Bebas dari Keterkutuban
http://groups.yahoo.com/group
Jalanraya adalah fasilitas umum, milik bersama, bukan milik
perseorangan atau sekelompok orang tertentu. Kita bisa lalu-lalang,
bisa memanfaatkan dan menikmati pelayanannya guna mencapai tempat
tujuan tertentu tanpa harus memilikinya, atau sekedar 'merasa'
memilikinya sekalipun. Kita jelas bukan milik dari jalanraya ataupun
ruas-ruas jalan yang kita lalui itu bukan? Jalan untuk dilalui,
dilintasi dalam perjalanan ke tujuan, bukan untuk dimiliki pun
menjadi milik dari jalan itu.
Demikian juga agama-agama maupun kepercayaan-kepercayaan di dunia
ini. Mereka bukan milik siapa-siapa, dan juga bukan hendak memiliki
siapapun untuk dipsihkan dengan yang lainnya, disekap dalam bilik-
bilik sumpek yang setiap saat siap dikonfrontasikan satu dengan yang
lainnya. Anda boleh saja menjadi pengikut, penganut dari salah-
satunya, namun itu bukan berarti bahwa Anda memilikinya atau
sebaliknya Anda menjadi miliknya. Kalaupun mau dikatakan, setiap
dari kita adalah milik semua, milik umat manusia. Kita bukan milik
agama atau kepercayaan tertentu, ras ataupun etnis tertentu, budaya
ataupun tradisi tertentu. Manusia buta, ambisius, egois dan
serakahlah yang telah menjadikan keutuhan umat manusia terpecah-
belah dalam fragmen-fragmen kecil, rapuh, labil dan amat rawan
konflik.
Sayangnya, justru disinilah umumnya kebanyakan dari kita terjebak.
Banyak di antara kita yang merasa memiliki agama atau kepercayaan
yang dianutnya dan atau secara bersamaan juga merasa menjadi milik
dari agama atau kepercayaan itu.
Kemunculan fanatisme dan sikap-sikap militan, yang agresif dan
hegemonistik di satu kutub, dan penolakan terhadap serta pelepasan-
diri dari salah-satu organisasi religius atau kepercayaan tertentu,
ataupun sepenuhnya keluar dari segala bentuk organisasi sejenis pada
kutub lainnya, menjadi seakan-akan tak terhindari, suatu keharusan.
Kesumpekan ini terbukti telah, sedang dan entah hingga kapan akan
terus menimbulkan banyak masalah, beraneka konflik besar dan kecil
di hadapan Bunda Bumi ini.
Akan tetapi, bila kita bisa memandang, untuk kemudian memposisikan
agama ataupun kepercayaan bukan sebagai 'milik-ku' ataupun
yang 'memiliki-ku', maka kitapun akan dengan sendirinya terbebas
dari keterkutuban itu, dari polarisasi itu.
Dan sangat boleh jadi ini akan lebih mungkin kita untuk
berkontribusi secara lebih positif, lebih berdaya-guna bagi
ketenteraman, kedamaian dan perdamaian umat manusia di dunia.
--- End ---
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

