--- In [email protected], swara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bung Danar dan Ari,
>
> Anda bicara sempit sekali, anda memandang islam dengan cara yang
salah. kalo tidak mengerti soal islam jangan sekali2 ngomong soal2
yang berkaitan dengan islam.
> Kami agama yang damai, tapi bukan berarti lantas seenaknya diobok-
obok oleh agama lain. di agama kami tidak ada namanya islamisasi,
tapi justru kristenisasi yang banyak, nggak usah berkelit, ini fakta.
> ngomong saja masalah akik, jimat, atau hal lain2nya mungkin yang
berkaitan dengan kraton, itu lebih baik.  tapi jangan sekali2
ngomong soal islam..saya menghormati anda dan agama anda, tapi tlg
hormati agama kami.
>
> ------------------


DH: Lhooooo! nanti dulu.

Mbak Aris bersama HTInya ingin membuat negara kita yang indah
ini,menjadi negara Islam. Kalau bung tulis, kaum Non Islam tak usah
bicara mengenai Islam, kalau tak tahu, mah OK OK saja, untuk apa
kami buka Quran, yang bukan kitab kami? bicara mengenai Islam? tak
ada waktu lahhh..

Tetapi, mengapa kami harus mengakui agama yang bukan agama kami
sebagai dasar negara? Mengapa umat Katholik, umat Protestant, umat
Baptist, umat Advent, umat Buddha, umat Shikh, umat Konghucu menjadi
warga sebuah negara Islam?

Katanya kami tak usah mengurusi Islam, kok Islam mengurusi daripada
mengobarkan impian, mau dirikan negara Islam.

Yang menawar nawarkan ideologi Islam siapa? bukan kami kan? tapi
umat islam sendiri, macam mbak Aris dkk..

Atau?

DH





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke