kasar. Padahal tidak sama sekali. Ada mekanismenya yang memang harus dilalui. bahkan tata cara pelaksanaanyapun harus sopan dan beradab. Saya berpikir kenapa kita tidak mengaplikasikan sesuatu yang
baik. Islam bukan sebuah agama yang eksklusif, Islam bukan milik muslim saja Islam adalah milik semua manusia, Bukankah Islam adalah rahmat untuk alam ini. Jadi bagi saudara kita yang melihat Islam
sebagai sebuah monster bagi manusia, lihatlah Islam secara utuh, jangan setengah-setengah, Islam jangan dilihat dari arah pinggir saja tapi depan belakang juga harus dilihat sehingga bisa terlihat utuh.
ada beberapa masukan untuk pak saeful mujani.
1. Kalau beranggapan bahwa para politisi memang sering bertindak oportunis, bisa jadi tapi jangan dilihat menyeluruh.Banyak orang-orang yang konsisten dengan pendapatnya. saudaraku yang ada di
berbagai partai baik PKS, PAN, PKB dan lainnya banyak yang konsisten dengan pendapatnya. Khusus apabila berbicara saudara kita yang ada di PKS, teramat jauh kalau mereka menginginkan kepopuleran
pribadi apalagi untuk mempolpulerkan partai, terlalu jauh, memang partai dibangun untuk merebut kekuasaan tapi bukan berarti menghalalkan segala cara untuk mencapai hasil. Walaupun atribut Islam
melekat namun bukan berarti apa-apa yang berlabel Islam harus diterapkan.
2. UUD dan pancasila dihapus ? terlalu jauh hal itu akan terjadi. Islam tidak mengajarkan umatnya menjadi diktator dan semena-mena terhadap orang lain baik seakidah maupun tidak. Bahkan Islam sangat
melindungi non muslim seperti apa yang dipraktekan Rasulullah Muhammad SAW.Penerapan hukum Islam tidak bisa serta merta terjadi tapi melalui berbagai tahapan. Bukan seperti sulap. Tidak mungkin PKS
saat ini berkuasa besoknya semuanya berubah. KIta hanya bisa ber amar ma'ruf nahi munkar. BUkankah piagam jakarta itu tidak dijadikan dasar negara padahal banyak diantara mereka adalah pemuka Islam ?
Insya Allah tidak akan terjadi penghapusan UUD dan pancasila kalau PKS berkuasa. Contoh kecil adalah jakarta bukankah PKS mayoritas disana tapi tidak adakan yang namanya revolusi perda ?
3. Ketika kita balik bertanya, demokrasi itu seperti apa ? kata siapa Islam tidak demokrasi, contohlah ketika era khalifaturrasyidin, sahabat utama yang empat, Penasehat itu ada pengawas itu ada,
pengadil juga ada, kalau rujukannya trias politicanya amerika sebagai demokrasi, jauh sekali, seorang preseiden di awasi langsung oleh rakyatnya bahkan bisa disuruh oleh rakyatnya, dikritik
habis-habisan oleh rakyatnya, dan mereka menerima dengan lapang dada, Amerika jauh sekali bagaikan bumi dan langit. perang dan revolusi ? Islam menempatkan sesuatu secara tepat. kapan perang kapan
revolusi, contoh Iran, pak Mujani adalah seorang intelektual jadi tak perlu dijelaskan bagaimana revolusi Iran.Bukankah disana ada juga pemilu pak ? jadi tolak ukur demokrasi itu seperti apa ?
berdasarkan kacamata amerika kah ? lalu kalau anda melihat negara-negara di timur tengah yang mayoritas kerajaan, ini dia yang tidak diajarkan oleh Rasulullah, mungkin pak Mujani bisa memberikan
contoh bahwa perang dan revolusi adalah bagian dari pembangunan sebuah negara yang berlandaskan Islam ?
wallahualam bishawab
To: [email protected]
Date: 6 May 2006 04:18:07 -0000
Subject: [ppiindia] Kiriman Artikel: Pelajaran dari Parlemen Syariat
> Berikut kiriman berita dari teman Anda yang beralamat di: [EMAIL PROTECTED]
> -------------------------------------
> Pesan pengirim:
> Siap - siap bubar NKRI
> -------------------------------------
> IslamLib.com, Senin, 1 Mei 2006
>
> Pelajaran dari Parlemen Syariat
>
> Oleh: Saiful Mujani
>
>
> Tidak satupun fraksi di DPR yang punya opsi agar syariat Islam hanya berlaku bagi warga Muslim ataupun bukan Muslim yang percaya pada syariat sebagai hukum positif yang harus dilaksanakan negara.
