http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6696

Selasa, 25 Apr 2006,



Jakgung: Bukan Perintah Istana




Rencana Cek Ulang Kesehatan Pak Harto
JAKARTA - Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh benar-benar serius untuk memeriksa ulang kesehatan mantan Presiden Soeharto. Bahkan, Kejagung telah berkonsultasi dengan Mahkamah Agung untuk membuka kembali kasus korupsi tujuh yayasan yang dipimpin Pak Harto dan diduga merugikan negara Rp 1,7 triliun.

Untuk memeriksa ulang kesehatan Pak Harto, jaksa agung segera menghidupkan lagi tim dokter kepresidenan pekan depan. "Jadi, minggu ini, saya akan mulai rapat," ujar jaksa agung usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Pertemuan Puncak Akses Keadilan dan Bantuan Hukum yang diadakan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta, kemarin.

Jaksa agung yang biasa dipanggil Arman itu menjelaskan, tim dokter kepresidenan akan ditugaskan memeriksa kembali kesehatan Pak Harto yang pada 2000 divonis kehilangan daya ingat dan kemampuan wicara akibat kerusakan otak permanen.

"Orang sakit, menurut dokter, belum tentu sama dengan kita," ujar mantan hakim agung ini. Meski Pak Harto dalam berbagai kesempatan terlihat sehat, belum tentu dia layak menjalani pemeriksaan di pengadilan. Untuk memastikannya, tim dokter kepresidenan harus memeriksa mantan penguasa Orde Baru tersebut.

"Menurut saya, kamu semua (wartawan) sehat. Padahal, kan belum tentu menurut dokter. Karena itu, saya bilang akan hidupkan lagi tim (dokter kepresidenan) itu," terang mantan bintang film ini.

Arman enggan menanggapi pernyataan pengacara Pak Harto, Juan Felix Tampubolon, yang menyebut rencana cek ulang kesehatan kliennya sebagai tindakan menghambur-hamburkan uang negara. "Pengacara kan bukan dokter," sergahnya.

Arman menegaskan tidak akan menyerah, meski tim dokter kepresidenan yang dibentuk Kejagung sebelumnya menyatakan kerusakan otak kiri Pak Harto bersifat permanen sehingga tidak bisa sembuh. "Pokoknya (akan dilanjutkan) sampai dokter bilang, (pemeriksaan) ini yang terakhir," tukasnya.

Mantan aktivis LBH Jakarta ini menegaskan, rencana pemeriksaan ulang kesehatan presiden kedua RA itu bukan gagasan pribadinya. Tapi, keputusan lembaga Kejagung. Keputusan itu juga telah dikonsultasikan dengan Mahkamah Agung selaku benteng peradilan tertinggi. Namun, Arman membantah keputusan untuk kembali mengungkit kasus korupsi adalah perintah istana. "Presiden tidak pernah bicara kasus," elaknya.

Kapuspenkum Masyhudi Ridwan menambahkan, Kejagung segera menyurati tim dokter RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dulu, tim dokter rumah sakit itu ditunjuk kejaksaan untuk memeriksa kesehatan Pak Harto. "Mungkin kali ini kondisinya (Pak Harto, Red) lebih baik dibandingkan sebelumnya," kata Masyhudi di Gedung Kejagung Jakarta kemarin.

Menurut dia, Kejagung tidak perlu membentuk tim baru untuk memeriksa Soeharto. Tim dokter lama akan diaktifkan kembali sehingga bisa menghemat biaya dan waktu. (noe/agm


--
----------------------------------------
I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 406 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try www.SPAMfighter.com for free now!


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke