Sementara umat ISlam di sini atau bahkan Ulamanya masih ragu atau menolak Syariat ISlam. Bagaimana seorang tua renta, sepuh, terzalimi oleh negara besar. Apalah seorang Abu Bakar Ba'asyir... Hanya karena keyakinan dan kerinduannya pada syariat ISlam.
Adakah motif ekonomi dan materi di sana? Adakah motif untuk dipuji atau popularitas disana? Adakah motif untuk menjadi seorang tokoh dan mendapatkan berbagai pernghargaan dari dunia Internasional? Beliau bertahan dan berjuang demi sesuatu yang ia yakini, imani dan prinsip hidup yang dipegang teguh. Yakni ISlam.....
Ya... saya menginsafi saya itu siapa, ilmu itu sangat terbatas sekali. Dosaku banyak, amalku sedikit. BAsic ilmu saya adalah ilmu eksak bukan ilmu agama, tapi aris memahami kalau menolak syariat Islam sebagian atau seluruhnya, berarti menolak apa yang tercantum dalam Al Quran. KAlau menolak isi kandungan dalam Al Quran, bagaimana seorang muslim mempertanggungkanjawabkan dirinya terhadap rukun iman kepada kitab Allah di hadapan Penciptanya.
Bahwa menolak syariat ISlam bisa membawa seseorang jatuh pada kekufuran...........logika dan rasionalitas saya masih normal........ Mungkin bila ada pemeluk agama lain ada yang menolak SI, masih dipandang wajar...karena mereka belum tahu dan belum merasakan didepan mata kondisi Syariat ISlam diterapkan.
Tapi bagaimana mungkin seorang muslim menolak aturan agamanya sendiri yakni Syariat ISlam? Logiskah?Rasionalkah? Apa yang salah? sedang mereka mengaku pemeluk agama Islam......
Hatiku bertanya-tanya lalu kenapa Seorang muslim memilih Islam sedangkan Syariatnya dia tinggalkan? Kenapa? Sudahkah seorang muslim telah berpikir pada dirinya konsekuensi ketika dia telah memilih Islam sebagai agamanya? Keistimewaan apa yang ada dalam ISlam yang membuat ia memilihnya dibanding yang lain? Seperti pemeluk agama lain memilih agamanya, karena dia mengganggap ada keistimewaan dibanding yang lain?
Adakah dalil dalam Al Quran dan HAdis, yang mengatakan bahwa syariat ISlam saat ini tidak sesuai dan cocok lagi dengan kondisi sekarang, sehingga dipaksa melar, elastis, atau bahkan ditinggalkan?
Bukankah dalam ajaran ISlam, ketika Syariat ISlam itu diterapkan, agama lain tak pernah dipaksa pindah agama.
RAsulullah contoh dari pengamalan ISlam, tak pernah secuil pun mengatakan SI tidak layak dalam segala kondisi. Beliau adalah gambaran sempurna pelaksana SYyariat ISlam. Beliau manusia seperti yang lain. SI bukanlah yang tidak mugkin. Sungguh berani sekali seorang muslim yang mengatakan ISlam tidak sesuai dengan saat ini sehingga tidak patut untuk diperjuangkan dan diterapkan serta dibuang.
Apakah orang yang mengatakan menolak syariat ISlam merasa dirinya lebih mulia dibanding RAsulullah.........sehingga berani membuat fatwa demikian.... ataukah dia takut akan.... resiko menerima dan mengusahakan SI kembali?
RAsulullah rela untuk diboikot, dicerca, dihina, disiksa, mau dbunuh... demi memperjuangkan SI itu terterapkan.
Ya Allah Ampuni saya atas kekhilafan yang ada an menyinggung perasaan banyak ornag. Saya memang masih banyak melakukan maksiat (melalaikan SI), ilmu agama mungkin kalah jauh dengan banyak rekan-rekan, namun Insya Allah tak akan sekali pun saya mengatakan menolak syariat Islam, saya akan mendukung individu, kelompok atau siapapun yang akan berjuang demi SI. Maka Ya Wahhab berilah keistiqomahan dalam diri makhluk lemah ini, makhluk sebutir debu diantara seluruh ciptaan-MU. saya bukan apa- apa namun Allah tak pernah menyia-nyiakan makhluknya.
salam,
aris
heheheheeee..
kalo ada 2 @ listy.. trus.. hasilnya berapa.. ????
ya udahhhhh.. mungkin memang masih dalam masa pencarian.. semoga baik2 saja..:)
wassalam.
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Ari Condro
Sent: Tuesday, May 02, 2006 9:11 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [ppiindia] "Menjenguk Ustadz Abu"
2. @ mbak listy, saya ikutan milisan buat belajar berargumen dan belajar
memainkan esmosi saya sendiri. jadi saya memang sedang menempuh jalan yang
ebrbeda dengan jalannya kang gazele run. pendeknya, saya sedang berusaha
mengkis semua hal yang dulunya saya percayai. saya ingin melihat setelah
itu diri saya akan terisi dengan apa saja. jadi kalau ada yang merasa
kepercayaannya di singgung, ya mohon maaf, pada hakikatnya saya sedang
menertawakan diri sendiri. btw, kalo ternyata saya kesetanan atau kerasukan
dan menurut anda perlu di tolong, buru buru selamatkan saya yah !
kamsahanimda.
Ari Condro
On 5/2/06, Saeful Rohman wrote:
>
> pola tangkap ulama bukan barang baru bagi saya untuk menghabisi Islam,
> Saya sampai saat ini berpikir JI itu ada ga sih atau yang lebih besar Al
> qaeda itu ada ga sih. seharusnya kita kritis menyikapi
> berbagai masalah ini. Saya tahu bahwa ustad Abu lebih blak blakan
> dibandingkan para cendekiawan yang ada di Indonesia ketika berbicara Amerika
> jadi simple aja comot lah dia beri label macem-macem
> termasuk teroris. Pasang di media pro barat si A atau lembaga B teroris
> atau sarang teroris jadi. Pola seperti ini diadopsi oleh Israel yang
> mengatakan Hamas teroris padahal realnya kalau kita sadar
> siapa teroris sebenarnya.
> Jadi alangkah baiknya kita melihat sesuatu dengan cermat dan kritis. Kita
> jangan terpengaruh bulat-bulat oleh informasi media yang saat ini dianggap
> seperti tuhan
>
> -----Original Message-----
> From: "Ari Condro"
> To: [email protected]
> Date: Mon, 1 May 2006 20:14:44 +0700
> Subject: Re: [ppiindia] "Menjenguk Ustadz Abu"
>
> > lha piye mbak, lha udah bolak balik ketangkap,
> > yg jaringan teroris ini rata rata pernah nyantri di
> > pesantren yg ada hubungannya sama mbah ba'asyir.
> >
> > pesantren di malaysia, punya mbah ba'asyir
> > pesantren di lamongan, yg mendirikan adalah
> > santri jebolan pesantren ngrukinya mbak ba'asyir
> >
> > santri ngruki bolak balik ketangkap di filipin,
> > di thailand, di malaysia, juga indoensia sendiri.
> >
> > ada pola gitu lho .... :D
> >
> > On 5/1/06, Listy
wrote:
> > >
> > > Ari dan Aris.. cuma beda di huruf "S" aja.. hihihihiiiiii...
> > >
> > > mbok yo.. sing sabar...:)
> > >
.
_____
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
pustaka tani
nuraulia
---------------------------------
New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

