On 5/16/06, Huttaqi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam persaudaraan,
>
> "Ada segumpal daging didalam diri, bila daging itu jelek, maka jelek
> pulalah seluruh diri kita, jika segumpal daging itu baik, baik pulalah
> seluruh diri kita, itulah qolbu/hati"
>
> "Allah tidak melihat wajahmu, tidak melihat hartamu, tetapi yang dilihat
> adalah hatimu"
>
> Titik sentral pada diri manusia adalah hatinya masing-masing. Bukan dalam
> pengertian hati (lever) seperti dalam pemahaman kedokteran, dan juga bukan
> dalam arti jantung (sebagai istilah ilmiah bagi qolbun)...
>
> Melainkan qolbu, atau hati/jantung dalam istilah maknawi atau kias...


..
> "Hati adalah Raja, dan AKAL  adalah Perdana Menterinya, serta yang lain
> adalah rakyatnya. Jika Yang Menduduki Singgasana adalah Hawa nafsu, dorongan
> kepentingan jasmani, materi, maka akan diperintah bagaimanakah perdana
> mentrinya? akan diperintah bagaimanakah akalnya? dan akan dibawa kemana
> rakyatnya?.....
> Dan ketika Raja yang berkuasa di dalam hati adalah Yang mahay Bijaksana,
> Maha ROhman Maha ROhim, Maha Suci, dll, maka AKAL perdana mentrinya akan
> diperintah bagaimanakah? dan rakyat akan dibawa kemana?"
>
> Bagaimana engkau mengatakan kekuasaan ada ditangan rakyat? sementara tetap
> yang berkuasa adalah sang Raja?
>
> Raja hati bijaksana dan baik yang berkuasa, maka perdana mentri pikiran
> akan mengikuti dan rakyatpun akan mentaati,
> tetapi Raja yang jahat dan menyesatkan yang berkuasa, maka meski perdana
> mentrinya baik sebab aturannya baik, tetap saja perintah sang Raja yang akan
> dilaksanakan, dan tampaklah bahwa rakyatnya juga akan mentaati Raja yang
> jahat dan menyesatkan itu.
>
> renungan selasa
> huttaqi
> www.huttaqi.com


Quote:
"..
Soeharto memposisikan dirinya sebagai Raja bukan sebagai hanya pemimpin
pemerintahan. Hal ini akibat terlalu lamanya menjadi presiden dan terbiasa
mendapatkan perlakukan dari para pembantunya termasuk rakyat Indonesia
selama kurun 32 tahun.
.."

Setuju dengan tulisan Cak Huttaqi.. perdana menteri dan rakyat itu (mostly)
tergantung bagaimana Raja-nya.. Rusak pola pikir dan tindakan sang Raja,
maka bisa kita lihat kerusakan-demi-kerusakan yang akan dilanggengkan..
atau semua yang rusak akan terbongkar kedoknya (mengutip istilah Aa Gym)..

Makanya jadi TST - Tahu Sama Tempe..
CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

From: *Agus Muldya <[EMAIL PROTECTED]>*
Date: *May 18, 2006 8:40 AM*
Subject: *[Forum-Pembaca-KOMPAS] Membaca Tanda-Tanda Zaman Pelajaran Kasus
Hukum Soeharto

*
Membaca Tanda-Tanda Zaman Pelajaran Kasus Hukum Soeharto

1.Seoharto Lagi

Soeharto sebelum menikahkan Cucunya di Madjid AT-Tin tidak lagi terlalu
diusik oleh berbagai berita ataupun sorotan Reportase. Munculah berbagai
pendapat setelah melihat Soeharto kelihatan seperti sehat pada acara
pernikahan itu sehingga akhirnya kembali hidup pemikiran pengadilan
terhadapnya akan dilanjutkan.

Ketika Wacana itu berkembang dengan ujung tombak proses penegakan Hukum
akan dimulai dengan "Checking kesehatan" Hanya sekarang fakta lainnya
memperlihatkan ternyata Soeharto sedang sakit akibat operasi akibat radang
pada ususnya.

Menjelang akhir minggu Pertama Mei 2006, ramai para petinggi negara seakan
terdapat kesepakatan bahwa Soeharto akan diberi kado "istimewa" berbagai
penyataan telah dikeluarkan oleh berbagai pihak mulai Wakil Presiden Jusuf
Kalla, Ketua DPR Agung laksono, Ruhut Sitompul SH dan tokoh lainnya sampai
Mensesneg yang  cenderung akan tidak meneruskan proses hukum terhadap
Soeharto. Pada Jumat tanggal 16 Mei, Presiden SBY menyatakan akan
mengendapkan dulu kasus itu untuk menghindari perpecahan.

Setelahnya seakan-akan jarum jam berhenti dan mulai muncul kalangan yang
semakin banyak menolak proses penghentian proses hukum begi Soeharto jika
dilakukan begitu saja. MS Kaban yang sekarang menjadi Menhut malahan di
Rakyat Merdeka pada tanggal 19 Mei 2006, menyatakan agar ketua MPR Hidayat
Nur Wahid sebaiknya melakukan Sidang Istimewa MPR. Semuanya menginginkan
kepastian Hukum bagi Soeharto.

2.Fakta Sejarah di Indonesia. "soal ketidakjelasan"

Indonesia ini memang dari dulu telah beberapa kali punya beda persepsi dan
banyak diantaranya tetap dibiarkan saja. Bangsa Indonesia jika ditanya kapan
merdeka maka jawabannya 17 Agustus 1945 hanya jika dilihat menurut Belanda
kemerdekaan itu baru beberapa tahun kemudian pada tahun 1949 ketika
Indonesia takluk atau kompromi untuk mengakui berhutang kepada Belanda. Itu
Hutang pertama Republik.

Super Semar, yang biasa dipendekan dari Surat perintah Sebelas maret. Sampai
hari ini tidak ada yang yakin mana yang asli dan mana yang lainnya. Siapa
dan bagaimana proses terjadinya juga sampai hari ini telah terbiarkan
menjadi rahasia alam ini dan para pelakunya.

Akibat kejadian sebagai Tindaklanjut Super Semar ternyata sekarang
meninggalkan ratusan ribu anggota masyarakat yang "statusnya pernah dianggap
tidak jelas" sebagai akibat menjadi anak-anak yang dituduh, dicurigai dan
dipenjara sebagai anggota atau terkait PKI . Berpuluh tahun mereka mengalami
berbagai kesulitan dan bahkan sampai hari inipun banyak diantara mereka yang
tidak paham kenapa negara ketika itu memperlakukan mereka sperti itu,
padahal ketika itu umur mereka masih sangat belia, sehingga tidak tahu
apa-apa.

Bung karno setelah di jatuhkan oleh MPRS, punya status yang tidak jelas atau
tegas tetapi jika dilihat kenyataannya "Beliau meninggal Dunia seperti
ditahan" karena tidak diobati secara tepat dan tidak bebas ditemui siapa
saja termasuk keluarganya. Status apakah yang sebenarnya ketika itu
dilakukan terhadap Bung karno, dasar nya apa beliau dapat dilakukan seperti
itu?. Semua pertanyaannya itu mungkin tidak terdokumentasikan jawabannya.
Yang pasti Proklamator Indonesia tersebut telah kembali kehadirat NYA dan
ternyata sampai saat ini masih mengisi dada banyak bangsa Indonesia.

Sekarang ketika bangsa Indonesia menghadapi kondisi Soeharto yang sakit
diusia sepuhnya kembali masuk kedalam situasi dimana status Hukum terhadap
Soeharto tidak jelas terjadi lagi perbedaan pendapat terhadap kasus tersebut
meluas. Apakah Status Hukumnya Soeharto akan segera menjadi jelas?.

3.Soeharto dan Indonesia serta Polemik yang menyertainya.

Banyak rakyat Indonesia tidak memahami bagaimana Soeharto memposisikan
dirinya didalam tata pergaulan setelah ia tidak lagi menjabat Presiden RI.
Anggota Masyarakat mengangapnya sebagai seorang sepuh yang sedang
beristirahat sehingga jika siapa saja yang akan mengunjunginya serta
bersilaturahmi akan mudah dan ia memposisikan sebagai orang tua.

Menurut beberapa teman ternyata tidak begitu. Soeharto walaupun telah
menyatakan berhenti tetapi masih memposisikan bangsa Indonesia seperti
rakyatnya, memposisikan koleganya tetap sebagai para pembantunya dan bahkan
siapapun yang akan menemuinya harus melalui "protokolernya". Oleh karenanya
banyak diantara pembantunya dulu ketika masih menjadi Presiden yang tidak
diizinkannya menemuinya, diantaranya Harmoko dan BJ Habibie yang sampai
tahun 2006 belum pernah diterima. Beberapa pembantunya telah diterimanya
kembali untuk bertemu seperti Akbar Tanjung.

Soeharto memposisikan dirinya sebagai Raja bukan sebagai hanya pemimpin
pemerintahan. Hal ini akibat terlalu lamanya menjadi presiden dan terbiasa
mendapatkan perlakukan dari para pembantunya termasuk rakyat Indonesia
selama kurun 32 tahun.

Soeharto Tidak mempertanggung jawabkan pekerjaannya pada sidang istimewa
November 1998 bahkan ketika 21 Mei 1998 ia memberhentikan dirinya sendiri
dengan caranya yang "tentunya didiskusikan dengan para pembantunya termasuk
Yusril ilza Mahendra" yang ketika itu sudah berada dilingkaran Cendana.

Pada tingkatan masyarakat perbedaan pendapatnya soal Soeharto jangan
dianggap sederhana karena satu pihak mengatakan bahwa harus jelas dulu :

1.. Kenapa harus takluk kepada IMF bukannya membangkang seperti Mahatir
yang ternyata Berhasil dan apakah ini juga sama dengan kebijikan politik
yang mengeluarkan BLBI sebesar Rp.550 Triliun, yang dibayar dengan penjualan
asset para pengusahanya oleh BPPN dengan rata-rata Cuma 20% dari nilai yang
dijaminkan sehingga tidak diketahui jelas berapa kerugian akibat Tindakan
Soeharto ini tetapi dampaknya nyata sekarang setiap tahun Indonesia harus
Membayar bunga BLBI +/- Rp.60 Triliun. Berapa kerugian akibat tindakan
Soeharto ini.
2.. Prof DR Sumitro Djohadikusumo  [Alm] telah menyampaikan bahwa paling
sedikit 30% hutang luar negeri di korupsi dan beberapa pendapat menyampaikan
30% hutang luar negeri yang sampai pada sasarannya karena selain dikorupsi
banyak juga yang menjadi ongkos. Jika Hutang-hutang ini menjadi hutang haram
maka sangat mungkin minta pembebasan hutang, alasannya rakyat tidak
merasakannya kenapa rakyat jadi yang harus membayar hutangnya.
3.. Kontrak-kontrak karya baik di Pertambangan dan kehutanan serta lainnya
dengan berbagai pihak apakah pihak luar negeri dan dalam negeri. Faktanya
ketika sumber daya alamnya habis rakyat dilokasi dan mayoritas bangsa
Indonesia tidak merasakan kenikmatannya malahan yang dirasakan kerusakan
alamnya dan bibit perpecahannya. Ini juga harus dipertanggung jawabkan dan
sebagai landasan untuk melakukan negoisasi ulang kontrak karya.
4.. Yayasan-yayasan yang selama ini dikelola untuk kesehatan, pendidikan
dan kemanusiaan. Diprediksi dana-dana yang menjadi sumbernya adalah karena
pemanfaatkan "kekuasaan pada zamannya Orde baru" Oleh karenanya bukan harus
di kembalikan kepada negara tetapi agar dikelola untuk kepentingan
substansialnya secara benar oleh lembaga yang "amanah dan transparat serta
profesional".
5.. Kondisi tahun 1960an memang sudah genting sehingga tidak mudah
mengatasinya ketika terjadi berbagai benturan tetapi dari mulai kejadian itu
sampai turunnya pada 21 Mei 1998 Soeharto "dianggap" telah terlalu banyak
mengorbankan nyawa orang di Indonesia dan hal ini harus dipertanggung
jawabkan.
Kelima point ini adalah dari satu sisi pendapat yang terjadi dimasyarakat
yang disampaikan dengan caranya sendiri-sendiri. Oleh karenanya menurutnya
Soeharto tidak bisa dibebaskan begitu saja karena akan menjadikan "ketidak
adilan makin nyata terjadi dan ketidakjelasan" bagi sejarah Indonesia. Oleh
karenanya proses hukumnya harus dilakukan dengan cara apapun termasuk in
absentia atau "alternatif" sampai pengadilan Rakyat.

Soeharto dianggap biang kerusakan bangsa Indonesia. Kesusahan sekarang ini
dipersepsikan akibat semua hal yang dilakukannya pada zamannya sehingga
bangsa Indonesia sekarang sulitnya bukan main. Yang menarik banyak juga yang
berpendapat yang penting proses hukumnya harus berjalan soal "pelaksanaan
hukum silakan saja Presiden yang memutuskannya".

Pendapat masyarakat lainnya adalah kalaupun Soeharto telah bersalah tetapi
semuanya itu dilakukan dengan melalui mekanisme ketatanegaraan ketika itu
sehingga tidak dapat disalahkan sendirian. Saat ini beliau sudah sepuh dan
sebagai manusia biasa soal kesalahan akan ada pada setiap manusia hanya
bagaimana kita bisa saling menghargai dan memaafkan.

Kita juga harus ingat bahwa pada zaman Soeharto semuanya jauh lebih baik dan
tertata dan kalaupun kondisi Indonesia seperti ini akibat terjadinya
penghianatan terhadap Soeharto ketika itu. Alasannya sederhana ketika pemilu
1997 disampaikan bahwa Soeharto jangan maju lagi hampir pasti tidak akan
dilakukannya. Pak Harto itu cinta rakyat Indonesia hal itu dibuktikan ketika
1998 dimana terjadi kekacauan Pak Harto memilih berhenti daripada
menggunakan Tentara dan senjata terhadap rakyat Indonesia. Dan setelah
berhenti menjadi Presiden malahan melakukan sujud syukur karena beban yang
selama 32 tahun dipundaknya telah lepas.

Anggota masyarakat yang lainnya mengatakan Indonesia tidak akan menjadi
seperti sekarang ini jika Soeharto tidak berani mempertaruhkan dirinya pada
saat tahun-tahun penuh kegentingan itu. "kalian palingan disembelih PKI
lihat Kamboja sampai hari ini belum selesai persoalannya" ingat karena
Soehartolah Indonesia berkembang soal lainnya itu adalah kekurangan yang
biasa saja.

Disisi lainnya keterikatan kepentingan Soeharto dengan Elit Indonesia sangat
Erat. Jusuf Kalla bukan hanya sekarang berusaha memberikan jasanya kepada
Soeharto. Ketika Partai Golkar mengadakan Acara besar pertama ketika ia baru
menjadi ketua Umum Golkar akan memberikan penghargaan tertinggi kepada
Soeharto tetapi terganjal atau tidak total gemanya. Sekarang ia kembali
menunjukan penghormatannya kembali dengan usahanya dalam kasus Hukumnya
Soeharto. Oleh karenanya Agung Laksono jelas mendukungnya. Yang menarik Gus
Dur juga berada pada posisi yang membantu pak Harto apakah dari Dulu karena
Gus Dur selalu bilang Mbak Tutut calon Pemimpin dimasa depan atau ada
pertimbangan lain. Pak Amien rais mengatakan "Apalagi yang harus di endapkan
orang kasusnya sudah tahunan.". Sekarang Kejaksaan Agung telah mengeluarkan
Surat Keputusan Penghentian Pengusutan [SKPP].

Akan kemanakah kasus Hukumnya Soeharto itu?. Yang pasti juga sejumlah tokoh
mulai dari Todung Mulya lubis, Asmara Nababan, Teten masduki, Hendardi, dll
menggalang " Deklarasi Adili Soeharto"

Sementara itu "Presiden SBY masih mengendapkannya", beberapa kalangan
bertanya juga apakah ini ada kaitannya dengan tindakan Soeharto yang pernah
membuat status mertua Presiden SBY[ Let jend Sarwo Edhi W] yang pernah
dibuat tidak jelas statusnya oleh Soeharto ketika Soeharto menjadi Presiden.
Sarwo Edhi adalah Garda Depan pasukan yang melakukan berbagai operasi untuk
segera mengembalikan keamanan Ibu kota setelah peristiwa G 30 S terjadi.
Hanya seperti itulah Soeharto memperlakukannya.

4.Penyelesaian Kasus Soeharto

Kita sebagai bangsa Indonesia telah diberikan tanda-tanda pada setiap
zamannya dengan kejadian ini apakah kita bisa mengambil Hikmahnya untuk
kebaikan bangsa Indonesia?. Atau kita tetap belum mau belajar dari
pengalaman yang telah terjadi dan sedang terjadi sekarang ini.

Barangkali yang paling penting yang harus terjadi dalam proses ini adalah
Kita dalam proses ini harus iklas, jujur dan untuk kepentingan bangsa
Indonesia. Kita harus menjauhi Dendam apalagi memanfaatkan kondisi ini untuk
kepentingan sesaat demi terlaksananya agenda yang tersembunyi.

Apapun  pendapat kita syah saja karena Eranya Demokrasi tetapi yang paling
penting harus punya dasar yang kuat dan dalam rangka menjadikan Indonesia
keluar dari persoalan yang melilitnya.

Apa yang akan diputuskan Presiden SBY dalam menghadapi kasus ini?. Apakah
setelah mengendapkan hanya membebaskannya begitu saja?. Atau melanjutkan
proses hukumnya kemudian memberinya pengampunan jika Pengadilan menyatakan
bersalah. Banyak kemungkinan bisa terjadi. Hanya sungguh janggal jika
pengadilannya belum berjalan tetapi sudah dianggap tidak bersalah apakah
jika itu terjadi "bukti keadilan belum tegak dibumi Indonesia?".

Apakah masih ada waktu untuk melaksanakan proses pengadilan karena Pak
Hartonya juga sakit.  Model pengadilan seperti apa yang paling tepat untuk
kasus Hukum Soeharto hal ini perlu dipikirkan secara matang dan cermat.
Sebagian anggota masyarakat ngedumel makanya para ahli hukum itu jangan
mikirnya hanya bagaimana Pak Harto gagal dibawa ke pengadilan bukannya agar
Pak Harto medapatkan keadilan yang seadil-adilnya.

Alasannya Pak Harto pasti diminta mempertanggung jawabkan
keputusan-keputusan yang telah dibuatnya selama memimpin termasuk kejadian
pada 1965 kepada Yang Maha Kuasa, pada saatnya Dan hal ini beratnya bukan
main jika dilihat sekarang saja polemiknya sungguh besar. Oleh karenanya
jika mungkin kurangi lah bebannya ketika masih mungkin dan jangan tambah
bebannya lagi dengan melakukan rekayasa supaya lolos dari pengadilan dunia
yang nanti malahan akan memberatkannya.

Bagaimanapun juga Pak Harto Orang tua bangsa Indonesia yang telah ikut
menjaga bangsanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya walau kasusnya
jangan diambangkan sehingga tidak jelas,demikian menurut seorang bijak.

Yang kita harapkan kebenaran segera muncul dan menjadikan bangsa Indonesia
menjadi bersatu serta segera melakukan langkah besar untuk menyelamatkan
kondisi yang semakin terpuruk ini bukannya menambah semakin banyaknya soal
yang bisa memecah kehidupan bangsa Indonesia.

Bagaimana pendapat dan sikap anda Mr President

Jakarta 20 Mei(?) 2006

Agus Muldya Natakusumah ICSP

Indosolution.


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke