----- Original Message -----
From: "arema25" <arema
Sent: Friday, April 21, 2006 12:40 PM
Subject: [daarut-tauhiid] Wawancara Ahmed Deedat dengan wartawan "Arab News"


> Wawancara ini dilakukan oleh Faizah Amba. Dalam uraiannya ini Ahmed
> Deedat berbicara tentang peran wanita dalam Islam dan tentang
> perdebatannya dengan Anis Syurrus. Inilah kesimpulannya:
>
> A. Ahmed Deedat Bicara Tentang Peran "Wanita Dalam Islam"
>
> Tanya: Orang asing selalu memandang wanita Islam seolah-olah sebagai
> manusia yang dipaksa, tidak memiliki hak apapun, hidup tertindas di
> bawah kekuasaan laki-laki. Salah satu contoh yang mereka kemukakan
> ialah laki-laki diperkenankan kawin dengan empat orang wanita?
>
> Jawab: Hati-hatilah! Orang Islam tidak adil dengan para istrinya.
> Tampaknya kita telah menyimpang dalam perangai dan budaya kita yang
> jauh dari ajaran Islam. Kita telah melakukan kezaliman. Sudah tentu
> dalam hal ini orang Islam yang berbuat kezaliman, bukan agama Islam!
>
> Dalam Islam laki-laki diperkenankan beristri dengan empat orang
> istri. Sedangkan perempuan tidak diperkenankan bersuami dengan empat
> orang suami. Coba tanyakanlah, perempuan mana yang ingin bersuami
> empat orang? Laki-laki mungkin saja mempunyai empat orang istri yang
> semuanya subur. Ini tidak menjadi masalah! Tetapi kalau ada seorang
> istri yang memiliki empat orang suami dan kebetulan ia hamil, pada
> saat itu keempat suaminya akan bersaing tanpa kebenaran!
>
> Kemudian anaknya lahir. Lalu bagaimana dengan anak itu? Siapa
> ayahnya? Semua suami dari seorang istri itu akan mengatakan: "Kenapa
> harus saya yang mengakuinya, wajahnya tidak mirip dengan saya?" Hal
> ini hanya akan menimbulkan kekacauan.
>
> Pertanyaan semacam itu sudah pernah dilontarkan pada jaman Nabi Saw.
> Mereka bertanya kepada Rasulullah Saw, "Kenapa kita tidak
> diperkenankan bersuami empat orang?"
>
> Untuk meyakinkan aturan Allah kepada mereka, Nabi Saw meminta kepada
> empat orang wanita yang sedang menyusui agar semua sama-sama
> meletakkan air susunya ke dalam satu wadah. Setelah itu Nabi Saw
> meminta kepada mereka agar masing-masing kembali mengambil air
> susunya. Mereka berkata, "Bagaimana mungkin kami akan melakukannya?"
>
> Maka Rasulullah Saw menjawab, "Ya, itulah jawaban pertanyaan kalian!"
>
> Demikian halnya dengan wanita yang bersuami lebih dari empat orang.
> Pada akhirnya mereka nanti tidak akan dapat menentukan nasab anaknya!
>
> Pada waktu dilahirkan, keadaan anak laki-laki hampir sama dengan
> anak perempuan. Tapi jumlah angka kematian laki-laki lebih besar
> daripada perempuan. Alasannya belum dapat dipastikan. Orang
> mengatakan laki-laki lebih kuat daripada perempuan, tapi nyatanya
> jenis yang lebih kuat ini lebih besar terancam kepunahan daripada
> jenis yang lebih lemah (perempuan).
>
> Amerika Serikat kini tengah menghadapi problema yang amat serius.
> Data statistik memperlihatkan bahwa jumlah kaum wanita 7,8 juta
> lebih besar dari kaum pria. Ini berarti kalau semua lelaki di
> Amerika Serikat beristri, maka masih ada 7,8 juta kaum wanita yang
> belum memiliki calon suami. Malah ada yang memberitahukan kepada
> saya, bahwa sekitar sepertiga tenaga kerja yang ada di sana terdiri
> dari kaum homosex. 98% dari jumlah narapidananya terdiri dari kaum
> lelaki. Selain itu lelaki juga merupakan umpan pertama dari api
> peperangan. Melihat kenyataan itu, apakah anda dapat membayangkan
> situasi yang kini tengah terjadi?
>
> Islam adalah agama yang hanya memberikan jalan ke luar dari berbagai
> problema dan kesulitan hidup. Islam tidak pernah menyuruh anda kawin
> dengan empat orang istri. Islam hanya mengatakan:
>
> " .. maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua,
> tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku
> adil maka (kawinilah) seorang saja..." (An Nisa: 3)
>
> Jadi undang-undang poligami dalam Islam bukan suatu dorongan atau
> anjuran, tetapi hanya merupakan suatu pemecahan masalah yang ada
> dalam masyarakat. Terhadap perihal ini, masyarakat Barat
> memeranginya dengan mati-matian, sementara lesbian (homosex antar
> sesama wanita) disahkan. Begitu pula halnya dengan homo sex antar
> sesama lelaki. Mereka bahkan berhasil dinikahkan secara resmi di
> gereja. Na'udzubillah! Namun kalau sudah bicara soal poligami,
> mereka langsung menyatakan dengan pongahriya: "Langkahi mayat saya
> terlebih dahulu!"
>
> Kepada mereka saya katakan: "Kalian adalah orang-orang sakit.
> Poligami adalah pemecahan untuk masalah kalian!"
>
> Tidak ada seorangpun yang memaksa agar wanita lain menemani
> suaminya. Tidak ada wanita yang mengatakan demikian. Tapi ada laki-
> laki yang tidak berkeberatan memikul tanggung jawab tambahan, dan
> ada pula wanita yang tidak keberatan suaminya ditemani istrinya yang
> lain.
>
> Saya pernah menonton acara TV Kanada tentang poligami. Di situ
> diketengahkan seorang tokoh jamaah sekte Mormon. Ia memperkenalkan
> dirinya:
>
> "Saya mantan penganut Mormon. Saya diusir (dari gereja Mormon), dan
> saya mempunyai delapan orang istri."
>
> Semua istrinya dia kumpulkan. Mereka semua senang dengan suaminya.
> Tiba-tiba di tengah-tengah kerumunan orang banyak ada seorang wanita
> gemuk yang menawarkan diri kepadanya. Dia berkata, "Bagaimana
> pendapatmu tentang diri saya?" Si lelaki itu berkata
> kepadanya, "Kamu juga boleh. Tidak ada masalah. Berikan alamatmu!"
>
> Perlu diketahui bahwa semua istri-istrinya tidak seorangpun yang
> pernah kawin sebelumnya (semua masih gadis).
>
> Memang, bagi orang-orang yang ingin hidup bahagia, maka Islam lah
> pemecah problema mereka.
>
> Tanya: Anda belum menjelaskan batas terendah perkawinan yang
> dibenarkan oleh Islam?
>
> Jawab: Islam menyatakan, sesudah akil baligh (sesudah mulai haidh)
> wanita boleh saja kawin. Tapi sekali lagi ditekankan, ia tidak
> dianjurkan. Namun sebelum itu tidak dibenarkan!
>
> Tanya: Apakah anda melihat adanya kebangkitan Islam selama dasawarsa
> yang lalu? Kalau benar, kenapa dirisaukan?
>
> Jawab: Karena ada beberapa hal, menurut pendapat saya. Pertama,
> Allah Ta'ala telah memberikan kepada kita agama dan sistem hidup.
> Dia memberitahukan kepada kita dalam Al-Qur'anul Karim tentang
> sistem hidup itu. "Dia telah memberikan kepada kalian sistem hidup,
> supaya menang, berjaya dan mewarisi kedudukan yang lain, dan supaya
> kalian menjadi polisi dunia."
>
> Agama Islam diturunkan untuk memenangkan agama-agama lain dan
> mengalahkan seluruh sistem hidup yang ada, baik itu Yahudi atau
> komunisme, baik yang berbentuk filsafat maupun agama. Agama Islam
> ditargetkan untuk melindungi dan memelihara semuanya, dan saya amat
> meyakini hal itu. Namun peran yang dibawa oleh setiap orang
> merupakan pilihannya. Kalau anda mau menjadi teman setan dari setiap
> orang yang lalu lalang, mau diinjak-injak dan hidup terhina, mau
> menjadi kelinci percobaan dan bahan latihan semua bangsa, maka itu
> adalah pilihan anda dan tanggung jawab anda sendiri, bukan pilihan
> dan tanggung jawab Allah!
>
> Allah memerintahkan kepada kita agar selalu bekerja keras.
> Masyarakat Barat mencuci otak anak-anak kita dengan sistem yang
> secara otomatis membuat anak-anak merasa lebih rendah.
>
> Hati-hatilah dengan penginjil yang datang mengetuk pintu rumah anda
> dengan disertai senyum dan sopan santun. Dalam hati kecilnya mereka
> merasa lebih baik dari anda. Kalau tidak, mana mungkin mereka berani
> mengetuk pintu rumah anda untuk memberitahukan kepada anda bahwa
> anda akan masuk jahanam!
>
> Bukankah Rasulullah Saw pernah bersabda:
> "Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah." (Hadits
> sahih, Musnad Imam Ahmad)
>
> Ini menandakan bahwa orang yang memberi lebih tinggi kedudukannya
> daripada orang yang menerima. Tugas kita kini ialah ke luar untuk
> menyampaikan risalah Allah. Dari segi akidah, kita mempunyai
> kedudukan lebih tinggi.
>
> B. Palestina Menurut Ahmed Deedat
>
> Tanya: Dalam perdebatan anda dengan Anis Syurrus, seorang zionis
> Palestina, anda berbicara tentang bangsa Palestina. Apakah bangsa
> Palestina yang ada dalam "kitab suci" itu bangsa Palestina yang ada
> sekarang ini?
>
> Jawab: Ya.
>
> Tanya: Anda menyebutkan bahwa "kitab suci" menganjurkan agar bangsa
> Palestina dihinakan dan ditundukkan oleh bangsa Yahudi?
>
> Jawab: Benar. Kaum Zionis berhasil mencuci otak kaum Nasrani agar
> mereka menyerahkan Palestina dan agar kaum Nasrani percaya bahwa
> Palestina adalah milik Yahudi.
>
> Kita harus mengakui bahwa kaum Zionis telah berhasil dengan baik dan
> sempurna melaksanakan tugas itu. Dewasa ini kaum Nasrani melihat
> dengan mata kepalanya sendiri peristiwa yang terjadi di Palestina.
> Mereka menyaksikan sendiri kezaliman yang tiada taranya dalam
> sejarah. Itu terjadi setiap hari.
>
> Anak-anak Palestina melempari pasukan zionis yang menjajah tanah
> airnya dengan batu, tapi pasukan itu membalasnya dengan peluru.
> Sementara dalam hati kecil kaum Nasrani, mereka tidak menerima
> kezaliman dan kekejian yang dilakukan kaum Zionis. Namun mereka
> hanya bisa menggerutu, "Apa yang dapat kami lakukan, kalau Allah
> sudah menetapkan akan memberikan Palestina kepada bangsa Yahudi,
> sementara bangsa Palestina hendak menghalang-halangi kehendak Allah!"
>
> Pada tahun 1982 Israel menyerbu London. Maka DR. Syurrus
> berkata, "Saudara-saudara, kenapa kalian senang memperbesarkan
> masalah? Bukankah Libanon juga termasuk tanah air yang dijanjikan
> Allah kepada Israel? Sebenarnya bumi yang terbentang antara sungai
> Nil dan Furat adalah bumi yang dijanjikan Allah untuk bangsa Yahudi!"
>
> Tanya: Menurut anda, apa yang dapat dilakukan bangsa Palestina dalam
> upayanya membebaskan tanah airnya itu?
>
> Jawab: Hati-hatilah! Menurut saya, ada dua cara yang dapat dilakukan
> untuk memperjuangkan hal itu. Pertama, seperti yang dilakukan oleh
> PLO. Kaum Muslimin telah gagal mengadakan perang frontal. Kalau anda
> tidak berhasil mengadakan perang secara frontal, maka hendaklah anda
> mencari jalan lain dalam memperjuangkannya.
>
> Tanya: Tapi anda pribadi suka melawan api dengan api. Anda senang
> menggunakan sistem Barat untuk menaklukkan lawan-lawan anda sesuai
> dengan kaidah yang mereka gunakan.
>
> Jawab: Memang benar. Kalau mereka menggunakan laser, maka kita pun
> harus memiliki dan menggunakannya juga. Kalau mereka bersenjatakan
> tongkat panjang, maka kita wajib mendapatkan tongkat yang lebih
> panjang dan menggunakannya untuk memerangi mereka. Ini merupakan
> salah satu cara. Adapun cara kedua, ialah dengan menggunakan senjata
> akidah. Kita belum pernah memasuki gelanggang dengan menggunakan
> akidah. Kita dapat melakukan perang akidah melawan Yahudi. Namun
> anda wajib mempersiapkan diri agar mampu melawan tantangan dan
> membayar tawaran musuh.
>
> Allah Ta'ala memberikan kepada anda segala rahasianya di dalam Al-
> Qur'anul Karim, namun sayang hal ini tidak banyak dibaca dan dikaji
> umat Islam dengan baik, termasuk oleh bangsa Arab sendiri.
>
> Allah Ta'ala memberitahukan kepada kita rahasianya, agar kita dapat
> mengatakan kepada mereka: "...Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika
> kamu adalah orang yang benar." (Al- Baqarah:111)
>
> Ternyata banyak kaum Muslimin yang mengaji Al-Qur'an tapi tidak
> paham bahasa Arab.
>
> Ketika saya berkunjung ke Mesir pada bulan Maret 1988, saya bertanya
> kepada para hadirin di sana, "Apakah kalian membaca A1-Qur'anul
> Karim?" .
>
> Mereka menjawab serentak, "Ya, membaca!"
>
> Tanya Deedat kepada mereka, "Dalam A1-Qur'anul Karim ada ayat yang
> berbunyi:
> "Hai, ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan
> janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.
> Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan
> (yang terjadi dengan) kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam,
> dan (dengan tiupan) roh daripadaNya. Maka berimanlah kamu kepada
> Allah dan rasul-rasulNya dan janganlah kamu mengatakan: Tuhan itu
> tiga, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu.
> Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari
> mempunyal anak, segala yang di langit dan di bumi adalah
> kepunyaanNya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara." (An- Nisa: 171).
>
> Tuan Deedat bertanya lagi, "Apakah kalian sudah menyampaikan ayat
> itu kepada mereka?"
>
> Jawab: Belum!
>
> Kata tuan Deedat, "Allah memerintahkan kepada kita untuk mengundang
> mereka seperti dalam FirmanNya:
>
> "Hai, Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang
> tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah
> kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan
> tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai
> tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah
> kepada mereka: "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang
> menyerahkan diri (kepada Allah)." (Ali Imran: 64) Mengenai ayat ini,
> sudahkah kalian merigundang mereka?"
>
> Mereka menjawab, "Belum!"
>
> Tuan Deedat berkata lagi, "Apakah kalian telah membaca Al-Qur'an
> dengan benar-benar? Di dalamnya banyak mengandung perintah dan
> larangan Allah. Sudah sejauh mana kalian menunaikan perintah-
> perintahNya dan menjauhi laranganNya?"
>
> Sumber :
> Buku : Injil Membantah Ketuhanan Yesus
> Oleh : Ahmed Deedat
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ===================================================================
>         Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
> ===================================================================
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke