semua orang fundamentalis kristen selalu menghubung2kan
kejadian dunia dgn prophecy di dlm alkitab.
contohnya menara WTC setelah ketubruk pesawat komersial
amrik. langsung deh semua org mengatakan bahwa kejadian
itu sudah diramal oleh nostradamus...
dan anehnya, akhir jaman ini juga dinanti2kan setiap saat...
bukankan lebih baik hidup dgn optimis tanpa memikirkan
kehancuran dunia?

ah tapi sudahlah, mungkin bush dkk masih merasa bahwa
mereka adalah crusader, dan iran adalah si iblis...





--- In [email protected], Robertus Budiarto
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   TEMPO Edisi. 12/XXXV/15 - 21 Mei 2006, Catatan Pinggir  
>   Ahmadinejad  Dunia harus hancur, kata mereka. Tuhan
menghendaki itu. Telah dinubuatkan perang penghabisan akan
pecah, kata mereka. Iblis akan dihadapi dalam Ar-magedon itu,
surga akan terkuak, dan "Yang Se-tia- dan Yang Benar" akan
turun mengendarai seekor kuda p-utih.
>   … memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan
> nama-Nya ialah: "Firman Allah". Dan semua pasukan
> yang di surga mengikuti Dia, mereka menunggang
> kudapu-tih dan memakai lenan halus yang putih bersih.
> Dan da-ri mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam
> yang akan memukul semua bangsa….
>  

>   Gambaran yang seram itu dikutip dari Wahyu, bagian
ter-akhir Alkitab. Saya tak tahu apa hubungannya dengan-
zaman ini. Tapi mereka—orang-orang fundamentalis K-risten di
Amerika—menganggap itulah ra-mal- yang pasti. Armagedon
bukan hanya pasti ter-ja-di, tapi juga, kata mereka, akan meletus
di ma-sa kini, di Timur Tengah, sebelum datang "Yerusalem
yang Baru" di mana tak akan ada lagi laknat.
>   Maka mereka menantikan perang itu….
>   Akan terkejutkah kita bila hari-hari ini orang-orang
fundamentalis itu harap-harap cemas memandang Iran sebagai
"Iblis" yang disebut dalam nubuat itu? Saya duga mereka akan
bergembira melihat presiden negeri itu: ku-litnya gelap, matanya
menatap dari rongga yang dalam, cambangnya kencang, dan
kata-katanya muram mengancam akan menghancurkan Israel
dan menyiapkan senjata nuklir. Mereka akan ber-gembira sebab
kepercayaan mereka akan dibenarkan, sang Antikristus telah
muncul, Armagedon akan terjadi, dan halleluyah, bumi baru
akan datang.
>   Ada satu ciri kaum fundamentalis, dari agama apa pun:
mereka memusuhi hidup. Hidup adalah sejenis hukuman,
karena fana dan diubah waktu. Bagi mereka waktu yang
berubah adalah jalan kemerosotan. Sebab itu, mereka cegah
waktu dari doktrin, tiap kalimat dalam Kitab Suci harus dipatok
sebagai sesuatu yang mandek. Bagi mereka hidup di dunia
selalu terancam najis. Sebab itu Tuhan ada-lah suara amarah:
"dari mulut-Nya keluarlah sebilah pe-dang- tajam yang akan
memukul semua bangsa."
>   Aneh, sebenarnya: Tuhan sebagai pembinasa, hidup
se-bagai cela. Padahal kaum fundamentalis itu tak perlu-
berkeluh-kesah. Mereka tak menanggung sakit dan mis-kin.
Mereka orang Amerika yang makmur. Pengumpul-an pendapat
oleh majalah Newsweek menjelang akhir 1999 (dua bulan
sebelum milenium baru) menunjukkan 40 per-sen penduduk
negeri itu percaya akhir zaman akan terjadi melalui Perang
Besar Armagedon. Artinya mereka percaya seperti tertulis dalam
Wahyu: setelah perang itu, setelah Iblis akan dilemparkan ke
jurang maut, "kemah Allah" akan ditegakkan di tengah manusia,
dan Ia akan menghapuskan air mata dan kematian.
>   Begitu rentankah orang-orang itu terhadap duka dan ajal,
hingga bagi mereka surga di bumi adalah kehidupan tanpa
perkabungan dan ratap tangis? Kenapa mereka tak
menggambarkan surga sebagai situasi tanpa ketidakadil-an?
>   Apa pun sebabnya, Juru Selamat dalam bayangan kaum
Kristen fundamentalis tampaknya tak sama dengan "Ratu Adil"
dalam bayangan orang-orang melarat di Jawa. Mungkin "adil"
bukanlah persoalan pokok mereka.
>   Dalam sebuah buku yang kini dilupakan, Prophecy and
Politics (terbit pada tahun 1986), Grace Haskell memberi
ilustrasi bagaimana yang dirayakan kaum Kristen fundamentalis
itu justru apa yang tak adil. Buat menyiapkan buku itu Haskell
pergi ke Israel dua kali bersama rombong-an Pendeta Jerry
Faldwell. Orang-orang ini—kemudian di-sebut sebagai "Zionis
Kristen"—sangat siap untuk meng-elu-elukan ketidakadilan
yang menyakiti orang Palestina. Mereka percaya bahwa janji
Tuhan kepada Abram dalam Kejadian—akan ada negeri baru
dan akan dijadikan Bani Israel "bangsa yang besar"—berarti
berdirinya Negara Israel seperti sekarang. Mereka tak peduli bila
dengan demikian orang Palestina yang Kristen ter-masuk yang
dizalimi. Bagi mereka, seperti di-tulis Haskell, tiap tindakan yang
dilakukan Israel sudah diatur Tuhan, dan sebab itu harus
didukung.
>   Tentu tak adil. Tapi mereka sadar, dengan ke-tidakadilan itu
amarah akan berkobar, pe-rang akan meletus, nubuat
Armagedon akan ter-lak-sana, akhir zaman akan tiba dan
"keraja-an seribu tahun" Kristus akan datang.
>   Maka kaum "Zionis Kristen" selalu men-desak agar bantuan
AS kepada Israel tak ber-kurang—dan berusaha agar
perdamaian tak terjadi. Pada tahun 2000, tiga orang
fundamentalis fa-na-tik Amerika mencoba meledakkan Masjid
Al-Aqsa untuk memprovokasi kemarahan orang Pales-ti-na.
Pada tahun 2003, Senator Tom DeLay, yang kurang-lebih
mengikuti keyakinan yang sama, da-tang ke parlemen Israel
dan mengatakan, "tak ada nilai-nya sikap di tengah-tengah dan
mengambil posisi mo-derat."
>   Dengan kata lain: yang kuat tak perlu mengalah; kekuasaan
melahirkan legitimasinya sendiri….
>   Mungkin ini menjelaskan kenapa Tom DeLay bisa
meng-halalkan keterlibatannya dalam skandal keuangan yang
kemudian terbongkar, sebagaimana Amerika bisa
membenarkan dirinya untuk merencanakan 125 bom nu-klir
baru tiap tahun sementara ia melarang negeri lain me-lakukan
hal yang mirip, sedikit.
>   Tapi, sekali lagi, adil bukanlah urusan pokok di situ. Maka di
manakah, dalam pandangan itu, apalagi dalam doktrin kaum
Zionis Kristen, orang ingat khotbah Yesus di bu-kit? Di manakah
suara yang memuliakan mereka yang miskin, yang lemah
lembut, yang membawa damai dan sebab itu layak "disebut
anak-anak Allah"?
>   Saya tak tahu. Yang saya tahu, Allah diseru di mana-mana,
tapi bersama itu juga dilakukan kebengisan. Kita sering
mendengarnya dari mulut muslim, tapi sebetulnya tak ha-nya
muslim. Agaknya itulah inti surat Presiden Ahmadinejad kepada
Presiden Bush: "Tuan Presiden, Tuan mungkin tahu saya
seorang guru. Murid-murid saya bertanya bagaimana
tindakan-tindakan [Amerika] diper-taut-kan dengan
nilai-nilai…yang dibawakan Yesus Kristus, nabi perdamaian
dan permaafan…."
>   Tentu saja Bush tak menjawab.
>   Goenawan Mohamad
>
>
>            
> ---------------------------------
> Get amazing travel prices for air and hotel in one click on
Yahoo! FareChase
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke