Kematian adalah "ciptaan" Tuhan,Allah atau Yang Maha Kuasa, kematian akan dialami setiap insan hidup didunia ini ,tidak ada satu insan hiduppun yang bisa lolos atau mengelak-kan "ciptaan" Tuhan,Allah dan Yang Maha Kuasa.
Tapi bagiku, "ciptaan" ini yang bisa dikatakan "adil" karena berlaku buat semua insan hidup, terasa ada kejanggalannya yang terasa tidak adil.
Satu contoh rieel dalam fakta dilapangan ada kejadian ini beberapa tahun yll, kejadian yang dialami oleh Kerry Packer, orang terkaya di Australia. Sewaktu dia bermain berolah raga polo, dia terjatuh dan kena serangan jantung yang dahsyat. Karena dia seorang kaya raya, segera helikopter menjemput dan membawa dia ke RS untuk di berikan bantuan medis. Diperjalanan sudah beberapa saat dia tidak bernapas lagi, tapi paramedic menguatkan kembali jantungnya. Sampai di RS menunggu sudah Dr.Victor Cheng(almarhum) dan menjalankan operasi terhadap pasien kaya raya ini si Kerry Packer.
What is the moral behind this story.....tidak lain yalah apabila sampeyan kaya raya sampeyan akan dan bisa memperpanjang usia anda. Tapi sebaliknya apabila sampeyan kere....mana bisa sampeyan ditolong dengan kwalitas pertolongan yang diberikan kepada seorang kaya? Inilah namanya ketidak adilan yang dipertunjukan oleh Tuhan,Allah dan Yang Maha Kuasa. Jadi ketidak adilan terjadi dan Tuhan,Allah dan Yang Maha Kuasa masih pilih kasih terhadap ciptaannya si manusia. Sampayan kaya ,sampeyan akan mendapatkan servis VIP dari Tuhan<Allah dan Yang Maha Kuasa. Sampeyan kere, sampeyan akan terlantar dan segera akan menemui kematian.
Walaupun Suharto telah digulingkan dan rakyat sudah tidak menghendaki dia menduduki puncak pemerintahan yang digagahi selama 32 tahun. Tapi akan menuju ke alam bakapun bagi orang yang pernah punya kedudukan (dan nyatanya memang sampai saat ini masih dia punyai kedudukan itu) tak tanggung2 semua perhatian VIP tertumpah untuk Suharto. Disinilah terjadi : adanya paradox kehidupan......Tuhan,Allah dan Yang Maha Kuasa rupanya bersifat diskriminatip kepada orang....manusia yang Dia ciptakan sendiri.
But that's Life, simple as that! Sampeyan kaya raya, the world is under your feet, sampeyan kere.....sampeyan akan terbuang tanpa kehormatan. Simple bukian?
Belum lagi the aftermath, setelah Suharto dipanggil Khalik-nya, masih bisa diharapkan bahwa Suharto akan diangkat sebagai patriot, bapak pembangunan, the smiling general dan akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan. Siapa tahu, di Indonesia banyak terjadi kejadian"ajaib", semua dosa2nya Suharto (kalau ada?) tidak ada orang yang mau tahu. Apakah ini suatu "justice at work" baik ditinjau dari aspek sang Khalik yang mencipta-in "kematian" dan penilaian sang manusia terhadap manusia lain dalam hal "kematian"?
Harry Adinegara
Doctors treating ailing former Indonesian dictator Suharto said Friday his "condition is weak" but that he was conscious after being admitted to hospital for intestinal bleeding.
Suharto
They said Suharto, 84, was receiving a blood transfusion while medical staff tried to stop the bleeding.
"The condition of Suharto right now has not been stabilized, but he is still conscious and he still recognized his family, but his condition is weak," said presidential doctor Brig. Gen. Marjo Subiandono.
A second doctor, Arrie Harijanto, said Suharto's condition was "an emergency."
"We are now observing Suharto, trying to stop the bleeding because he is in the phase of emergency, because intestinal bleeding is continuing," Harijanto said at Pertamina Hospital in Jakarta, the capital.
Suharto was admitted to the hospital on Thursday evening after complaining he felt "very weak," Harijanto said. Tests showed a low count of hemoglobin, or red blood cells carrying oxygen, and he was given a blood transfusion later in the night.
It was the fourth time since May 2004 that Suharto has been admitted to hospital for intestinal bleeding, including a weeklong stay a year ago.
Suharto, who turns 85 in June, suffered permanent brain damage resulting from two strokes after his downfall in 1998.
A former general, he rose to power by crushing Indonesia's communist movement. He ruled the vast nation of 220 million for 32 years with a tough hand, only to be chased from office by street protests, reports the AP.
I.L.
---------------------------------
On Yahoo!7
360°: Your own space to share what you want with who you want!
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

