Sebab memburuknya hubungan AS Iran disampaikan Ahmadinejad dalam
suratnya kepada Bush
Apapun isi dan maksud surat tersebut, Amerika Serikat berkewajiban untuk
menanggapinya.
Surat Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad kepada lawan politiknya Presiden
Amerika Serikat George W. Bush diperlakukan dengan sangat hati-hati. Di
Teheran, surat tersebut tidak bertajuk surat terbuka. Sementara
Washington awalnya membantah telah menerima surat sepanjang 18 halaman
itu. Setelah isu tersebut terbukti benar, Washington menampik dengan
menyatakan, surat tersebut tak menyajikan hal baru. Isinya tidak relevan
sehingga Washington menolak untuk mempublikasikannya.
Pernyataan Washington tidak benar. Kenyataan bahwa seorang presiden Iran
mengirimkan surat pada presiden Amerika Serikat merupakan suatu hal yang
baru. Ini perlu dibahas. Walau surat Ahmadinejad tersebut hanya
merupakan upaya diplomatis Teheran untuk membelokkan resolusi yang
bersifat anti-Iran. Apakah surat itu berdampak pada pertemuan lima
anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman di New York? Jawabannya
tidak. Pertemuan tersebut tak lebih dari jamuan makan malam tanpa hasil
nyata. Di akhir pertemuan yang tersisa hanya kesadaran bahwa keenam
negara itu gagal menyepakati strategi bersama dalam menghadapi Iran.
Berbeda dengan situasi 25 tahun lalu. Saat itu DK PBB dengan suara bulat
meluncurkan Resolusi no 487. Masyarakat dunia, diantaranya Amerika
Serikat, mengecam keras Israel yang membom reaktor nuklir Osirak di
dekat kota Bagdad. Israel berargumen, serangan tersebut adalah kebijakan
preventif untuk membela diri sesuai dengan pasal 51 Charta PBB. Namun,
alasan tersebut ditolak dunia internasional. Irak diberi hak untuk
melakukan riset atom untuk keperluan damai. Bahkan ketika itu, Israel
ditekan untuk mengganti kerugian Irak dan segera menanda-tangani
perjanjian non-proliferasi.
Masa-masa itu tampak telah dilupakan pemerintah Amerika Serikat.
Sebenarnya, keretakan hubungan antara Iran dan Barat sudah tampak, saat
itu. Barat khawatir rezim di Iran makin kuat. Karena itu dukungan Barat
bagi pemimpin Irak Saddam Hussein, yang waktu itu merupakan lawan Iran,
cukup besar. 25 tahun lalu Barat memilih untuk berpihak pada lawan Iran
dengan mengecam perbuatan Israel.
Kini, 25 tahun setelahnya, Saddam Hussein dihadapkan pada pengadilan dan
Iran dikecam karena melakukan riset atom. Padahal dulu Irak diberi hak
yang sama, yaitu untuk melakukan riset nuklir untuk keperluan damai. Ini
tidak mencerminkan sikap diplomatis yang konsekuen. Tak heran, anggota
DK tak kunjung berhasil menemukan satu strategi bersama. Tambahan lagi,
Rusia dan Cina masing-masing memiliki kepentingan ekonomi di Iran.
Menurut pihak Iran, surat Ahmadinejad kepada Bush antara lain mengulas
sebab-sebab kerenggangan hubungan antara Iran dan Amerika Serikat. Jadi
memang salah menyatakan bahwa surat itu tidak penting. Sejarah telah
membuktikannya.
http://www2.dw-world.de/indonesia/politik/1.181463.1.html
*
Indonesia Dukung Proyek Nuklir Bertujuan Damai Iran
Masalah Atom Iran juga akan dibahas dalam Konfrensi Tingkat Tinggi D8 di
Bali
Indonesia menyatakan dukungannya atas pengembangan nuklir untuk tujuan
damai. Demikian dinyatakan Menteri Luar Negri Hassan Wirajuda menjelang
kedatangan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ke Indonesia, Rabu (10/5)
ini.
Sehubungan dengan kunjungan Presiden iran Mahmud Ahmadinejad ke Jakarta,
pemerintah Indonesia menyatakan mendukung pengembangan nuklir untuk
tujuan damai. Namun menolak penyebaran senjata nuklir. Pernyataan
Menteri Luar Negeri Indonesia Hassan Wirajuda ini akan menjadi dasar
sikap Indonesia dalam Pertemuan Konfrensi Tingkat Tinggi KTT D8 di
Bali.
Lebih lanjut Wirajuda menyatakan, pengembangan nuklir untuk tujuan
damai, khususnya untuk energi merupakan hak mendasar bagi setiap negara.
Diharapkan pula, bahwa pengembangan nuklir Iran dilakukan secara
transparan dan memenuhi kaedah-kaedah dan standar Badan Energi Atom
Internasional IAEA. Wirajuda mengungkapkan, yang menjadi masalah utama
dalam sengketa atom Iran adalah masalah kepercayaan. Oleh sebab itu
perlu dibangunnya rasa saling percaya.
Sikap itu akan dinyatakan Indonesia dalam pertemuan Konfrensi Tingkat
Tinggi KTT D8 di Bali, yang dihadiri pimpinan beberapa negara yang
penduduknya padat dan mayoritas Muslim, seperti Turki, Bangladesh dan
Mesir.
Selama ini negara-negara Barat berpendapat, Iran mengayakan uranium
untuk membuat senjata nuklir. Tetapi Teheran menyangkal tuduhan itu dan
mengatakan mereka hanya mengembangan teknologi nuklir.
Wakil Ketua Indonesian Society for Middle East Smith Al Hadar
mengatakan, tak mengherankan bahwa Indonesia menunjukan dukungannya
terhadap Iran dalam menghadapi krisis nuklir. Sebab Indonesia punya
ketergantungan pada harga minyak dunia. Iran sebagai salah satu produsen
minyak terbesar di dunia punya pengaruh cukup kuat dalam menentukan
harga minyak.
Pengamat politik luar negeri Bantarto Bandoro melihat, Indonesia memang
tepat dengan mengambil langkah sebagai fasilitator pertemuan D8. Dalam
hal ini Indonesia lebih terlihat sebagai penengah untuk dapat membantu
mencari jalan keluar krisis nuklir Iran.
Saat ini Iran menyatakan tidak peduli terhadap rancangan resolusi PBB
yang menyerukan agar Iran menghentikan pengayaan uranium atau menghadapi
sanksi. Presiden Mahmud Ahmadinejad menyebutkan rancangan resolusi itu
tidak sah. Bahkan Iran mengancam akan menarik diri dari Perjanjian
Larangan Penyebarluasan Nuklir jika Dewan Keamanan PBB memperbolehkan
tindakan militer karena Iran meneruskan pengayaan uranium. Inggris dan
Prancislah yang merancang resolusi tindakan militer itu, dengan
didukung Amerika. Pemungutan suara terhadap resolusi itu mungkin akan
dilakukan pekan depan. Rusia dan Cina sebagai anggota tetap DK PBB
telah menyatakan keberatan terhadap rancangan resolusi ini.
http://www2.dw-world.de/indonesia/Tagesthema/1.181510.1.html
*
Amerika desak diplomasi dalam krisis Iran
Surat dikirimkan saat hubungan Washington-Teheran tegang
Presiden Bush mengatakan diplomasi adalah "pilihan nomor satu" untuk
menyelesaikan sengketa nuklir dengan Iran.
Bush berbicara setelah para mentri luar negri negara anggota tetap Dewan
Keamanan PBB bertemu di New York, namun gagal untuk mencari cara
menangani masalah itu.
Sementara itu, Gedung Putih mengatakan tidak akan menanggapi surat yang
dikirim Presiden Iran kepada Bush.
Mentri luar negri Condoleezza Rice menyebut surat itu "tidak menawarkan
sesuatu yang baru".
Sebelumnya, rincian muncul tentang isi surat yang dikirim Presiden
Mahmoud Ahmadinejad kepada Presiden George Bush.
Di dalam surat itu, Presiden Ahmadinejad mengecam serangan Amerika
Serikat ke Irak dan mendesak agar Bush kembali ke prinsip-prinsip agama.
Tetapi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice menyatakan
surat itu tidak berisi sesuatu yang baru.
Surat itu dikeluarkan di saat para menteri luar negeri negara-negara
Dewan Keamanan bertemu di New York untuk membicarakan krisis nuklir
Iran.
Tetapi setelah tiga jam, mereka gagal mencapai kata sepakat tentang
bagaimana menangani masalah program atom Iran tersebut.
'Kebohongan' di Irak
Surat tersebut - yang merupakan komunkasi resmi pertama dari presiden
Iran kepada presiden Amerika sejak revolusi Iran 1979 - menarik banyak
perhatian, karena dikirimkan pada saat hubungan Washington dan Teheran
tegang.
Mengapa kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang dicapai Timur
Tengah diartikan dan digambarkan sebagai 'ancaman terhadap rezim Zionis?
Bukankah penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan merupakan salah
satu hak dasar suatu negara
Presiden Mahmoud Ahmadinejad
Surat setebal 18 halaman itu belum diungkapkan ke publik, tetapi menurut
beberapa bocoran, Ahmadinejad berbicara tentang penyerbuan ke Irak,
upaya Amerika menutup-nutupi serangan 11 September 2001, isu negara
Israel dan peran agama di dunia.
"Tentang keberadaan senjata pemusnah massal, ini adalah tragedi besar
[serangan Amerika Serikat ke Irak] yang melanda rakyat di negara yang
terjajah dan yang menjajah."
"Dalam masalah Irak ada kebohongan," kata kantor berita Reuter yang
mengutip bocoran isi surat itu. "Apa hasilnya? Saya yakin berbohong itu
dilarang di budaya apa pun, dan orang tidak suka dibohongi."
Presiden Ahmadinejad juga mempertanyakan pendirian negara Israel dengan
mengatakan "bagaimana fenomena ini bisa diterima atau dijelaskan?" lapor
Reuters.
Berbicara tentang apa yang diperkirakan sebagai program nuklir Iran,
Ahmadinejad dikutip oleh the Associated Press, bertanya: "Mengapa
kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang dicapai Timur Tengah
diartikan dan digambarkan sebagai 'ancaman terhadap rezim Zionis
[Israel]? Bukankah penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan
merupakan salah satu hak dasar suatu negara?"
Di bagian lainnya pada surat itu, Presiden Iran mengatakan Washington
telah menutup-nutupi beberapa elemen kebenaran tentang serangan 11
September 2001 di New York dan Washington, lapor Reuters.
Presiden Ahmadinejad menutup suratnya dengan mengimbau agar Bush kembali
ke agama.
"Kita melihat semakin banyak orang di seluruh dunia yang mendekatkan
diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa."
"Pertanyaan saya kepada anda adalah, 'Apakah anda ingin mendekatkan diri
kepada Tuhan?'"
Tanggapan dingin
Washington dengan cepat mengecilkan arti surat itu dengan mengatakan
surat tersebut tidak berperan dalam membantu menyelesaikan krisis
tentang program nuklir Iran.
"Surat ini tidak membantu membuka dialog tentang masalah nuklir atau pun
masalah yang lainnya," kata Condoleezza Rice kepada AP.
"Pesan ini tidak mengangkat masalah-masalah yang dihadapi secara
kongkrit."
Beberapa jam setelah surat itu dikirimkan, pertemuan para menteri luar
negeri anggota Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman tidak menghasilkan
kesepakatan tentang tidakan yang akan diambil terhadap Iran.
Wartawan BBC untuk masalah diplomatik, James Robbins mengatakan
pertemuan itu tampaknya mengungkap perbedaan pandangan yang cukup dalam.
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2006/05/060509_usiranletter.s
html
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

