama kepada ketua organisasi: Parpol,
LSM, Ormas, Mhs, dosen). Mari kita tuntut Amien Rais
bersama-sama, dan mari kita singsingkan lengan baju
untuk melakukan reformasi kembali, jangan sampai mudah
ditipu dan dikerjain lagi! Semoga Tuhan beserta kita.
Denpasar, pertengahan April 2006
LSM Merah Putih
Denpasar, Bali.
Berita terbaru: di harian Kompas, Kamis tgl. 20 April
2006 hal. 2, nampak Amien R. diapit mantan dua
jendral kesayangan Suharto: Try Sutrisno dan Wiranto.
Dua jendral yang tangannya berlumuran darah para
korban pelanggaran HAM berat. Photo tsb. juga
mengindentifikasikan siapa AR dan habitat yang
sebenarnya.
--- End
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