> PDI Perjuangan yang sangat mengedepankan pluralisme faham dan praktek keagamaan Islam pun tidak memilih kemungkinan ini. Partai Damai Sejahtera yang dikenal sebagai Partai Kristen pun berpandangan
> kurang lebih sama bahwa syariat Islam berlaku di Aceh bagi yang beragama Islam. Sementara PKS berpandangan bahwa syariat Islam berlaku bagi siapapun yang berada di Aceh. Pandangan PKS ini tidak
> mengejutkan.
>
> Sikap Golkar, PD, PKB, PAN, dan PPP berada di tengah antara sikap PDS dan PKS dengan derajat perbedaan tertentu. Kalau digunakan kerangka Piagam Jakarta di mana semua yang beragama Islam wajib
> menjalankan syariat Islam, maka aspirasi yang sedang berkembang dalam pembahasan RUU Pemerintah Aceh ini adalah aspirasi Piagam Jakarta. Apa yang terjadi di parlemen adalah gambaran terjadinya
> konsensus untuk menerima Piagam Jakarta. Bahkan PKS bersuara lebih mundur dibanding Piagam Jakarta untuk kasus Aceh ini.
>
> Tiga pelajaran dapat dipetik dari aspirasi yang berkembang di parlemen syariat ini. Pertama, semua elite politik pada dasarnya berperilaku oportunis, termasuk untuk masalah yang mendasar
> sekalipun. PDS ataupun PDI Perjuangan yang seharusnya menentang penerapan syariat Islam di dalam NKRI, termasuk di Aceh, ternyata menerima keharusan pemberlakuan syariat Islam di Aceh bagi yang
> beragama Islam. Oportunisme ini bersumber dari persepsi bahwa rakyat Aceh memang menghendaki diatur oleh syariat. Menolak aspirasi ini akan membuat partai tidak populer. Tidak ada lagi kekuatan
> politik yang betul-betul konsisten dengan konstitusi kita. Ini kemunduran luar biasa dalam kehidupan berbangsa.
>
> Kedua, bila secara politik dimungkinkan, konstitusi kita (UU Dasar dan Pancasila) yang inklusif dalam soal kehidupan kegamaan kemungkinan besar diubah menjadi konstitusi Islam yang eksklusif. Kalau
> PKS menjadi partai besar dan menguasai parlemen sangat mungkin UUD dan Pancasila dihapus, dan Indonesia dirubah menjadi negara Islam seperti yang pernah diperjuangkan oleh Darul Islam tahun 50-an
> dulu. Hubungan Islam dan negara-bangsa nampaknya belum selesai di negeri ini. UUD dan Pancasila sebagai konstitusi kita dalam bernegara sekarang nampaknya bukan kesepakatan final bangsa.
> Penghapusan terhadapnya akan terjadi bila kekuatan politik memungkinkan. Misalnya bila PKS menjadi kekuatan mayoritas di parlemen.
>
> Ketiga, negara Islam dapat dibangun dengan prosedur demokrasi. Dalam sejarah tidak ada negara Islam, yakni kehidupan warga di dalamnya diatur dengan hukum Islam, yang dibangun secara demokratis.
> Semuanya dengan perang atau revolusi. Pemerintahan Aceh yang akan memberlakukan hukum Islam itu adalah kasus baru. Ia dibangun oleh anggota parlemen yang merupakan hasil pemilu demokratis 2004.
> Demokrasi memang dapat melumpuhkan nilai-nilai demokrasi yang fundamental seperti faham negara sekuler dan pluralisme internal kehidupan keagamaan bila jatuh di tangan wakil-wakil rakyat yang
> miskin nilai-nilai demokrasi tersebut. Demokrasi kita ternyata masih miskin kaum demokrat.
>
>
>
> Versi asli dapat dibaca di:
> http://islamlib.com/id/page.php?page=article&id=1039
>
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

