Karna kita berbicara idealisme yang ingin diraih bukan mas? Dalam keseharian, mungkin idealisme itu bukanlah berupa kata-kata lagi tapi sudah tataran aplikasi. Saat aplikasi ada banyak kekhilafan. Kritikan, saran dan masukan dari teman adalah obat yang mujarab mengembalikan pada idealismenya.
Sebenarnya diskusi seperti ini terutama berbicara idealisme sesungguhnya sangat bermanfaat buat aris secara pribadi, yakni menerima kritik, masukan, menguji konsistensi impian, menuntut diri untuk lebih bisa mengaplikasikan. Meski berat banget. Selain itu aris yakin bahwa semua yang dilontarkan akan kembali kepada diri aris juga. Kalau saya mengkritik orang, kritikan itu akan berbalik pada diri saya sendiri. Percayalah.....
Ketika seseorang atau rekan-rekan organisasi Islam lain mendapat image getol menyuarakan syariat Islam, sebagai konsekuensinya dalam tataran aplikasinya orang tersbeut dan rekan-rekan di organisasi Islam mau tidak mau, suka atau tidak suka, terpaksa atau tidak, harus menyesuaikan apa yang dilontarkan dengan aplikasinya.
Ini jika, dia benar-benar berharap idealismenya akan terwujud dan dipahami orang lain.
Misalnya sulit bagi aris untuk mengajak orang memakai busana muslimah bila saya tak memakainya, sulit bagi aris untuk menolak pornografi dan pornoaksi kalau saya sendiri melakukannya.
Itulah beratnya, tantangannya, besar kritikannya, tuntutannya, apalagi kita sama-sama manusia (punya keterbatasan), menyambungkan idealisme dengan aplikasinya.
Sulit seseorang atau sebuah organisasi Islam menyuarakan penerapan syariat Islam, sedang diri mereka tak ada berkeinginan dan berusaha untuk terikat dengan syariat Islam.
Oleh karenanya aris memahami mungkin benar bahwa penerapan syariat Islam adalah tidak rasional bagi orang yang tidak yakin dan tidak mempunyai niat untuk melaksanakan syariat Islam dalam kehidupannya.
MOhon maaf atas segala kesalahan, bukan maksud hati.... percayalah yang semua pernah saya tulis akan menampar diri saya sendiri.... maka selalu CMIIW (Correct me If I'm wrong) plis....
salam,
aris
Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
justru karena manusia mbak, yang seniornya dah jada mata dan berusaha jaga
hati, eh adik adik yang baru, kayak gini juga. jadi memang gak ada habis
habisnya :p sama seperti kita ngomongin poligami, atau ngomong tentang
akhowat, gak ada abisnya sampai kiamat. udah bawaaan orok :p
eniwei, saya gak ngritik orangnya, tapi saya cerita tentang penggalan
peristiwa yang saya alami ketika berharokah ria. bahwa aktivis dakwah yang
konon fanatik, sebenarnya isi kepalanya juga sama manusiawinya dengan yang
lain.
justru ketika kita membedah motif, keseharian, perilaku, pikiran bawah
sadar, kita bisa paham, kenapa kok ada die hard activist seperti mbak aris
misalnya. anggap aja belajar saling memahami.
On 4/25/06, aris solikhah wrote:
>
> Aktivis dakwah juga manusia punya rasa dan...... Radja banget ya. Kenapa
> mas tak menasehati mereka? Kenapa juga tak berusaha menjadi orang teladan
> bagi mereka? Contoh aktivis dakwah yang baik, aris sangat yakin mas Ari
> sangat mampu?
>
> Mereka bukanlah malaikat, mereka hanya orangyang berusaha menjadi baik,
> kadang khilaf. Selain itu pula aktivis dakwah yang menjaga diri dan baik pun
> masih banyak? Beberapa kasuistik. Ataukah mas belum bertemu dengannya?
> Bukan malah mas stuck, berhenti tak mengkaji islam, malah mencari kekurangan
> dan kelemahan orang lain. Dan merasa diri lebih baik dengan membicarakan
> kekurangan mereka. Mas ini ghibah bukan?
>
> Kalau itu yang dicari wah luar biasa banyak tak ada sedikitpun
> kebaikannya... pasti itu. Termasuk saya... buanyak banget kekurangan saya
> mas. sangat banyak....Manusia gitu lho.. kenapa mas tak mengkoreksi dan
> mengkritik orang yang banyak melakukan maksiat? Ataukah standar maksiat dan
> kebaikan itu telah pudar di mata mas Ari.....maaf mas. Mas hampir selalu
> mengkritik orang yang terlibat dalam sebuah harakah..., kalau kritik silakan
> idenya tapi bukan personalnya, itu jauh lebih objektif....
>
> semoga kita senantiasa diberikan hidayah... dan semoga bukanlah termasuk
> orang yang oleh Fathi Yakan dikatakan dalam bukunya," Yang Berguguran Di
> jalan Dakwah"
> Afwan jiddan....aris kecewa dengan mas Ari.... mohon maaf jika kurang
> berkenan.
>
> salam,
> aris
>
> Ari Condro wrote:
> lha piye, yo mas yoh. lha diamini sama para akhowatnya sih. :p
>
> saya jadi inget kalo anak anak masjid raden patah atau masjid ikip malang
> kumpul kumpul di tangga antara masjid dan sekretariat, sambil leyeh leyeh
> kena angin malang yg dingin sambil lihat pemandangan akhowat yg lewat dari
> student center atau perpus masjid ke sekretariat akhowat.
>
> kalau yang di ikip malang, di depan sekret cowok, pura pura ngerjain apa
> gitu, sambil liat akhowat yang baru dari masjid ke arah sekretariat
> akhowat
> yang lokasinya persis di samping lokasi sekretnya ikhwan.
>
> yg dibicarain ama para cowok/ikhwan ? ya, akhowat yang cantik menarik
> hati. sambil ngeledekin senior cowok yang dah bangkotan, kuliah tujuh
> tahun
> gak lulus dan terancam DO, yg diledekin sih bukan 7 tahun kuliahnya, tapi,
> mas pilih akhwat yang mana untuk jadi istrinya ? sampai ada rating akhwat
> segala. belum lagi kalo ikhwannya yg sukses ditolak bolak balik ketika
> khitbah (kurang modal tampang kalo gak materi biasanya :p). belum lagi,
> kalo ada ikhwan yang ganteng dan habis KKN di desa, dapat proposal
> beberapa
> akhwat sekaligus, uhuyy, wacana poligami marak lagi tuh :)
>
> gitulah cowok di muka bumi, sama aja.
>
> btw, alasan itu juga yg bikin saya rada gak suka ama harokah. udah liat
> dalemannya, ternyata sama saja dengan cowok biasa :p kurang idealis, ah
> !!!
> :) btw, bisa jadi cerpen nih. ho ho ho
>
>
> On 4/25/06, Nugroho Dewanto wrote:
> >
> >
> >
> > sekadar gurauan atau keinginan bawah sadar yang makin berani
> > muncul karena ideologi dan pengaruh lingkungan? hahahaha....
> >
> > ibnu saud --pendiri kerajaan arab saudi-- kan dikenal menuntaskan
> > tugas sebagai suami dalam kondisi demam tinggi, untuk
> > menunjukkan kelelakiannya.
> >
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> pustaka tani
> nuraulia
>
>
> ---------------------------------
> New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save
> big.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
pustaka tani
nuraulia
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

