Dari milis mediacare:

--- rully ariefandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Ada intimidasi guru lokal di sekolah asing...
kacau nih.. kita terus-terusan dijajah asing.


JAKARTA : Kepala Sekolah dari sekolah asing New
Zealand  International  School (NZIS)  dilaporkan
bertindak diluar  aturan dan kerap melakukan
intimidasi terhadap  para guru  maupun pegawai lokal
(Indonesia)  tanpa  memperhatikan hukum yang berlaku
serta kontrak kerja yang telah  disepakati.

Sekolah  asing NZIS yang berlamat di  bilangan
Jakarta Selatan  ini  dipimpin oleh Kepala sekolah
asal  Australia, Linda Holdaway Howard dilaporkan
beberapa karyawannya karena dinilai telah menebar
ketakutan  dengan melancarkan  tekanan pemecatan
kepada para karyawan baik tenaga kerja asing  dan
lokal.

Beberapa  guru  yang  merasa  dikecewakan  dan 
merasa  diintimidasi telah melaporkan kasus ini ke
Departemen Tenaga Kerja  karena dinilai telah
menciptakan keadaan dimana  para pekerja  lokal
diperlakukan  seperti semi-budak  yang  harus
menjalankan  semua  perintah  yang  diinginkannya,
termasuk tugas-tugas di luar yang tercantum dalam
kontrak kerja.

Bahkan, para pekerja lokal dilaporkan telah
diperlakukan  sebagai tenaga kerja kelas dua di semua
segi  pekerjaan mereka.  Yang  dipertanyakan  oleh
sebagian  pekerja  lokal adalah  kenapa  Departemen
Tenaga  Kerja,  setelah  menerima begitu banyak
keluhan, tidak melakukan tindakan apapun untuk
memeriksa kepala sekolah atau melindungi warga Negara
Indonesia.

Seorang guru bahasa Indonesia , Connie mengaku
menerima surat  untuk  tidak datang lagi mengajar pad
bulan  Januari yang  lalu.  Tidak ada alasan atau
surat  peringatan  apapun yang harusnya dilakukan
sesuai dengan peraturan sekolah.

Malahan  Connie hanya diberi kantong plastik hijau
dan diberitahu  untuk membawa barang-barang pribadinya
saat  itu juga,  dan  diawasi untuk tidak mengabil
baran-barang  lain milik sekolah.

Connie  telah melaporkan Sekolah ke  departemen
tenaga kerja dan melibatkan juga pengacara, tapi
hingga kini Connie masih  belum  menerima  uang
kompensasi  yang  harusnya  dibayarkan jika kontrak
kerja tidak dipenuhi.

Hal  serupa  juga dilamai oleh asisten guru,  Euis
dan Allya  yang  juga telah melaporkan kasus ini  ke
departemen tenaga kerja , karena dipecat tanpa alasan
dan tidak menerima kompensasi apapun.

Bukan cuma itu guru di sekolah dasar disana yaitu
Jolie yang  sudah  bekerja selama kontrak 1 tahun,
harus  dipecat kerena  keberatan atas cara Kepala
Sekolah berbicara  dengan dia di depan orang tua
murid.

Yang menyedihkan, Kepala Sekolah juga menghubungi
orang tua  Jollie  di Canada, dan meminta mereka
untuk  menjemput anaknya yang dikatakan ada gangguan
mental.

Seorang  supir  pun tidak  ketinggalan,  Jamal
mengaku dipecat karena Kepala Sekolah menuduh tanpa
disertai  bukti-bukti, bahwa Jamal yang mengkoordinasi
pemogokan para supir.

Alasan  pemogokan  adalah gaji untuk  supir  dan
local staff yang lain, begitu pula mengenai pemotongan
pajak  yang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Demikian  juga  dilami oleh seorang  manager
Akuntasi, Lilis juga diminta untuk mengundurkan diri
karena mengetahui tentang  pelanggaran  keuangan  yang
dilakukan  oleh  Linda (Kepala Sekolah), dan beberapa
pelanggaran prosedur  seperti misalnya  pada  saat
suami Linda yang  juga  guru  di  NZIS, memasukan
tagihan kesehatan lebih dari 2 bulan  gaji   yang
harusnya,  sesuai peraturan suami Linda hanya boleh
menagih satu bulan gaji saja.

Demikian  juga dialami oleh seorang  manager
Akuntasi, Lilis dan seoarang  guru Bahasa Mandarin,
Joyce terpaksa mengundurkan  diri karena adanya
tekanan dari  pihak  kepala sekolah.
Sementara Tommy dan dua guru lainnya Alistair dan
AlexSikkema  merasa terus menerus diteror dengan
kiriman  Email oleh Kepala Sekolah yang sifatnya
melecehkan kasus.

Akibat  dipaksa untuk mengundurkan diri, akhirnya
para pegawai  ini telah keluar selama 6 bulan terakhir
atas  kemauan  mereka sendiri karena tidak tahan lagi
akan  keadaan lingkungan tempat mereka bekerja, dan
mereka beruntung relah mendapatkan  pekerjaan lainnya.
Lainnya keluar bahkan  tanpa mendapatkan pekerjaan
lain, tidak tahan karena situasi kerja sangat buruk.

Para  karyawan  yang  korban  intimidasi  ini
khawatir akibat  ketidakadilan dan ketidaknyamanan
akan  mempengaruhi para  murid  yang dapat merasakan
tekanan dan  keadaan  yang buruk,  seperti suatu
pernikahan orang-tua yang  buruk.   Ini  juga
mempengaruhi proses  belajar  dan  mengajar, serta
begitu banyaknya energi yang membebani para  pegawai/
guru  tentang  nasib nya yang selalu  mengkhawatirkan
bahwa suatu waktu Kepala Sekolah akan mentargetkan
salah satu dari mereka.

Untuk  jam kerja para asisten guru  di NZIS
diharuskan mengajukan  permohonan  libur yang  bias
disetujui  ataupun tidak disetujui serta di diharuskan
untuk masuk dan  bekerja dari  setengah hari libur.
Padahal, di sekolah  lain  berhak untuk  mendapat
hari  libur yang sama  seperti  para  guru.

Sayangnya,  pemilik  sekolah  yang 
berkewarganegaraan Malaysia tidak melakukan tindakan
apapun dan malahan  berpihak pada Linda.
Linda sendiri pernah bekerja di sebuah sekolah di
Johor Baru Malaysia dimana, menurut kepala sekolah The
Australian Internasional School, dia telah dipecat.

Ketika  dikonfirmasi pihak sekolah maupun  Linda
tidak mau  komentar  dan hanya memberikan janji  akan
menjelaskan semuannya segera. (**)


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke