tapi apa tindakan SBY sebagai presiden untuk republik kita ini?
ada gak?
apakah omongannya bisa di-aplikasikan kedalam negeri nya
sendiri?
atau pidato itu cuma karangan Andy Malarangeng dkk sebagai
jubir presiden?
SBY itu cerdas (sebenarnya) tapi entah kenapa sejak
pemerintahan nya kondisi negeri ini semakin luluh lantak...
i'm wondering...
--- In [email protected], Nugroho Dewanto
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
> saya bangga pidato bagus ini disampaikan seorang presiden
> indonesia di sebuah universitas islam di arab saudi.
>
> kembangkan budaya kemajuan, jangan terbelenggu isolasi
> dan kurang percaya diri. serta berpikir jauh ke depan.
>
> salam,
>
>
> Tantangan Ummah di Milenium Ketiga *)
>
> Susilo Bambang Yudhoyono **)
>
>
> Islam adalah tentang wahyu yang mencerahkan dan yang
memberdayakan. Tentang
> kebenaran yang disebarluaskan Nabi Muhammad S.A.W, yang
terus berlaku
> hingga saat ini. Kita gembira melihat kantong-kantong
kemajuan dan
> kesejahteraan di dunia muslim, tapi sekaligus bersedih
melihat masih
> banyaknya kepapaan dan kemiskinan yang diderita Ummah di
bumi ini.
> Faktanya, memang sebagian besar komunitas Islam di dunia
berada dalam
> kondisi sosial-ekonomi yang memprihatinkan.
>
> Simaklah daftar 25 ekonomi terbesar dunia, yang
menempatkan Amerika Serikat
> pada posisi teratas dengan pendapatan domestik bruto
sekitar US$ 11
> triliun. Ternyata hanya tiga negara berpenduduk mayoritas
muslim yang
> berada dalam daftar ini: Turki, Indonesia, dan Arab Saudi.
>
> Tengoklah pula daftar 20 negara dengan neraca perdagangan
tertinggi. Tak
> satu pun negara Islam di dalamnya. Hal yang sama juga
terjadi jika kita
> menengok 30 negara terbagus dalam peringkat indeks
pembangunan manusia.
> Hanya, kalau kita kembangkan dalam kelompok 50 negara
terbaik, baru kita
> temukan lima komunitas muslim di antara peringkat 33 dan
47, yaitu Brunei,
> Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
>
> Negara Islam juga tak hadir dalam daftar 20 negara paling
bersaing di
> dunia. Mungkin karena kebanyakan warga muslim masih
terlalu sibuk untuk
> sekadar bertahan hidup sehingga tak sempat berpikir untuk
meningkatkan daya
> saing. Menurut UNICEF, setiap tahun sekitar 4,3 juta anak
balita di
> negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI)
meninggal karena
> penyakit menular yang sebetulnya mudah ditangkal dan
karena kekurangan gizi.
>
> Saya sangat prihatin bahwa setiap 30 menit seorang
perempuan Afgan
> meninggal saat melahirkan. Bahwa di kawasan Sub-Afrika
terjadi satu
> kematian dari setiap 15 kehamilan, jauh lebih tinggi
ketimbang rata-rata
> dunia satu kematian untuk setiap 74 kehamilan. Banyak anak
muslim tumbuh
> dalam tingkat kehidupan yang sulit. Hanya sekitar 60 persen
anak berusia
> sekolah di 17 negara OKI yang mampu menikmati pendidikan
SD. Selain itu,
> terdapat 8 juta orang dewasa warga negara anggota OKI di
Afrika yang
> menderita HIV-AIDS.
>
> Keadaan mengenaskan ini terjadi saat kita mulai memasuki
abad ke-21 di
> milenium ketiga, ketika sebagian besar masyarakat muslim
mengalami
> kesulitan dalam menghadapi dampak globalisasi. Mereka
melihat proses ini
> terjadi di semua lini kehidupan dan menyadari bahwa
globalisasi adalah
> sebuah keniscayaan, namun kebanyakan mereka tidak
memahami apa sebenarnya
> globalisasi itu dan bagaimana menghadapinya. Hanya sedikit
yang mengerti
> dan mengambil manfaat dari gejala dunia ini. Mereka paham
bahwa, selain
> mempunyai dampak negatif, globalisasi juga membuka
peluang bagi masyarakat
> untuk melompat ke arah kehidupan yang lebih baik.
>
> Selain menghadapi masalah sosial-ekonomi, sebagian
Ummah juga terbebani
> oleh konflik berdarah yang belum juga berhenti. Kita melihat
keresahan dan
> rasa ketakberdayaan meruap di banyak komunitas muslim,
terutama kalangan
> muda. Kegiatan terorisme dan radikalisme terus-menerus
membayangi komunitas
> kita. Kita juga menghadapi kecenderungan
Islamofobiaketakutan berlebihan
> terhadap Islam--yang terus berkembang. Krisis kartun
baru-baru ini
> menunjukkan sikap tidak toleran dan tak menghargai terhadap
Islam.
>
> Semua ini, harus saya akui, bukanlah gambaran yang indah.
Namun justru
> inilah tantangan yang harus dihadapi oleh Ummah sebagai
tantangannya di
> milenium ketiga. Sudah tiba saatnya bagi Ummah untuk
berhenti menyalahkan
> diri sendiri dan pihak lain atas berbagai nestapa yang
dialaminya. Ummah
> harus secara proaktif dan konstruktif mengatasi ketidakadilan
global,
> kebodohan, dan ketertinggalan yang banyak ditemukan di
dunia Islam dan
> menjadi lahan subur bagi pertumbuhan kelompok ekstrem
dan kaum teroris.
> Solusi atas permasalahan kita bergantung pada kita sebagai
Ummah dan hanya
> pada kita.
>
> Tapi, apa yang dapat dilakukan dunia Islam? Saya mempunyai
beberapa usul
> konstruktif yang layak dilakukan oleh Ummah di milenium
ketiga ini. Saya
> akan memulainya dengan gagasan bahwa Ummah harus
memanfaatkan teknologi dan
> modernitas dan harus memiliki semangat menjadi yang
terbaik. Islam bukan
> hanya agama damai, tapi juga agama kemajuan. Ingat
bagaimana Islam
> berkembang dari agama di kawasan ini menjadi peradaban
terhebat dunia pada
> abad ke-13, jauh lebih maju ketimbang peradaban di Eropa,
Asia, dan Afrika
> masa itu.
>
> Pada saat Ummah melewati milenium pertama, mereka telah
mendirikan
> Universitas Al-Azhar, membangun rumah sakit pertama,
menggunakan kompas,
> membuat kendaraan niaga yang canggih, dan memiliki
pengetahuan luas tentang
> astronomi, navigasi, kimia, dan konstruksi sipil.
>
> Namun, sesuatu kemudian terjadi. Pada saat Eropa
mengalami pencerahan
> selama 400 tahun, Ummah justru mengalami stagnasi. Ketika
Eropa memunculkan
> Galileo, Copernicus, Watt, Newton, Edison, dan Einstein,
dunia Islam malah
> semakin jauh tertinggal. Eropa menggantikan dunia Islam
sebagai inovator
> dunia, menghasilkan revolusi industri, transportasi,
komunikasi, dan
> informasi. Revolusi-revolusi yang telah dan sedang
mengubah dunia.
>
> Semua ini memberi pelajaran bagi kita: Ummah harus
melepaskan dirinya dari
> belenggu isolasi dan kurang percaya diri, dan
mengembangkan budaya
> kemajuan, baik di rumah, di sekolah, maupun di komunitas.
Globalisasi,
> menurut Thomas Friedman, telah menciptakan "dunia yang
rata" yang
> memungkinkan setiap orang bersaing secara adil.
Seharusnya bukan hanya
> India dan Cina yang maju pesat memanfaatkan globalisasi,
melainkan juga Ummah.
>
> Jika Ummah ingin mengambil manfaat ini, hal yang harus
dilakukan adalah
> mulai berpikir jauh ke depan. Para pelopor dunia Islam
melakukan hal ini
> pada zamannya dan mengubah dunia. Hal yang terus
dipertahankan kaum muslim
> hingga awal milenium kedua. Kini tiba saatnya bagi Ummah di
milenium ketiga
> untuk melakukan hal yang sama.
>
> (Kolom Majalah Tempo, 1 Mei 2006)
>
> *) Ringkasan pidato Presiden RI yang dibacakan di
Universitas Islam Imam
> Muhammad bin Sa'ud di Riyadh pada 16 April 2006.
>
> **) Presiden Republik Indonesia.
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

