hm..interesting soal mas mayang eh...mas bambang...itu namanya senjata makan tuan...mas bambang gak tepo saliro sama istri tua...itu salah satu bentuk kekerasan dalam rumah ...bukan secara fisik tapi psikis...coba bayangkan kalo lina dahlan punya suami...lantas suaminya kawin mawin....gak talking-talking sama sampeyan...apa sampeyan mau diem aja....walaupun hidup sampeyan dicukupin secara material...apalagi ada anak-anak...yang merasa malu...liat kelakuan bapaknya seperti itu...iya toh.....he...he seru juga yah....
  
  salam
  iwan

Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 
--- In [email protected], Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> saya punya adagium yang sudah dianggap lazim di negeri kita ini,
adalah peraturan dibikin memang untuk dilanggar, dan yang melanggar
biasanya yang paling ngerti hukum, lihat saja hakim narkoba jual
beli narkoba, polisi narkoba ikut make narkoba, jaksa tipikor ikut
terima suap, anggota dpr anti KKN, gemar terima amplop....

Lina:
Ini sih permainan silat lidah aja alias permainan kata.
Kata "pelanggaran" timbul karena adanya kata "peraturan". Jadi kalau
kata "peraturan" tidak ada, maka kata "pelanggaran" tidak akan ada.
Begitu saja.

Masalahnya, apa hidup didunia ini tidak perlu peraturan?

IW:
>   jadi semakin banyak perarturan (baca : undang-undang) memang
semakin orang kepingin melanggar.........peraturan di negeri ini
dibuat bukan untuk dipatuhi, tetapi dilanggar...kalo bisa dibikin
susah kenapa dibikin gampang...inget iklan rokok di
televisi.....he...he

Lina:
Banyak peraturan bukan penyebab orang kepingin melanggar. Yang
membuat orang ingin melanggar karena peraturan cuma diatas kertas
doang. Gak dipraktekin bener2 alias peraturan/hukumnya gak tegak. 
Makanya buru2 jadi Presiden, kesalahan Presiden itu pasti dimaafkan.
The King can do no wrong. Makanya ada yang bilang Indonesia surganya
narkoba, sorganya koruptor, maling, penjudi, pornografi...

Tapi kembali ke judul...:-), kejadian yang menimpa Bambang
Trihatmodjo suatu pengecualian ya? Suami mendapat perlakuan tindakan
kekerasan...:-)).

wassalam,





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




  SPONSORED LINKS
        Cultural diversity   Indonesian languages   Indonesian language learn     Indonesian language course
   
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS

   
    Visit your group "ppiindia" on the web.
   
    To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
   
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

   
---------------------------------
 



                 
---------------------------------
Sneak preview the  all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just radically better.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke