http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006051500540115

      Senin, 15 Mei 2006
    
      BURAS
    
    
    
    
Hantu Pro-Kontra!

      
      H. Bambang Eka Wijaya -





      "TENGAH malam mau ke mana?" tanya ibu.

      "Ke pos jaga, menggantikan ayah giliran ronda kampung!" jawab Adi.

      "Niatmu sih ibu kagumi, sangat mulia!" timpal ibu. "Cuma tumben, biasanya kau penakut! Apa kau berani di malam gelap begini jalan sendirian ke pos jaga melewati kuburan?"

      "Bukan malam Jumat, kok! Mana ada hantu!" sambut Adi melangkah tegap.

      Tak lama kemudian terdengar langkah Adi berlari pulang. "Ada apa?" tanya ibu.

      "Ada hantu pro-kontra!" jawab Adi ketakutan. "Kalau hantu sendirian aku tak takut!"

      "Maka itu, kalau dasarnya penakut, jangan sok berani!" tegas ibu.

      "Kalau bukan hantu pro-kontra, siapa takut?" timpal Adi. "Hantu pro-kontra seram sekali! Presiden SBY saja takut, sampai-sampai keputusannya untuk merehabilitasi Pak Harto dia tunda! Masalahnya diendapkan dulu karena pro-kontra menanggapi kebijakan itu bisa menyulut perpecahan bangsa!"

      "Adi, Adi! Dasar penakut, banyak alasan!" tukas ibu. "Takut pada hantu dibandingkan dengan Presiden menunda kebijakan yang semula terkesan berani! Kalau Presiden sengaja melakukan eksperimen politik proof balon, coba-coba melempar wacana untuk mengukur reaksi masyarakat! Ketika reaksi ternyata tak bisa disepelekan, tentu dipertimbangkan kembali wacana itu!"

      "Nasib tokoh sepenting Pak Harto kok dibuat coba-coba!" entak Adi. "Di iklan susu bubuk, anak saja tak boleh dibuat coba-coba!"

      "Bukan begitu!" sambut ibu. "Rasa hormat SBY pada Pak Harto tak perlu diragukan! Tapi demi kebaikan buat semua, kebijakan terakhir itu diambil! Kan terbukti, meskipun putusan ditunda dan masalah diendapkan, pada langkah pendahuluan eksperimen itu Jaksa Agung sempat mengeluarkan SKPP--surat ketetapan penghentian penuntutan! Berarti, status Pak Harto bebas demi hukum dari penuntutan atas kasus yang sidangnya tertunda selama ini!"

      "Itu menunjukkan rasa hormat luar biasa, malah!" tegas Adi. "Hendardi misalnya, lewat SMS-nya menuding, hadiah SKPP untuk Pak Harto itu ironi dan kontradiksi terhadap tema sentral Pemerintah SBY-JK yang mengusung pemberantasan KKN melalui penegakan hukum tanpa diskriminasi!"

      "Tapi ini kan demi kemanusiaan!" timpal ibu.

      "Alasan yang dikedepankan sejak pagi-pagi itu diprotes Hendardi, kenapa bukan pilihan-pilihan kreasi hukum untuk menegakkan hukum demi keadilan!" sambut Adi. "Alih-alih melaksanakan perintah MA ke pemerintah/Jaksa Agung guna mengambil alih perawatan Pak Harto oleh negara untuk disembuhkan agar bisa diadili, malah mencabut cekal dan menghadiahi SKPP!"

      "Sejarah negeri kita memang selalu berulang, menyelesaikan perkara hukum tidak lewat keputusan hukum/peradilan, sementara masalah nonhukum justru dijawab lewat peradilan!" sambut ibu.

      "Dengan itu," potong Adi, "Pemerintah SBY-JK kembali memimpin kita pada ketidakpercayaan bisa tegaknya the rule of law dan cita-cita negara hukum!" ***
    



[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke