digunakan setiap hari oleh Kota Vienna. Austria memegang beberapa
patent dalam bidang Wastes Management ini. Di kota Vienna ada
beberapa Sumber Pemanasan Pusat (Central Heating) untuk memansakan
appartment dimasa winter, dengan menggunakan sisa sampah.
Banyak gelar doktor diberikan oleh Universitas Tekhnik Vienna (FU
Wien) untuk bidang ini. salah satu gurubesarnya, adalah Prof. Dr.
Brunner, yang meraih gelar doktor di Swiss, Austria dan US.
Kalau ada municipality di Indonesia (kotapraja dan sejenis), yang
ingin menggunakan tekhnologi ini, silakan beritahu, kami dari
Austria juga men-supply mesin mesin dan equipments serta tekhnologi
yang dibutuhkan. bank dimana saya mengabdi, memberikan ratusan juta
dollar kredit kepada Indonesia, mulai dari Krakatau Steel, sampai
PJKA, PLN, dan RS RS, seperti Dr. Cipto. Austria juga mendidik
insinyur pertanian dari Indonesia. beberapa saya tahu dari GaMa,
juga dari Makassar (Mekanisasi Pertanian).
Kota Vienna saja, yang hanya berpenduduk 1,7 juta, cukup
menghasilkan sampah yang mencukupi untuk dijadikan bahan bakar,
apalagi kota kota besar di tanah Air. Kota kota besar di Eropa rata
rata hanya berpenduduk sekitar 1 sampai 2 juta. Roma, Vienna,
London, Amsterdam, Paris, dll.
Salam promosi
Danardono
--- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Sekaliyan promosi boleh kan....^_^
> salam,
> aris
> http://www.republika.co.id/Online_detail.asp?id=245953&kat_id=23
> Minggu, 30 April 2006 19:38:00
> Sampah Kota Bisa Berkurang 72,33 Persen dengan Model Sentra Energi
Biomassa
>
>
> Bogor-RoL-- Sebuah riset yang dilakukan oleh mahasiswa S3 Ilmu
Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana
Institut Pertanian Bogor (IPB), Achmad Sjamsu Anwar menemukan sebuah
solusi untuk menangani sampah di perkotaan, yang disebutnya "Model
Sentra Energi Berbasis Biomassa".
> "Model sentra energi berbasis biomassa dapat memberikan
perlindungan lingkungan dalam bentuk proporsi reduksi (pengurangan)
28,54 persen hingga 72,33 persen sampah harian yang dipergunakan
oleh sentra energi," katanya di Bogor, Ahad.
> Penelitian yang dilakukannya itu adalah juga riset hasil
disertasinya di IPB untuk meraih gelar doktor, dan secara terbuka
telah dipaparkan di depan komisi penguji yang terdiri dari Prof Sri
Saeni, Prof Hasyim Bintoro Djoefrie, Prof Koeswardhono Mudikdjo,
pekan lalu di Rektorat Kampus IPB Darmaga.
> Achmad Sjamsu Anwar, yang juga staf pengajar di Universitas
Jayabaya telah berhasil meneliti Model Sentra Energi Berbasis
Biomassa di kawasan Bogor, DKI Jakarta dan Purwakarta, yang bisa
menjadi solusi penanganan sampah kota.
> Ia menjelaskan, model sentra energi berbasis biomassa juga
mempunyai kelayakan usaha yang baik, mencakup aspek penyediaan bahan
baku, penguasaan teknologi, dan finansial.
> "Oleh karena itu, model ini bisa diwujudkan pada suatu kawasan
yang tidak terlalu luas. Misalnya, setingkat kecamatan atau
setingkat desa di pulau Jawa," katanya.
> Menurut dia, biomassa ini merupakan gas bio yang dihasilkan dari
proses fermentasi anaerobik bahan organik yang terdiri dari tujuh
macam, tiga jenis bahan organik tunggal dan empat jenis bahan
orgnaik campuran.
> Bahan organik tunggal adalah sampah kota, angsana (Pterocarpus
indicus Wild) segar, rumput gajah dan (Penisitum purpureum K.Schum)
segar.
> Sedangkan bahan organik campuran terdiri dari empat macam
komposisi campuran ketiga bahan organik tunggal. Empat macam
komposisi campuran itu yakni, pertama: Campuran sepertiga masing-
masing bahan tunggal (A), kedua, campuran masing-masing bahan
tunggal dan proporsi sampah setengah total seluruhnya (B).
> Ketiga, komposisi dengan rumput dominan sebesar setengah bagian
dan kedua bahan jenis lainnya masing-masing seperempat bagian (C),
dan keempat, komposisi dengan daun-ranting dominan sebesar setengah
bagian dan kedua jenis bahan organik lain masing-masing seperempat
bagian (D).
> Percobaan tujuh komposisi tersebut dilakukan tiga kali ulangan
dengan total berat kering masing-masing 4,97 kg.
> Dari penelitian selama 13 bulan sejak Agustus 2004 sampai
Agustus 2005, ditemukan produksi gas bio berlangsung dalam waktu
fermentasi 49 hari sampai 55 hari.
> Waktu fermentasi tercepat untuk bahan rumput gajah yang
berlangsung selama 49 hari dan waktu terlama untuk bahan sampah
dengan waktu rata-rata 55 hari. "Perbedaan waktu fermentasi terjadi
selain pengaruh jenis bahan juga karena adanya perbedaan luas
permukaan bahan. Rumput gajah memiliki luas permukaan bahan yang
lebih besar dibanding sampah," katanya.
> Rata-rata hasil produksi gas bio pada masing-masing berat kering
4,97 kg untuk bahan tunggal sampah 1075,9 liter, rumput gajah segar
1533,0 liter, daun angsana segar 1726,0 liter.
> Produksi gas bio yang sama juga terjadi pada bahan campuran,
untuk bahan A seberat 1485,9 liter, bahan B seberat 1343, 6 liter,
bahan C seberat 1520,4 liter dan bahan D seberat 1569,9 liter, kata
Achmad Sjamsu Anwar, yang akhirnya dinyatakan lulus sebagai doktor
baru yang dihasilkan IPB. antara/pur
>
>
>
> pustaka tani
> nuraulia
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Mail goes everywhere you do. Get it on your phone.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

