Di AS saja orang untuk masuk klub malam diperiksa dulu
ID/KTP-nya apakah cukup umur atau tidak. Di Indonesia
justru lebih bebas.

Di AS film2 diberi rate apakah bebas untuk semua umur
atau triple x, di Indonesia tidak ada aturan itu. Film
perkosaan bisa ditayangkan di kala anak2 masih
menonton TV.

Pendukung pornografi memang tak lebih dari kumpulan
orang maksiat.

Alhamdulillah hanya Islam agama yang tetap lurus dan
menentang pornografi. Tak heran Allah menggambarkan
Islam sebagai jalan yang lurus.

Hanya ummat Islam yang berdemo menentang pornografi.


--- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>       REFLEKSI: Apa keuntungan bagi Indonesia
> ditalibanisasikan? Bagaimana komentar kaum pendiam
> mayoritas [silent mayority]? Apa yang pernah terjadi
> di Afghanistan dibawah Taliban antara lain ialah:
> wanita tidak boleh sekolah, tidak boleh kerja,
> patung Buddha di Banyam diledakan jadi pasti candi
> Borobudur pun tak akan luput dari dekafirisasi. Para
> pendukung Talibanisasi jangan malu-malu kucing
> memberikan pandangan tentang surga diambang pintu.
>
>
>
>       HARIAN KOMENTAR
>
>       22 May 2006
>
>       
>
>
>
>       Ketua Pansus: RUU APP disahkan Juni
>       RUU APP Digolkan = Upaya Talibanisme di RI
>     
>
>
>
>
> Meski mendapat penolakan keras, termasuk dari
> Sulawesi Utara, namun Rancangan Un-dang-undang Anti
> Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) su-dah hampir
> pasti digolkan. DPR malah telah menjadwalkan un-tuk
> mengesahkannya Juni nan-ti. Reaksi keras pun
> berdata-ngan. Pengesahan RUU APP ini dinilai sebagai
> upaya menja-dikan Indonesia Talibanisme.
>
>
> Hal ini disampaikan Humas Ahmadiyah Indonesia,
> Muba-rik Ahmad di sela-sela diskusi bertajuk 'Bedah
> Naskah Aka-demis RUU APP' di Aula Per-pustakaan
> Nasional, Jl Sa-lemba, Jakarta, Sabtu (20/05).
> "Sepertinya ada upaya mema-sukkan aliran Taliban ke
> Indo-nesia. Ya itu seperti Taliban yang ada di
> Afganistan," tukas Mubarik.
>
>
> Siapa yang melakukan tali-banisme? "Yang jelas
> kelompok pendukung. Tapi saya tidak bisa katakan itu
> partai politik atau ormas," ujar pria ber-jenggot
> ini. Menurut dia, RUU APP sangat berlebihan bila
> ha-rus diberlakukan menjadi UU. Alasannya Indonesia
> sudah mempunyai Kitab Undang-undang Hukum Pidana
> (KUHP). "Ini menggelikan. Di Arab saja UU kayak gitu
> tidak ada," imbuh dia.
>
>
> Ditambahkan Mubarik, In-donesia sangat beragam,
> hete-rogen. Menurut dia, akan sa-ngat berbahaya jika
> ada kodi-fikasi, karena akan bisa me-munculkan
> konflik horisontal. Menurut informasi yang
> diper-oleh dia, bila RUU APP berhasil digolkan, ada
> 18 daerah yang akan menerapkan peraturan semacam
> Perda di Tangerang, Banten. "Sangat menggelikan
> kalau seperti di Perda Tange-rang itu. Masak ciuman
> saja diatur tidak boleh lebih dari 5 menit. Padahal
> 5 menit itu la-ma lho," kata Mubarik sambil tertawa.
>
>
> Sementara itu, dari kalangan DPR telah memberi
> signal menggolakn RUU APP.
> "Juni nanti RUU APP akan di-sahkan untuk mengakhiri
> pro kontra yang berlangsung," kata Ketua Pansus RUU
> APP, Bal-kan Kaplale kepada wartawan di Gedung DPR,
> Senayan, Ja-karta, Minggu (21/05) kemarin seperti
> dilansir detik.
>
>
> Menurut Balkan, saat ini telah 90 persen materi RUU
> su-dah dibahas. RUU terdiri dari 11 bab dan 36
> pasal. Mengenai kemungkinan pengesahan akan
> berlangsung alot, Balkan me-ngusulkan dilakukan
> voting. Saat ini dari 10 fraksi di DPR, 8 fraksi
> telah menyatakan sikap. Dua fraksi yang belum
> menyatakan sikap yakni hanya FPDIP dan FPDS. "Voting
> akan digunakan sebagai langkah terakhir," tandas
> Balkan.
>
>
> Menanggapi masih banyak-nya pihak yang menolak RUU
> APP, Balkan menilai hal itu terjadi karena mereka
> belum membaca RUU APP versi baru yang disepakati
> pada 11 Maret lalu. Sementara itu, Minggu ke-marin,
> sekitar 500 ribu orang menggelar demo mempressure
> DPR agar disahkannya RUU APP.
>
>
> Massa merupakan gabungan sejumlah organisasi Islam
> se-perti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), MUI,
> Forkappi, dan PBB. Dalam orasinya, sejumlah to-koh
> mendesak DPR agar segera mengesahkan RUU APP
> men-jadi Undang Undang (UU). "Ka-mi minta DPR segera
> menge-sahkan RUU APP karena RUU ini menentukan nasib
> anak cucu kita,"(kata para pende-mo.(dtc/zal) 
>
>
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
>
>


===
Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di luar nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas pornografi dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - www.nizami.org

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke