Definisi pornografi aja masih ngawur sudah nyerang-nyerang. Kok masih ada yang bikin pembenaran naif soal FPI: Membantu pekerjaan polisi. Emangnya mereka dilatih untuk jadi back-up polisi? Dan disahkan oleh negara ini? Salah ya salah saja... jangan bikin alasan lain dong.
  
  Susah bicara sama orang-orang yang lebih doyan ngurusi urusan birahi daripada urusan kesejahteraan negeri sendiri. Itu kan ciri orang beragama di Indonesia, kalau urusan birahi keras sekali bunyinya, kalau urusan membela yang miskin diem pura-pura bego!!! Coba pengen tahu, FPI atau ormas Islam lainnya, ikutan demo untuk kesejahteraan buruh nggak tanggal 1 Mei ini.
 

Alvin Daniel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  oh iya memang betul, kan kalo keliatan paha dikit dibilang
porno.
keliatan dada sedikit dibilang porno.
nah kalo korupsi memang tidak terlihat seperti apa jelasnya,
meskipun RESULT nya mudah terlihat, yaitu kemiskinan negara
dan defisit anggaran pertahunnya...
FPI saat ini sudah mempunyai posisi nya polisi plus tentara,
yaitu mereka boleh membuah hukum sendiri, sekaligus
melaksanakannya di lapangan...bahkan bisa membela diri
memakai kekerasan juga.

kita tunggu saja menjelang pemilu tahun 2009, sepertinya
indonesia tidak lama lagi akan jadi yugoslavia tahun 1995 dan
turki tahun 1901...





--- In [email protected], "Lina Dahlan"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mungkin karena pornografi itu gampang terlihat mata sedang
korupsi
> perlu pembuktian (??)
>
> Kalo baca di Sabili sih FPI ngakunya sudah melakukan
prosedur hukum
> yang berlaku. Itu makanya kalo saya pikir FPI itu juga polisi
dalam
> polisi. Artinya mereka bertindak anarkispun, polisi malah
bersyukur:
> ngurangi kerjaan mereka dan nama polisipun tetap manis
dimata
> playboy amerika...:-). Polisi takut di bilang melanggar HAM or
> kebebasan ekspresi.
>
> Soal orang berjubah dan kopiah putih ya bisa sapa saja.
Karena yang
> paling keras menentang adalah umat Islam, tentu mudah
memberi simbol
> Islam pada badan orang. Saya rasa kalo yang keras
menentang adalah
> umat Kristen, tentu secara politik akan dipasang simbol2
Kristen
> pada badan orang tsb.
>
>
> --- In [email protected], "Ambon" <sea@> wrote:
> >
> > Kenyataan menunjukan bahwa  yang disebut "dekadensi
moral" lebih
> berat
> > konsekwensinya dari pada korupsi. Lihat saja pada
demonstrasi-
> demonstrasi
> > menentang playboy, kantor redaksi playboy diobrak abrik
oleh FPI,
> tetapi
> > tidak ada yang pergi  demo di depan seorang rumah
koruptor.
> >
> > Malah yang dituduh korupsi mendapat perlindungan,
contohnya ialah
> pernah
> > terjadi mahasiswa yang demo sedang dalam perjalanan
menuju ke
> tempat
> > kediaman Pak Harto di jalan Cendana, di tengah perjalanan
mereka
> dicegat
> > bukan oleh polisi dan tentara tetapi oleh orang-orang
berjubah dan
> berkopiah
> > putih.
> >
> > Hukuman masyarakat bagi pencuri celana dalam wanita
lebih berat
> dari pada
> > untuk koruptor. Pernah terjadi seorang pemuda berjerawat 
> tertangkap basah
> > waktu mau mencuri celana dalam wanita. Kontan dia disikat
oleh
> penduduk
> > setempat. Tua muda, anak kecil, wanita, nenek, kakek ambil
> bahagian menhajar
> > si pencuri sampai.semaput tergeletak di tanah. Muka
pencuri yang
> berjerawat
> > itu berlumuran darah. Dalam interogasi polisi dia katakan
bahwa
> jerawatnya
> > bisa sembuh  bila mukanya sering dilap dengan celana
dalam
> wanita.  Nasibnya
> > sangat sial bila dibandingkan dengan  koruptor yang
dihukum oleh
> pengadilan,
> > muka koruptor tidak rusak malah  senyum-senyum manis
waktu keluar
> dari
> > pengadilan.
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "Alvin Daniel" <alvindaniel_net@>
> > To: <[email protected]>
> > Sent: Friday, April 28, 2006 6:27 AM
> > Subject: [ppiindia] Re: ICMI Tolak Majalah Playboy
> >
> >
> > > majalah playboy dan media sejenisnya 'katanya' bisa
> > > mengakibatkan dekadensi moral....
> > >
> > > apakah korupsi bukan termasuk dekadensi moral?
> > > apakah anarkisme main hakim sendiri bukan termasuk
> > > dekadensi moral?
> > >
> > > lebih tidak bermoral yg mana antara korupsi dan
pornografi?
> > > lebih penting mana antara mengatasi korupsi atau
pornografi?
> > >
> > >
> > >
> > > tuhan saja tidak tahu jawaban nya....
> > >
> > >
> > >





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




  SPONSORED LINKS
        Cultural diversity   Indonesian languages   Indonesian language learn     Indonesian language course
   
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS

   
    Visit your group "ppiindia" on the web.
   
    To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
   
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

   
---------------------------------
 



           
---------------------------------
Get amazing travel prices for air and hotel in one click on Yahoo! FareChase

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke