Puisi "KOM" sudah saya bacakan di Radio VOA kemarin petang di Washington DC dan tentulah sampainya ke negeri kita pada pagi hari berikutnya, bukan?
Juga saya mengungkapkan bahwa di dalam puisi itu ada episode-episode kisah nyata tentang apa yang dilakukan Pram selaku aktivis Lekra organisasi onderbow PKI itu di zaman kekuasaan BK di masa Perang Dingin masih berkecamuk, dan juga para pengikutnya yang menjadi anggota organisasi onderbow PKI itu di daerah-daerah.
Juga saya bandingkan karya sastra Pram tetralogi dari Pulau Buru itu dengan karya sastra Putu Wijaya, Iwan Simatupang, Ahmad Tohari, Budi Darma, Mochtar Lubis, Abdul Muis, Hamka dll. Semua karya sastra kita itu patut dijadikan bahan bacaan di ranah pendidikan resmi kita. Bagi saya pribadi karya sastra yang saya jagokan adalah karya Iwan Simatupang dan Putu Wijaya, karena di dalamnya mengandung unsur eksperimen yang berhasil sehinggi bisa dikatakan ada unsur inovatif di dalamnya, sedangkan karya Pram tidak. Karya Pram itu bagi saya merupakan karya realisme formal yang tradisional saja. Harus diakui dia berhasil baik dalam hal ini, tetapi ada sedikit kekurangannya yaitu masih ada unsur "mengajari" (baca: pendidikan) di dalamnya, dan menurut selera saya yang mengagungkan karya seni yang murni, ini mengurangi nilainya. Tidak dengan dalam karya Putu Wijaya, Iwan Simatupang, Ahmad Tohari dan Budi Darma. Tentu, ini pendapat dan selera pribadi saya.
Tentang puisi saya itu sendiri, yang saya bacakan kemarin itu, ada beberapa editing di sana-sini lagi, jadi saya kirimkan kembali seutuhnya di sini:
Ikranagara:
KOM
1989
tembok berlin-mu
sirna
digusur angin deras globalisasi akhir abad-20
internationale-mu
dari juang
kepal tinju
genggam senjata
pena
garang
jadi nyanyi berkabung iringi jenazah-jenazah
dari almarhum negeri ke negeri almarhum
satu persatu
sampai juga
ke karet
pram-mu yang dianiaya di pulau buru
tanpa hakim tanpa keadilan
bertahun-tahun dijadikan tapol
manusia indonesia di bumi indonesianya sendiri
berakhir nafasnya
di bulan chairil abad-21
dialah pram-mu yang paling gading
gading pun
tak ada yang tak retak dan retak
gara-gara cuaca ganas
musim paceklik
perang dingin
dialah yang mengibarkan bendera propaganda zhdanov
seperti stalin seperti mao seperti gang of four
seperti gorki
gading
memang
tak ada yang tak retak
dialah yang mengobrak-abrik dokter zhivago di gunung agung
bayang-bayangnya melingkupi kepulauan nusantara
panjang
berbari-baris
berderap-derap
kibaskan palu arit
nyanyikan darah rakyat
sampai juga ke kota kelahiran
jadi obor
menyala
garang
maka
demokrasi kita
di bawah lindungan kabah
pun
mereka sulut
di jalan beraspal kasar berlobang-lobang
mereka sulut onggokan karya kreatif
karya kaum humanis universil
jadi unggun menyala
jadi abu
menggelepar
mengkretek
diterpa angin deras cuaca panas musim perang dingin
pram-mu yang dianiaya di pulau buru
berakhir nafasnya di bulan chairil abad-21
tak lagi bisa menjawab
pertanyaanku ini: pram?
ironikah namanya
bagi jenazah seorang atheis
penganut materialisme marxis
dimandikan-disolatkan?
internationale berkumandang
kuyu
layu
taburan bunga rampai red azalea
diterpa angin deras musim globalisasi
di karet
di karet
internationale
pun
almarhum
twinbrook di tepi rock creek, 30 April 2006
Setelah ini, saya akan mengirimkan puisi saya yang berjudul "Ceri" sebagaimana pernah saya janjikan. Karena itu puisi panjang, maka akan saya kirimkan sepotong-sepotong. Tunggu kiriman saya!
Ikra.-
======
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

