dipaksakan Kaum Wahabi di Saudi Arabia? Atau seperti yang dipaksakan
oleh Taliban di Afghanistan itu?
Mau tahu apa yang sedang terjadi di Saudi Arabia dan Afghanistan
sekarang? Kalau yang di Afghanistan, sudah ada kemajuan menghargai
hak wanita kembali setelah AS menduduki negeri itu. Di Saudi, kini
kalangan mudanya mulai berani tidak mengenakan jilbab belabja di
toko-toko di beberapa kota internasional di tepi pantainya. Di kota-
kota lainnya di negara-negara Arab yang ada di jazirah Arabia pun
gerakan pembebasan dari paksaan kaum agama kolot inio sedang
berlangsung.
Generasi muda sudah mampu membaca Qur'an dan Hadis dengan kritis,
karenanya tifdak lagi berpegang kepada dogma ulama kuno dalam urusan
muamalat. Mereka membaca langsung kalimat "Tak ada paksaan dalam
beragama" itu, juga anjuran untuk "Kejarlah ilmu sampai kenegeri
Cina!" Jadi, buah fikiran mufasir kuno sedang digusur oleh buah
fikiran para pemuda dan pemudi yang otaknya encer dan kritis yang
bisa membedakan mana yang Hablumminallah (dogma) dan mana yang
Hablumminannas (muamalah dalam kehidupan sehari-hari). Juga mereka
tahu apa yang dimaksudkan dengan "ilmu" yang ada di negeri "Cina"
itu, itu artinya bukan ilmu agama melainkan ilmu sekuler dan
keragaman budaya lokalnya. Hal-hal ini diungkapkan dalam sebuah
tulisan menarik dalam majalah bulanan Smithsonian, dan sedang
menjadi pembicaraan di kalangan pemerhati Islam Arabia di AS.
Ikra.-
======
--- In [email protected], "Alvin Daniel"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> iya iya bu lina yth, sip deh...kalo ndak seneng Din saya kritik,
yo
> wissss...........
> okeh!
>
> terima kasih pencerahannya...
> damai ah...
>
> wassalam lagi...
>
>
>
>
>
> --- In [email protected], "Lina Dahlan"
> <linadahlan@> wrote:
> >
> > Apa sampeyan juga bukan menyerang pribadi Din yang orgnya
> gak
> > nangkring disini?
> >
> > Ya counter aja pernyataan saya itu bahwa sampeyan tidak
> menganalisa,
> > hanya terprovokasi cerita ttg sekelumit orang yang anarkis! Ini
> > kritik buat sampeyan biar lebih dewasa dalam membaca dan
> memahami
> > sesuatu bacaan.
> >
> > Sebelum ada fatwa, cerita soal penutupan dan penyerangan
> gereja juga
> > dah buanyak kok. Kalo sekarang di timbulkan lagi dan
> kemudian
> > dihubungkan dengan timbulnya fatwa tsb..kan bagus tuh utk
> konsumsi
> > politik spy timbul image..tuh kan gara2 fatwa...akhirnya mari
> > menentang fatwa...
> >
> > Mo ada fatwa ato gak, itu gak penting. Yang penting hukumnya
> jalan
> > gak? MUI boleh ngeluarin seribu fatwa, kalo hukumnya
> memble..ngapain?
> >
> > wass,
> > --- In [email protected], "Alvin Daniel"
> > <alvindaniel_net@> wrote:
> > >
> > > waduh dikau sensitif amat...dan tiba2 menyerang saya
> secara
> > > pribadi dgn statement dibawah...
> > > saya gak memulai loh dan malah saya gak menghina dikau
> > > duluan, hehehe...tapi up to you deh mau menghina
> > > apa...soookkk atuhh...kalau dikau tersinggung, boleh
> > > membalas...kan ini negara demokrasi.
> > >
> > > eh bu lina, btw....setelah 'fatwa anti-segala macam'
> > itu 'release',
> > > kenapa aksi penupupan dan penyerangan gereja 'liar' tiba2
> saja
> > > mencuat ke permukaan...yang sudah puluhan tahun
> lamanya
> > > tidak pernah dijadikan masalah...lalu yg paling parah adalah
> > > ahmadiyah yg sampai diobrak abrik oleh orang islam
> > > sendiri...dengan legitimasi dari fatwa MUI itu.
> > >
> > > itu aja sich...
> > >
> > > sensitif nih ngomongin agama yah...
> > > udah ah....
> > >
> > > wassalam juga....
> > >
> > >
> > >
> > >
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

