om danar, masalahnya begini...semua orang yg punya kecap
merasa kecapnya yang Nomor Satu!
hehehe...

gimana tuh??

salam kecap ....



>
> DH: Ha ha ha ini gampang mas. Kita masuk toko pakaian.
Isinya macam
> macam, warnanya dan bahannya. Mungkin kualitas dan
harganya beda
> beda, tapi tujuannya semua sama, menjadi busana. nah, yang
keluar
> dari toko pakaian itu kan memilih baju berbeda, walau semua
membeli
> busana, ya kan?
>
> Yang beda dalam agama kan bukan isinya, yakni memuja
sang Pencipta
> kan? tapi ritualnya. Misale saya suka agama dimana saya
bedoa dalam
> bahasa saya, dan saya tak percaya ada makanan yang haram.
Saya tak
> suka aturan busana, yang penting susila dan sopan, tak
melecehkan
> siapa siapa. Misalnya. Ya agama itulah yang saya pilih, gitu
lho.
>
> Kayak kecap, kan ada yang rasanya begini ada yang begitu.
tapi
> fungsinya sama kan? untuk meng-kecapi..ya kan?
>
> salam
>
> danardono
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke