Date: Sun, 21 May 2006 16:09:01 +0700
From: Joesoef Isak <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Dari Amsterdam dan Paris

  
  
  
  BISAI - Asahan Alham Aidit, Amsterdam menulis :
 
 

           INI PASAR MALAM 

       Menyambut Pasar Malam Tong-Tong di Den Haag
   
 
  Bapak pembangunan sedang sakit  Bapak berjasa sedang sakit  Bapak negara sedang sakit  Bapak negeri sedang sakit  Bapak para milyuner sedang sakit  Bapak direktur penjara sedang sakit  Bapak direktur pejagalan sedang sakit  Bapak direktur Bank sedang sakit 
  Mengapa anak-anak di luar sibuk berkelakar  Tenangkan mereka jangan ribut di tengah duka  Apakah ini  Bukan Pasar Malam ?  Ya, Mas Pram? 
  Di sana  Marcos sedang menunggu  Ibu SEPULUH sedang menunggu  Hitler sedang menunggu  Mussolini sedang menunggu  Stalin sedang menunggu  Apakah ini  Bukan Pasar Malam?  Ya, Mas Pram? 
  Mengapa di luar terus saja ribut  Bukan hanya Bapak yang sedang sakit  Seluruh bangsa sedang sakit  Seluruh negeri sedang sakit  Sesepuh Bangsa Yang mulia juga sedang sakit  Semua sedang menunggu datangnya obat  Semua sedang menunggu sehatnya bangsa  Semua sedang menunggu pulihnya negara  Mengapa masih juga ribut di luar 
  Apakah ini  Bukan Pasar Malam ?  Ya, Mas Pram? 
  21 Mei 2006  ---------------------------------- 
  Dari website Umar Said/Paris  http://perso.club-internet.fr/kontak) 
 
  Jasa-jasa Besar Suharto 
 
  Surat-surat kabar Indonesia sedang ramai membicarakan status mantan  Presiden Suharto. Ada yang menghendaki Suharto tetap harus diadili --  pengampunan adalah urusan belakang setelah lebih dulu ada keputusan  pengadilan, sebaliknya ada pula yang menghendaki pengadilan terhadap  mantan Presiden Suharto tuntas dihentikan. 
   Presiden SBY mengambil keputusan mengendapkan dulu persoalannya,  akan tetapi Jaksa Agung dan Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan  menyelonong ambil keputusan sendiri, sama sekali mengabaikan  keputusan Presiden. Istilah "mengendapkan" rupanya boleh saja  dipluntir atau ditafsirkan ke segala jurusan. 
   Sekarang coba kita tengok sebentar ke luar Indonesia, tengoklah ke  bekas Sovyet Uni dan ke Tiongkok-RRT masa-kini. Negeri-negeri komunis  memang selalu menghadapi kesulitan menulis sejarahnya sendiri,  terutama apabila pemimpinnya meninggal dan kemudian muncul pimpinan  baru dengan kebijakan baru. Di Rusia sekarang, Lenin dianggap kentut  dan Stalin dianggap kotoran yang harus dilupakan dan dibuang  jauh-jauh. Di Tiongkok-RRT masa-kini, rakyat yang sekarang mulai  merasakan kemakmuran dan menikmati kebebasan memuja-muja Teng Siao  Ping sebagai pemimpin yang sangat berjasa tetapi mereka tidak  membuang sejarah, mereka masih berbicara tentang Mao Tse Tung  dengan tetap rasa hormat. Di mulut rakyat Tiongkok terdengar penilaian  arif : Mao Tse Tung membikin kesalahan, tetapi dia besar sekali jasanya  bagi rakyat Tiongkok dan bagi Tiongkok sebagai negara. Kesalahan Mao  Tse Tung terutama terjadi di tahun-tahun akhir usianya, sebelum itu  jasanya tidak ternilai besarnya.
Mereka lantas dengan pragmatis  menggunakan timbangan antara jasa dan kesalahan -- menilai mana yang  lebih berat? 
  Kesimpulannya : jasa Mao Tse Tung luar biasa besarnya,  kesalahannya maksimal cuma 30% bahkan barangkali cuma 10% -- dan apa  yang dilakukan rakyat dan pemerintah Tiongkok adalah mengoreksi dan  memperbaiki kesalahan Mao Tse Tung itu. Walhasil Tiongkok dan  rakyatnya masa-kini dengan kiprah kesejahteraan dan pembangunan  ekonomi besar-besaran, tetap mencintai dan menghormati Mao Tse Tung  di samping Teng Siao Ping yang dielu-elu. 
  Bagaimana dengan Suharto? 
  Apabila menilai struktur-kekuasaan sekarang atau lebih jelas :  pendapat para pejabat dan mantan pejabat (temasuk jendral aktif dan  pensiunan), maka suara dari mereka akan mengatakan : bersikaplah  adil !! Jangan pernah lupakan jasa-jasa besar Suharto! Secara implisit  ucapan itu jelas bermaksud menyatakan, "sudahlah jangan ganggu lagi  Pak Harto yang sudah tua dan sakit-sakitan. Dia sudah berjasa sekali  sebagai Bapak Pembangunan, maafkan dia, dan hentikan tuntas  pengadilan terhadapnya!" 
  Mayoritas pendapat yang sedang pegang kekuasan di Indonesia  adalah seperti di atas itu, maka dengan sendirinya kita sudah bisa  duga apa kelanjutan nanti dari keputusan "mengendapkan" perkara  Suharto. Sebaliknya kita tidak pernah akan tahu suara rakyat yang  sebenarnya, sebab seluruh mass-media, TV, radio dan suratkabar, pada  dasarnya menjadi penyalur suara pejabat, sehingga dengan sendirinya  suara itulah seakan merupakan "public opion" yang dominan dan harus  dianggap sah di Indonesia. Lagi pula seluruh perangkat dan aparat  negara, eksekutif, yudikatif, legislatif dan pimpinan ABRI dominan di  tangan para pewaris Orde Baru Suharto. 
   Benar sekali jasa pemimpin jangan dilupakan!!! 
   Marilah sekarang kita secara katagoris merinci jasa-jasa besar Pak Harto. 
  1. Presiden Jendral Suharto tidak ternilai jasa besarnya dalam  menumpas komunisme dan PKI sampai ke akar-akarnya dan akhirnya juga  dengan gemilang menyingkirkan Presiden Sukarno.  Negeri gembong anti-komunis nomor satu di dunia sendiri pun,  Amerika Serikat dengan paradigma MacCarthy, tidak pernah berhasil  menumpas komunisme seperti apa yang dilakukan oleh Suharto. Dalam  sejarah politik modern umat manusia sedunia, tidak pernah ada  preseden seperti prestasi gemilang oleh Suharto itu dalam memusnahkan  tuntas suatu ideologi berikut penganutnya secara fisik. Dalam pada  itu Presiden Suharto secara verbal tetap mengumandangkan Indonesia  berpolitik netral bebas aktif, tetapi dalam hakekat berada satu kubu  bersama apa yang menamakan diri "The Free World". Pak Harto  telah merubah peta politik dunia, dan sementara menempatkan  "Dunia Bebas" dalam posisi unggul ketimbang The New Emerging  Forces Bung Karno. 
   2.  Pak Harto bukan saja seorang militer ulung, tetapi beliau juga  politikus handal yang mampu meng-optimalkan momentum-momentum  kepentingan pribadi yang selalu implisit berhasil dia integrasikan  sebagai kepentingan Negara, Bangsa dan Rakyat Indonesia. Contoh  gamblang paling mencolok : terbunuhnya secara keji jendral Achmad  Yani cs menjadi berkah maha akbar yang beliau manfaatkan secara  optimal; beliau dengan gemilang berdiri di atas bangkai-bangkai  pahlawan revolusi itu untuk meraih puncak kekuasaan tertinggi sambil  memproklamasikan menyelamatkan kesaktian Pancasila. Sebagai  militer-politikus beliau juga berhasil mengamankan dan  meratakan  jalan dari segala penghalang yang datang dari lawan atau pun dari  kawan sendiri, seperti antara lain jendral Nasution, jendral Ton  Sudharsono, jendral Sarwo Edhi, jendral Ali Sadikin dan jendral  Hoegeng. 
   3.  Pak Harto adalah "Bapak Pembangunan"  yang berhasil membangun  Indonesia tanpa menggunakan uang sendiri melainkan terutama dengan  utang dari luar negeri. Beliau berhasil bukan saja menjadi Presiden  terkaya di dunia sepanjang sejarah umat manusia, tetapi sekaligus  juga tanpa keringat banting-tulang mampu menggaruk kekayaan bumi  tanah-air Indonesia demi memperkaya seluruh anak-cucunya, berikut  pendukung-pendukungnya menjadi milyuner dan multi-milyuner dollar  dadakan. Di puncak prestasi ekonominya itu, Pak Harto berhasil  mewarisi utang-utang itu pada rakyat Indonesia untuk melunasinya. 
  4.  Pak Harto berhasil cemerlang gilang-gemilang mengendalikan  kerangka berpikir inteligensia Indonesia sehingga mampu menyeragamkan  otak berpikir mereka agar selalu berpikir sepenuhnya sesuai dengan  apa yang diingini beliau. Kaum cendikia terlatih menerima berbagai  gagasan rekayasa sebagai kenyataan dan kebenaran, terlatih seni  hipokrisi di segala bidang kegiatan kemasyarakatan,  soaial-budaya-politik-hukum. Pelanggaran hukum dan hak-hak azasi  betapa pun beratnya, dalam era Pak Harto mampu menjadi sesuatu yang  konstitusional, resmi dan serba sah. 
  Bung Karno pernah mengatakan "jangan pernah melupakan sejarah!"  Betul, jangan lupakan jasa-jasa besar Pak Harto!!!  Sekarang ini tidak bisa diduga ke mana dan bagaimana ujung-ujungnya  kasus mantan Presiden Orde Baru itu akan berakhir. 
  Apakah SBY, menantu Sarwo Edhi, akan memainkan peranan bersejarah  ataukah dia  hanya menjadi tokoh peralihan "numpang lewat" sambil  menunggu munculnya tokoh pemimpin penyelamat Indonesia sesungguhnya  yang mampu membawa perubahan sosial-politik secara substansial. *** 


Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/  
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/






           
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke