Mas Dj...kutipannya cukup bagus. Namun kenapa jauh
dari konteks yang saya harapkan. apalagi seperti tidak
nyambung dengan tema alias pokok permasalahan. terus
agak bingung mana yang kutipan dan mana yang
argumennya.

ini hanya kritikan perkenalan. nice to know your
opinion. --aix--

--- Jimmy Okberto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> No Comment So FAR ...
>
> Siapa segh yang gencar-gencar ribut pemberlakuan RUU
> APP ???
> Itu orang yang mempunyai pedoman agama pada seksual
> all in.
>
> Lihat saja di THAILAND yang BUDHIST ...
> Mana pernah ribut orang mo pakai baju atau gak pake
> baju ...
>
> Akhlak seseorang bukan berdasarkan agama tertentu.
> Karena budi pekerti luhur ada disetiap manusia.
> Tergantung manusia beragama saja bertoleransi dengan
> manusia yang tidak
> agama.
> Memangnya manusia beragama semuanya tidak berakhlak

> DJ Oko

>
> -----Original Message-----
> On Behalf Of Lina Dahlan

> Yang lebih awesome adalah orang yang berpendapat ">
> Islam adalah
> agama yang SELALU membahas masalah urusan kepuasan
> seksual"
>
> Islam itu membahas semua persoalan hidup. Seks
> termasuk persoalan
> hidup. Begitu juga keselarasan alam. AlQur'an
> mengajarkan agar
> manusia berakhlak terhadap sesama mahluk. Alampun
> termasuk mahluk.
> Bagaimana Islam mengajarkan manusia untuk berakhlak
> terhadap alam?
> Saya kutipkan saja ulasan Quraish Shihab dalam
> Wawasan AlQur'an:
>
> c. Akhlak terhadap lingkungan

> Yang dimaksud lingkungan di sini adalah  segala
> sesuatu  yang
> berada  di  sekitar  manusia,  baik binatang,
> tumbuh-tumbuhan,
> maupun benda-benda tak bernyawa.

> Pada  dasarnya,  akhlak  yang  diajarkan   Al-Quran
>  terhadap
> lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai
> khalifah.

> Kekhalifahan  menuntut  adanya interaksi antara
> manusia dengan
> sesamanya dan manusia terhadap alam.  Kekhalifahan
> mengandung
> arti pengayoman, pemeliharaan, serta pembimbingan,
> agar setiap
> makhluk mencapai tujuan penciptaannya.

> Dalam  pandangan  akhlak  Islam,  seseorang  tidak
> dibenarkan
> mengambil  buah  sebelum  matang,  atau  memetik
> bunga sebelum
> mekar, karena hal ini berarti tidak memberi
> kesempatan  kepada
> makhluk untuk mencapai tujuan penciptaannya.

> Ini   berarti   manusia   dituntut   untuk  mampu
> menghormati
> proses-proses yang sedang berjalan, dan terhadap
> semua  proses
> yang   sedang  terjadi.  Yang  demikian
> mengantarkan  manusia
> bertanggung jawab,  sehingga  ia  tidak  melakukan
> perusakan,
> bahkan dengan kata lain, "Setiap perusakan terhadap
> lingkungan
> harus dinilai sebagai perusakan pada diri manusia
> sendiri."

> Binatang, tumbuhan,  dan  benda-benda  tak  bernyawa
>  semuanya
> diciptakan  oleh Allah Swt. dan menjadi milik-Nya,
> serta semua
> memiliki ketergantungan kepada-Nya. Keyakinan ini
> mengantarkan
> sang Muslim untuk menyadari bahwa semuanya adalah
> "umat" Tuhan
> yang harus diperlakukan secara wajar dan baik.

> Karena itu dalam Al-Quran surat Al-An'am  (6):  38
> ditegaskan
> bahwa  binatang  melata  dan  burung-burung  pun
> adalah  umat
> seperti manusia  juga,  sehingga  semuanya
> --seperti  ditulis
> Al-Qurthubi  (W.  671  H)  di  dalam  tafsirnya--
> "Tidak boleh
> diperlakukan secara aniaya."

> Jangankan dalam masa damai, dalam saat peperangan
> pun terdapat
> petunjuk   Al-Quran   yang  melarang  melakukan
> penganiayaan.
> Jangankan terhadap manusia dan binatang, bahkan
> mencabut  atau
> menebang  pepohonan  pun  terlarang,  kecuali  kalau
> terpaksa,
> tetapi itu pun harus seizin Allah, dalam  arti
> harus  sejalan
> dengan   tujuan-tujuan   penciptaan   dan   demi
> kemaslahatan
> terbesar.

>      Apa saja yang kamu tebang dari pohon (kurma)
> atau
>      kamu biarkan tumbuh, berdiri di atas pokoknya,
> maka
>      itu semua adalah atas izin Allah ... (QS
> Al-Hasyr
>      [59]: 5).

> Bahwa semuanya adalah milik Allah, mengantarkan
> manusia kepada
> kesadaran  bahwa  apa  pun  yang  berada  di  dalam
> genggaman
> tangannya,   tidak   lain   kecuali    amanat  
> yang    harus
> dipertanggungjawabkan. "Setiap jengkal tanah yang
> terhampar di
> bumi, setiap angin sepoi yang berhembus di udara,
> dan  setiap
> tetes   hujan   yang  tercurah  dari  langit  akan
> dimintakan
> pertanggungjawaban   manusia   menyangkut 
> pemeliharaan   dan
> pemanfaatannya",   demikian   kandungan  penjelasan
> Nabi  Saw.
> tentang firman-Nya dalam Al-Quran surat At-Takatsur
> (102):  8
> yang   berbunyi,  "Kamu  sekalian  pasti  akan
> diminta  untuk
> mempertanggungjawabkan nikmat  (yang  kamu
> peroleh)."  Dengan
> demikian  bukan  saja  dituntut  agar  tidak  alpa
> dan angkuh
> terhadap sumber daya yang dimilikinya, melainkan
> juga dituntut
> untuk  memperhatikan  apa  yang  sebenarnya
> dikehendaki  oleh
> Pemilik (Tuhan) menyangkut apa yang berada di
> sekitar manusia.

>      Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta
> yang
>      berada di antara keduanya, kecuali dengan
> (tujuan)
>      yang hak dan pada waktu yang ditentukan (QS
> Al-Ahqaf
>      [46]: 3).

> Pernyataan Tuhan ini mengundang seluruh  manusia
> untuk  tidak
> hanya  memikirkan  kepentingan  diri  sendiri,
> kelompok, atau
> bangsa, dan jenisnya saja, melainkan juga harus
> berpikir  dan
> bersikap   demi  kemaslahatan  semua  pihak.  Ia
> tidak  boleh
> bersikap sebagai penakluk alam  atau  berlaku
> sewenang-wenang
> terhadapnya.  Memang,  istilah  penaklukan  alam
> tidak dikenal
> dalam ajaran Islam. Istilah itu muncul  dari
> pandangan  mitos
> Yunani  yang  beranggapan  bahwa  benda-benda  alam
> merupakan
> dewa-dewa yang memusuhi manusia sehingga harus
> ditaklukkan.

> Yang menundukkan alam menurut Al-Quran adalah
> Allah.  Manusia
> tidak sedikit pun mempunyai kemampuan kecuali berkat
> kemampuan
> yang dianugerahkan Tuhan kepadanya.

>      Mahasuci Allah yang menjadikan (binatang) ini
> mudah
>      bagi kami, sedangkan kami sendiri tidak
> mempunyai
>      kemampuan untuk itu (QS Az-Zukhruf [43]: 13)

> Jika  demikian,  manusia  tidak  mencari
> kemenangan,   tetapi
> keselarasan   dengan   alam.  Keduanya  tunduk
> kepada  Allah,
> sehingga mereka harus dapat bersahabat.

> Al-Quran menekankan agar umat Islam meneladani  Nabi

=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke