http://www.sinarharapan.co.id/berita/0605/12/nus01.html

Rusuh Makassar
Gelombang Demonstrasi Kian Membesar

Oleh
Suriani



Makassar - Sedikitnya 500 mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar dan perguruan tinggi lainnya berdemonstrasi di perempatan Jalan Tol Reformasi, Makassar, Jumat (12/5) siang.
Mereka menuntut kasus penganiayaan pembantu rumah tangga yang dilakukan warga keturunan diselesaikan secepatnya.


Mereka juga meminta pemerintah memberikan jaminan keselamatan kerja atau perlindungan hukum kepada pembantu rumah tangga yang bekerja pada warga keturunan.
Sementara itu, kepada warga keturunan diminta agar tidak berlaku diskriminatif atau melakukan kekerasan kepada warga pribumi.


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan KH Sanusi Baco LC menyerukan kepada seluruh ulama yang akan membawakan khotbah Jumat pada hari ini agar tidak menyinggung masalah SARA.
Sebaliknya, mereka diimbau menenangkan masyarakat khususnya kaum muslim dan menjaga keamanan nonmuslim.


Pada hari ini, kepolisian juga merencanakan mengotopsi mayat Hasniyati. Otopsi dilakukan setelah dilakukan tes kejiwaan oleh tim dari Badan Pengelola Rumah Sakit Jiwa Dadi Makassar dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Sulsel. Hasil pemeriksaan itu menyimpulkan bahwa Wandy Tandiawan (WT), tersangka pelaku penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) Hasniyati dan Nurbaya, tidak mengalami sakit jiwa.
Jenazah korban Nurbaya sudah dikebumikan Sabtu (6/5) di kampung halamannya di Bulu Jampi, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Sulsel. Menurut Budi, mayat korban akan diotopsi di Sinjai hari ini, setelah dilakukan koordinasi dengan Bupati Sinjai Andi Rudiyanto Asapa dan pihak keluarga korban.


Menanggapi hal tersebut, Kadir, ayah korban, mengaku pasrah dan memercayakan penanganan kasus anaknya itu kepada aparat kepolisian. Ia juga yakin pemerintah bisa menyelesaikan kasus itu sesuai hukum yang berlaku.
Namun, ia berharap tidak ada aksi massa untuk menyikapi kasus terbunuhnya anaknya tersebut. "Biarlah yang bersalah saja yang dihukum, tidak perlu yang lainnya yang tidak bersalah ikut-ikutan menanggung kesalahan majikan Hasniyati," ujarnya lirih.


Jumat ini, toko-toko milik warga keturunan terutama Tionghoa dan beberapa bank termasuk Bank BCA dan Panin masih membuka separuh dari pintunya, yakni pintu masuk saja.

PRT Sinjai Mudik
Menyusul adanya kasus penganiayaan PRT asal Kabupaten Sinjai yang dilakukan majikannya, PRT dari Sinjai yang bekerja di Kota Makassar ramai-ramai mudik baik karena keinginan sendiri maupun karena dijemput orang tua mereka yang mengkhawatirkan keselamatan anaknya.


Khusus PRT asal Bulu Jampi, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan (sekampung dengan korban Hasniyati), berdasarkan informasi yang dihimpun SH, sudah 15 orang PRT yang mudik hingga Jumat (12/5) ini.
Hasyim, salah seorang keluarga PRT bernama Jusmanita (17), mengaku telah menjemput putrinya itu dan lima orang keluarganya yang bekerja sebagai PRT di rumah warga keturunan maupun pendatang di Makassar. Kelima orang keluarganya itu adalah Esse, Tini, Daya, Inang, dan Nuraeni.n


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke