what kind bout' this ...
RACIALIST Stories !?!!

On 5/16/06, BETA MARGUNADI <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>             Pada jaman dahulu kala, hiduplah serorang pendekar wanita,
> Butet namanya. Sebelum lulus dari Pandapotan silat, ia harus menempuh ujian
> Nasution. Agar bisa berkonsentrasi, dia memutuskan untuk menyepi ke gunung
> dan berlatih.
>
> Saat di perjalanan, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di
> Pasaribu setempat. Beberapa pemuda tanggung yang lagi nonton sabung ayam
> sambil Toruan, langsung Hutasoit-soit melihat Butet yang seksi dan Hotma
> itu. Tapi Butet tidak peduli, dia jalan Sitorus memasuki rumah makan tanpa
> menanggapi, meskipun sebagai perempuan yang ramah tapi ia tak gampang
> Hutagaol dengan sembarang orang.
>
> Naibaho ikan gurame yang dibakar Sitanggang dengan Batubara membutanya
> semakin berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan Nababan yang hijau
> segar. Setelah mengisi perut, Butet melanjutkan perjalanan. Ternyata jalan
> ke sana berbukit-bukit. Kadang Nainggolan, kadang Manurung. Di tepi jalan
> dilihatnya banyak Pohan, kebanyakan Pohan Tanjung. Beberapa diantaranya ada
> yang Simatupang diterjang badai semalam.
>
> Begitu sampai di atas gunung, Butet berujar "Wow, Siregar sekali hawanya"
> katanya, berbeda dengan kampungnya yang Pangabean. Hembusan Perangin-angin
> pun sepoi-sepoi menyejukkan, sambil diiringi Riama musik dari mulutnya.
> Sejauh Simarmata memandang warna hijau semuanya. Tidak ada tanah yang
> Girsang, semuanya Singarimbun
>
> Tampak di seberang, lautan ikan Lumban-lumban. Terbawa suasana, mulanya
> Butet ingin berenang. Tetapi yang diketemukannya hanyalah bekas kolam
> Siringo-ringo yang akan di Hutahuruk dengan Tambunan tanah. Akhirnya dia
> memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggir hutan saja, yang suasananya asri,
> meskipun nggak ada Tiurma memlambai kayak di pantai.
>
> Sedang asik-asiknya memnikmati keindahan alam, tiba-tiba dia dikejutkan
> oleh ular yang sangat besar. "Sinaga!" teriaknya ketakutan sambil lari
> Sitanggang-langgang. Celakanya, dia malah terpeleset dari Tobing sehingga
> bibirnya Sihombing. Karuan Butet menangis Marpaung-paung lantaran kesakitan.
> Tetapi dia lantas ingat, bahwa sebagai pendekar pantang untuk menangis. Dia
> harus Togar. Maka, dengan menguat-nguatkan diri, dia pergi ke tabib setempat
> untuk melakukan pengobatan.
>
> Tabib tergopohg-gopoh Simangunsong di pintu untuk menolongnya. Tabib
> bilang, bibirnya harus di-Panjaitan.
>
> "Hm, biayanya Pangaribuan" kata sang tabib setelah memeriksa sejenak. "itu
> terlalu mahal. Bagaimana kalau Napitupulu saja?" tawar si Butet. "Napitupulu
> terlalu murah. Pandapotan saya kan kecil".
> "Jangan begitulah. Masa' tidak Siahaan melihat bibir saya Sihombing
> begini? Apa saya mesti Sihotang, bayar belakangan? Nggak mau kan?" "Baiklah,
> tapi pakai jarum Sitompul saja" sahut sang mantri agak kesel. "Cepatlah! Aku
> sudah hampir Munthe. Saragih sedikit nggak apa-apalah".
>
> Malamnya, ketika sedang asik-asiknya berlatih sambil makan kue Lubis
> kegemarannya, sayup-sayup dia mendengar lolongan Rajagukguk. Dia Bonar-bonar
> ketakutan. Apalagi ketika mendengar suara disemak-semak tiba-tiba berbunyi
> "Poltak!" keras sekali.
>
> "Ada Sitomorang?" tanya Butet sambil memegang tongkat seperti stik Gultom
> erat-erat untuk menghadapi Sagala kemungkinan
>
> Terdengar suara pelan, "Situmeang". "Sialan, cuma kucingÂ…" desahnya lega.
> Padahal dia sudah sempat berpikir yang Silaen-laen. Selesai berlatih, Butet
> pun istirahat. Terkenang dia akan kisah orang tentang Hutabarat di bawah
> Tobing pada jaman dulu dimana ada Simamora, gajah Purba yang berbulu lebat.
> Keesok harinya, Butet kembali ke Pandapotan silatnya. Di depan ruangan ujian
> dia membaca tulisan: "Harahap tenang! Ada ujian.
>
> "Wah telat, emang udah jam Silaban sih". Maka Siboru-boru dia masuk ke
> ruangan sambil bernyanyi-nyanyi. Di-Tigor-lah dia sama gurunya "Butet, kau
> jangan ribut!, bikin kacau konsentrasi temanmu!"
>
> Butet, tanpa Malau-malau langsung Sijabat tangan gurunya, "Nggak Pakpahan
> guru, sekali-sekali?!"
>
> Akhirnya, luluslah Butet dan menjadi orang yang disegani karena mengikuti
> wejengan guru Pandapotan silatnya untuk selalu, "Simanjuntak gentar,
> Sinambela yang benar!"
>
>
> ---------------------------------
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke