From: aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]>
Subject:
MAs Dede,
Anda dan saya adalah sama-sama muslim, Sumber hukum
kita sama Al Quran. dan dalam Al Quran diperbolehkan
seorang suami menikah lebih dari 1 dan maksimal 4.
RAsulullah dan para shahabat melakukannya. Mereka
adalah orang-orang mulia. adakah dalil yang
mengharamkannya? Atau menolak poligami itu hawa nafsu
kita yang tak ingin terikat dengan syariat Islam?
Kalau saya menurutkan perasaan dan hawa nafsu saya,
maka saya akan menolak memakai baju muslimah, shalat,
ibadah, syariat Islam lain dan termasuk hukum
poligami.Namun saya tak menolak hukum poligami, karena
Allah telah membolehkannya. Meski selintas ditimbang
rasa kelihatannya ada mudharatnya, namun saya percaya
pada Allah bahwa semua hukumnya mengandung manfaat.
Hanya saja akal manusia tak bisa menjangkaunya.
BAgi aris, poligami jauh sangat mulia daripada jadi
istri selingkuhan (zina), pelacur, kumpul kebo, atau
aktivitas zina lain. Bayangkan,anak perzinaan kemana
hendak dia menyebut ayah dan mendapatkan setidaknya
kasih sayangnya.
Disitupun perempuan dimuliakan dengan ijab kabul
(membaca syahadat, mahar dll). Ijab kabul bukanlah
kontrak sosial seperti versi para kesetaraan gender,
tapi mishaqan Ghalizan (sebuah janji yang amat sangat
berat)seumur hidup, janji pada Allah. Perempuan juga
menerima mahar. Sedang pelacur?
Tentu saja, kalau mas Dede mau poligami timbangkan
diri Anda bisa berbuat adil tidak. Kalau pun tidak mau
poligami maka janganlah mas memburukkan perbuatan
poligami yang dilakukan orang lain. Bisa jadi mereka
orang yang lebih bisa adil dibanding Anda. Toh
hukumnya bukan haram.
Mbak Free (maaf saya lupa nama asli Anda)
Klo tidak salah Anda bukan muslimah... jadi aris tak
memaksa mbak untuk menerima poligami, tapi mohon
jangan membuat citra buruk bagi orang yang melakukan
poligami. itu adalah pilihan hidup orang dan masalah
pribadi RT orang lain. terima kasih
salam,
aris
Saya fikir seharusnya kaum liberalis, feminis, dan pluralis mau juga
mengusung idea poligami sebab mereka juga mengusung perkawinan sejenis
yang tidak kalah anehnya
Saya dengar wawancara dengan produser film berbagi suami di TV
tempohari, dari awal mereka memang anti poligami, film itu hanya menjadi
semacam parodi saja
Maksud dan tujuan Poligami seperti tertulis dalam AlQuran, sama sekali
tidak dikupas, apaboleh buat promosi wawancara di TV berakibat demosi,
alias saya jadi ogah nonton berbagi suami.
Untuk menjadi warga madani yang sempurna, orang seharusnya berani
menerima faham yang tidak dia sukai dengan legowo
Jadi jangan minta dpr bikin RUU AP(oligami)
Peace man (salam),
Samudjo
DISCLAIMER: The information contained in this communication is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. It may contain confidential, legally privileged information or otherwise protected by law from disclosure and is intended solely for the use of the addressee. If you are not the intended recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated by the sender, any documents or views presented are solely those of the sender and do not constitute official documents or views of PT Apexindo Pratama Duta Tbk. If you received this email in error, please immediately notify the sender or our email administrator at [EMAIL PROTECTED] and delete it from your system. Thank you.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

