>
> Topik RUU APP memang merupakan contoh paling pas mengenai apa yang
> disebut 'perbedaan worldview (paradigma?)'.. Ini kelihatannya bisa
> diterangkan
> dengan Cultural Theory (CT), dimana (AFAIK) interaksi dan norma sosial
> menjadi isu sentral di sini.
>
> ..
> Dari sini bisa dilihat pemetaan pro vs kontra RUU APP kurang lebih kubu
> Fatalis &
> Hirarkis vs Individualis & Egaliter. Namun pada saat terjadi penggalangan
> demo,
> aksi/memasang iklan (show of force), sebenarnya kubu Individualis &
> Egaliter
> sendiri sedang mempertontonkan sifat Fatalis yang mereka miliki..
> Otomatis yang terjadi adalah 'deadlock' karena pa-keukeuh-keukeuh;
> dan tidak ada titik temu/kompromi/kesepakatan atau 'jalan tengah'.. :-P
>
Ada yang kelupaan nih.. :-)
Fatalis selain berarti 'teguh pendirian' mengikuti norma sebagai 'true
believers',
juga terjadi pada mereka yang melakukan prinsip hedonisme dan suka",
asal gak nyenggol gw sih asik-asik aja.. Jadi dari yang kontra RUU APP juga
(ke)banyak(an) yang fatalis juga.
Suka tidak suka, Indonesia saat ini mayoritasnya masih fatalis.. terbukti
dari
mudahnya masyarakat menyerap sesuatu yang baru dilihatnya.. baik yang
datang dari western maupun 'gerakan pemurnian' dari tim-teng (penyebutan
lokasi menurut amrik).
Contoh lain adalah mudahnya Indonesia menjadi pasar dari serbuan produk
asing. Lagaknya memang anak orkay.. karena (merasa) banyak resource..
termasuk yang diobral ke dan dikuras asing.. Jadi ini yang membedakan
egois dengan Individualis yang lebih bersifat mandiri/kompetitif.
Btw, topik soal pengadilan Eyang Harto vs pengampunan/memaafkannya juga
cocok dengan cakupan CT ini.. :-)
Lantas apa yang paling bijaksana/tepat diambil dalam hal ini? AFAIK, yang
> paling pas
> adalah sikap untuk berada di tengah" dari semua kuadran.. mencari
> formulasi yang
> paling pas (baca: jalan tengah) untuk topik yang tengah dibahas.
>
> Jadi sifatnya tidak terlalu fatalis, tidak terlalu hirarkis, tidak terlalu
> egaliter dan
> tidak terlalu individualis.. tetapi yang PAS.. yang mengakomodir sebanyak
> mungkin
> aspirasi dan komitmen antar elemen..
>
> Ini contoh dari seorang rekan untuk topik FBR vs Inul.
>
> "..
> prasyarat jalan tengah:
>
> inul menunjukkan itikad baik terhadap fbr.
> contoh bentuk itikad baik inul:
>
> - inul 'mengajak' penyanyi dangdut yang mengikuti
> jejaknya untuk mengurangi goyangan hot-nya. cari
> goyangan yang sedang-sedang aja, kayak kristina atau
> ike nurjanah (bukan berarti niru, tapi kreatif dikitlah)
>
> - bikin lagu buat fbr, dll
>
> fbr menunjukkan itikad baik terhadap inul.
> contoh bentuk itikad baik fbr:
> - ikut mengamankan konser-konser dangdut secara
> konsisten, tidak semena-mena, korup, dan tanpa
> memungut biaya yang berlebihan.
>
> - ikut promosi inul sebagai penyanyi dangdut yang
> ramah budaya betawi.
>
> kalo mau sih gampaaang. what i am afraid is that both
> inul and fbr have made money as their most common
> denominator.
> .."
>
> Tentu saja dengan kesadaran bahwa pembahasan mengenai topik ini jangan
> sampai menguras energi kita untuk topik lain yang lebih menyentuh
> keseharian
> publik (mis: soal harga" kebutuhan pokok, eksploitasi kekayaan alam oleh
> asing,
> kekayaan negara yang dikorup/maling para penjahat yang kadang dipuja-puji,
> dsb).
>
> Ada komentar lain? :-)
> CMIIW..
>
> Wassalam,
>
> Irwan.K
>
>
> On 5/11/06, Totot <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Mas Moyo dan rekan2 FPK semua... :-)
> >
> > Saya setuju jika regulasi diberlakukan utk pembatasan penyebaran media
> > pornografi dan pornoaksi (maaf, pornoaksi ini artinya apa sih? tidak ada
> > di
> > kamus manapun lho! hehehe). Dan saya kira semua orang setuju hal ini.
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

