Subhanallah! Mudah-mudahan kejadian kecil di Purwakarta Jawa Barat ini tidak
menyulut bangkitnya kekuatan massa NU yang bagaikan macam itu!
Kita semua tahu kekuatan MMI+FPI+FUI+FT ini kecil dan minoritas meskipun
vokal dan suka pamer dan menggunakan kekerasan dan senjata. Mereka ini
selalu berhasil menggusur lawannya yang kecil-kecil dengan teror seperti
biasanya, dan polisi membiarkan kelakukan mereka itu. Tetapi kali ini mereka
dapat dipatahkan oleh kekuatan Nahdliyyin di Purwakarta dan polisi pun
akhirnya ikut mengusir mereka dari TKP. Dengan demikian akhirnya usaha
mereka hendak mengusir pemimpin kami Gus Dur, dan hendak membubarkan
pertemuan yang diselenggarakan oleh kalangan Nahdliyyin di Purwakarta gagal
total.
Subhanallah! Mudah-mudahan hal ini menjadi pelajaran bagi mereka yang selama
ini merasa punya kuasa bertindak "atas nama Islam" dengan menggunakan
kekerasan itu, dan negeri kita menjadi aman dari teror atas nama agama kita
itu. Kalau tidak, Anda tidak bisa membayangkan bagaimana jika macam tidur
kekuatan Nahdiyin kami bangkit dan aktif terhadap mereka.
Silahkan berita di bawah ini:
GUS DUR DITEROR GEROMBOLAN ISLAM RADIKAL
Purwakarta, gusdur.net
Segerombolan massa yang mengatasnamakan Islam membuat
keributan saat berlangsung forum Dialog Lintas Etnis
dan Agama di Purwakarta Jawa Barat, Selasa (23/5/2006)
yang dihadiri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
"Ketika baru beberapa menit Gus Dur menyampaikan
pandangannya sebagai keynote speaker, di luar forum
mereka membuat kegaduhan," jelas ketua Steering
Committee acara tersebut Sona Maulida Roemardhie.
Kegaduhan itu, lanjutnya, terjadi lantaran sekitar 50
massa gabungan dari Front Pembela Islam, Majelis
Mujahidin Indonesia, Forum Umat Islam dan Hisbut
Tahrir Indonesia memaksa masuk Gedung PKK Kabupaten
Purwakarta Jawa Barat, tempat acara digelar.
"Mereka dikomandoi Ketua FPI Cabang Purwakarta Asep
Hamdani. Dan sekitar 15 orang masuk dalam ruangan
diskusi untuk membubarkan forum," imbuhnya.
Agar mereka tidak merusak, forum memberi kesempatan
perwakilan massa untuk berbicara. "Sebagian
mengeluarkan kata-kata kotor yang tak pantas diucapkan
oleh orang yang mengaku beriman," jelas Sona.
Gus Dur menanggapi hal itu dengan tenang. Dia menjawab
panitialah yang berhak meminta dirinya meninggalkan
forum. "Saya diundang panitia. Anda hanya diberi
kesempatan bicara oleh panitia. Karena itu, andalah
yang harusnya keluar dari sini," kata Sona menirukan
Gus Dur.
Melihat gelagat itu, massa Barisan Anshor Serbaguna
dan Garda Bangsa yang berada di lokasi bangkit
emosinya. Untungnya bentrokan tidak sampai terjadi. "
Para perusuh itu keburu diusir pihak kepolisian,"
imbuh Sona.
Selain itu, Sona mengungkapkan tanda-tanda mereka
ingin membubarkan forum itu telah tercium beberapa
hari sebelumnya. "Sehari sebelumnya saya diundang MUI
Purwakarta terkait forum ini. Di sana, saya divonis
sekuler yang telah diharamkan MUI. Untuk itu, mereka
meminta forum tidak jadi dilaksanakan," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari peristiwa ini, dikatakan
Sona, pihaknya akan mengambil langkah tegas. Pertama,
membuat pers rilis bahwa NU Purwakarta menuntut mereka
untuk meminta maaf kepada Gus Dur melalui media massa.
Kedua, mendesak polisi untuk memeriksa mereka karena
telah mengganggu ketertiban acara.
Sona juga menghimbau supaya mereka meminta maaf kepada
kaum nahdliyyin. "Karena perbuatan mereka telah
menyakiti kaum nahdliyyin," himbaunya.
"Banyak ulama menelpon saya, karena mereka mendengar
berita Gus Dur disakiti. Kata mereka, kok ternyata ada
warga Purwakarta yang berani menyakiti tokoh besar NU
itu," imbuhnya.
"Sekarang ini saya dan kawan-kawan di Purwakarta akan
berkonsentrasi mencari bukti-bukti untuk menuntut
mereka," tegas Sona.
Pada acara bertema Merajut Cinta yang Terserak,
Merangkai SilaturahimMenuju Purwakarta Wibawa Karta
Raharja itu, Gus Dur diminta untuk memaparkan
pandangannya tentang Pluralisme dalam Bingkai
Masyarakat Mandiri. Selain Gus Dur, acara ini
dihadiri oleh sesepuh Purwakarta KH. Habib Hasan
Syueb, rohaniawan Benny Susetyo, perwakilan agama
Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Konghucu. Bupati
Purwakarta urung hadir karena faktor kesehatan.
/Nahdliyyin
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

