RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
Komentar:
========
Sangat terharu juga membaca hasil Sarasehan nya Amien Cs . . .
Hebat sekali ! - Rumah sudah mulai doyong-doyong, pilar-pilar nya sudah semakin keropos, atap sudah bolong-bolong . . . penghuni-penghuni nya sudah kehujanan, terik matahari sudah tak terlindungi, pelbagai penyakit sedang mewabah ! . . .

Padahal penghuni-penghuni rumah sudah lama mafhum, bahwa ada rayap-rayap yang sudah pula sejak lama berjemaah gegares dengan rakusnya, tak henti-hentinya berpestapora belanja dan makan cuma-cuma di Supermarket-Gratis, yang namanya dibungkus indah permai dengan sebutan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) . . .

Pak Amien Cs juga tahu, kok, bahwa rayap-rayap di rumah besar kita ini gegaresnya (nyolong dan ngerampoknya) tidak perlu sembunyi-sembunyi, tidak perlu ngumpet-ngumpet di lobang-lobang, tidak perlu membuat terowongan-terowongan di mana-mana . . .

Rasanya "9 Kesimpulan Sarasehan . . ." begitu itu memang menunjukkan suatu tekad di dalam kalbu, suatu pernyataan keberanian yang terkandung di hati, - tapi masih belum tegas dan belum jelas dalam tindakan . . . KIta lihat saja nanti.

Jika diterangkan secara sungguh-sungguh, anak-anak SMP pun pasti bisa juga menyimpulkan yang begitu-begitu itu. Pastilah ! (Lagipula semua itu bukanlah barang baru . . .)

Negeri kita ini sangat membutuhkan sikap dan perilaku yang konsisten, konsekwen bertindak, - bicara yang sesuai dengan tindakan, tidak hanya berkomitmen di dalam omongan, melainkan juga dilaksanakan dalam praktiknya . . . Kalau "ngono", ya harus "ngono" juga, dan tidak usah lama-lama "mikul dhuwur, mendhem jero" segala !

Bolak-balik mengemukakan "solusi", sedangkan para rayap-rayap masih saja berlenggangkangkung tertawa gelak-gelak sambil melampiaskan nafsiah kerakusannya di Supermarket-Gratis Ibu Pertiwi ini. - Harus ini ! Mesti begitu ! Supaya begini ! Agar itu !
Rakyat di-supaya-supaya-kan melulu . . .

Untuk jelasnya tentang rayap-rayap dan "rayap-rayap":
Semua rayap-rayap biasanya hidup di pohon-pohon layu, yang hobby nya makan kayu, - selalu sukar diketahui di mana beradanya. Jenis hewan ini hidup dan memakan "rumah" nya di lobang-lobang dan di tunel-tunel, - sampai pemukimannya habis dan roboh total, - barulah mereka tampak.
Bedanya dengan "rayap-rayap" di NKRI ini:  Mereka gegares dan hidup secara . . . terang-terangan !

Lantas bagaimana bisa membenahi dan mencegah robohnya Rumah Besar ini jika rayap-rayap nya saja tidak ada yang bisa (tidak ada yang mau ?)  . . . menyentil nya ?!

Mungkin karena itu juga mengapa anak-anak SMP pun tidak sukar untuk membuat konsep tentang "solusi" bagaimana memperbaiki rumah mereka ini . . .

Syukurlah kalau "9 Kesimpulan Sarasehan Amien Cs" mau dan mulai dilaksanakan, dijalankan sungguh-sungguh demi menyelamatkan Negeri dan Bangsa Indonesia ini dari keterpurukan yang sudah sangat membahayakan.

RedTOLERANSI. RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR

Deddy Suryadinata <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:    Ini Dia, 9 Kesimpulan Sarasehan Amien Cs
Rakyat Merdeka, Sabtu, 20 Mei 2006, 18:31:49 WIB
    Laporan: Dzikry Subhanie
  Jakarta, Rakyat Merdeka. Sarasehan Kebangkitan Nasional Amien Rais Cs melahirkan 9 kesimpulan penting menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan.

Kesimpulan itu akan diserahkan kepada eksekutif, legislatif dan yudikatif. Tak ketinggalan media massa.

Pertama, menggelorakan semangat nasionalisme dan rasa kebangsaan dalam membangun kemandirian demi tercapainya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kedua, menjadikan kemajemukan bangsa sebagai kekuatan dan modal nasional.

Ketiga, mengupayakan kepentingan nasional di atas kepentingan asing dan internasional dalam mengelola kekayaan bangsa yang ada di perut bumi, di udara, di angkasa dan tetap memegang prinsip-prinsip kelestariannya.

Keempat, secara konsisten menjalankan amanat UUD 1945, termasuk amanat alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBD.

Kelima, menjamin agar tidak lagi muncul kebijakan yang menyesengsarakan kaum buruh, kaum tani, nelayan, pelajar dan  mahasiswa serta menjamin tercapainya keadilan dalam sistem penggajian dan pengupahan.

Keenam, membebaskan bangsa Indonesia dari jerat utang yang semakin memiskinkan rakyat, antara lain membayar utang sesuai kemampuan bangsa Indonesia sendiri.

Ketujuh, memaksimalkan manfaat yang diperoleh dari kekayaan alam, termasuk dari renegosiasi dan pembatalan kontrak karya yang merugikan negara, dalam kasus Freeport Blok Cepu dan Newmont, serta mengembalikan aset negara yang sangat produktif namun diperlakukan secara tidak adil, karena dikuasai asing seperti PT Indosat.


Kedepan, menjamin terlaksananya pelaksaana hukum yang adil bagi semua pihak. Untuk kasus  Soeharto, Sarasehan Kebangkitan Nasional menyatakan, sebagai bangsa yang besar, bisa memaafkan kesalahan Soeharto.

Tapi, untuk memaafkannya didasarkan pada prinsip menjunjung tinggi proses hukum agar kesalahan yang sama tidak diulangi dimasa yang akan datang.

Kesembilan, pemerintahan SBY-JK dinyatakan gagal menjalankan janji-janji kampanyenya. Namun menurut sumber Situs Berita Rakyat Merdeka bahwa kesimpulan kesembilan belum tuntas dan masih didiskusikan. Sebab SBY-JK masih diberi waktu hingga Juni mendatang, usai Piala Dunia untuk memperbaiki kinerjanya. dry
 


"Janganlah takut pada lawan-lawan,  paling-paling mereka dapat membunuhmu . . .   "Janganlah takut pada teman-teman,  paling-paling mereka dapat berkhianat . . .
     "TAKUTLAH PADA MEREKA YANG TAK PEDULI,  KARENA MEREKA ITULAH YANG MENYEBABKAN MARAKNYA  "PEMBUNUHAN DAN PENGKHIANATAN  DI DUNIA INI !"  (Bruno Jasienski, penyair futurologis)





           
---------------------------------
Telefonieren Sie ohne weitere Kosten mit Ihren Freunden von PC zu PC!
Jetzt Yahoo! Messenger installieren!

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke