Saya melihat peragu-nya SBY justru sebagai langkah antisipasi atas segala resiko kesalahan pengambilan keputusan --> langkah main aman; seperti biasa. Kalau sebagian orang melihat Tim Ekonomi, Yusril, Arman/Jakgung (dan mereka dalam lingkaran kekuasaannya) menjerumuskan SBY, saya lihat malah sebaliknya.
Mereka justru 'memasang badan' apabila keputusan yang diambil tidak disukai publik. Semacam 'test case' apabila buruk, tinggal direvisi; kalau ragu, ambil keputusan yang mengambang dan lihat sikon lagi; kalau dijamin aman, ya Presiden yang maju.. Dengan begitu SBY selalu memiliki 'double or multiple chances' dalam setiap penentuan keputusan publik. Dan ini TIDAK DIMILIKI PRESIDEN LAIN (baca: dari sipil). Di mana kesalahan yang dilakukan pemerintah langsung ditujukan kepada Presidennya.. para menteri berlindung di balik ketiak Presiden.. Hal ini bisa dilihat dari soal kenaikan harga BBM (tim ekonomi) sampai kasus Eyang Harto.. Sebetulnya pola menteri berlindung di balik ketiak Presiden juga ada di jaman Eyang Harto.. Termasuk ... sebagai menteri (silahken terusken sendiri).. Bedanya jaman itu tidak ada yang cukup berani menentang Eyang (baru menguat kembali di pertengahan 90an).. sementara pada Presiden" selanjutnya 'kekuatan' itu tidak ada (baca: berpindah).. malah sangat mungkin mereka tetap 'mengintili' Eyang.. Jabatan sih boleh bukan Presiden, tapi previlige tetap hingga sekarang.. Ujung"nya, Indonesia (minimal sampai saat ini) punya 2 Presiden Seumur Hidup.. :-( CMIIW.. Wassalam, Irwan.K On 5/17/06, Deddy Suryadinata <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > *Refleksi**:* SBY ini memang peragu sehingga ape-ape yang keluar dari > mulutnye jadi ya SBY, yakni singkatan dari kate-kate: Simpang-siur > Beritenye Ye?! Desakan khusus agar kasus hukum Soeharto dihentikan > dilontarkan kalangan dalam istana seperti Mensesneg Yusril Izha Mahendra.Nah, > orang banyak sudah pada tahu bahwa Yusril ini dulunya kan tukang buat > pidatonya Pak Harto Jadi, orang banyak maklumlah siapakah Yusril, apa > maunya Yusril. > Kebalikan dari usul Yusril Ihza Mahendra, mari kita kutip berita di bawah: > "Sementara itu, kemarin beberapa aktivis mendeklarasikan Gerakan > Masyarakat Adili Soeharto (GMAS). Dalam deklarasi yang digelar di > kantor Kontras, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat itu, hadir antara lain > Usman Hamid (Kontras), Asmara Nababan (Demos), Teten Masduki (ICW), > Hendardi (PBHI), Uli Parulian Sihombing (LBH Jakarta), MM Billah (KomnasHAM) > Indra J Piliang (GJL), dan pengamat sosial politik Mochtar Pabottingi > dan Fadjroel Rahman. Dalam waktu dekat, mereka berencana menggelar > pengadilan rakyat terhadap Soeharto. > > Pada kesempatan itu, Asmara membacakan Tiga Resolusi Bangsa. Pertama, > menolak dihentikannnya proses hukum terhadap Soeharto, serta menuntut > agar Soeharto beserta kroni-kroninya diadili sampai tuntas. Kedua, > menuntut negara menyita seluruh harta kekayaan Soeharto dan > kroni-kroninya yang diperoleh dari hasil kejahatan. Ketiga, mengajak > masyarakat untuk siap mengambil tindakan-tindakan bersama agar negara > tidak gagal mengadili Soeharto dan kroni-kroninya". (Kutipan selesai) > ----- > KPK Selamatkan SBY > Rakyat Merdeka, Rabu, 17 Mei 2006, 07:58:41 WIB > Presiden SBY akhirnya memilih melanjutkan proses hukum kasus Soeharto di > pengadilan. SBY dinilai diselamatkan KPK. > > KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrrachman Ruki seusai > bertemu Presiden SBY di Kantor Kepresidenan, kemarin, mengungkapkan, > Presiden setuju untuk melanjutkan kasus Soeharto melalui mekanisme > hukum. "Sebab, dilanjutkannya proses hukum Soeharto akan punya dampak > buat pemberantasan korupsi dalam arti luas. Dan Presiden sudah setuju > dengan rekomendasi kami ini," kata Ruki. > > Menurut Ruki, KPK juga meminta SBY tidak mengintervensi kasus hukum bekas > penguasa rezim 32 tahun itu dengan mengambil langkah politis. "Semangat > pemberantasan korupsi jangan diintervensi politis. Hukumlah yang > menentukan," tandas Ruki. Dia menambahkan, TAP MPR No XI/1998 > mengamanahkan kasus Soeharto harus diselesaikan secara hukum, bukanpolitis. > > Soal sikap SBY yang mengendapkan kasus bekas penguasa Orde Baru itu, > Ruki membelanya. Menurutnya, sikap itu bukan langkah politis karena > faktanya SBY belum mengambil keputusan apapun. "Silakan masyarakat > menilai dan menjadikan wacana. Yang jelas Presiden belum mengambil > keputusan apapun," ucapnya. Sebelumnya, desakan agar kasus hukum > Soeharto dihentikan dilontarkan kalangan dalam istana seperti > Mensesneg Yusril Izha Mahendra, Ketua MA Bagir Manan, dan Ketua MK > Jimly Asshidiqie. > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Everything you need is one click away. Make Yahoo! your home page now. http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

