Ini adalah pokok-pokok pikiran sejumlah tokoh (KH. Masdar F. Masudi, Dr.
Syafii Anwar, Maria Ulfah Anshor, Musdah Mulia, dan aktifis demokrasi
lainnya) yang hadir dalam jumpa pers di kantor The Wahid Institute, Jakarta.

=================================================================

Press Release
Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan
"Melawan Preman Berjubah"

Akhir-akhir ini terjadi banyak kekerasan yang dipicu oleh kelompok-kelompok
yang mengatasnamakan agama Islam dan mengklaim diri sebagai pembela Islam.
Kasus paling baru adalah penyerangan terhadap FAHMINA Institute di Cirebon
(21/5/06), ancaman pembubaran paksa forum dialog antar agama dan mengusir
mantan Presiden Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid di Purwakarta,
Jawa Barat (23/5/06).

Kami ingin menyebut mereka dengan julukan yang diberikan oleh Prof.
H.ASyafi'i Maarif sebagai "kelompok preman berjubah". Mereka mengklaim
diri
sebagai kelompok Islam yang ingin menegakkan Syari'at Islam dengan mengancam
dan meneror siapa saja yang berbeda pendapat melalui tindakan kekerasan
fisik.

Keberadaan preman berjubah yang terus menerus mengancam dan melakukan tindak
kekerasan, serta tindakan pembiaran oleh aparat keamanan, adalah kegagalan
pemerintah dalam menjamin rasa aman masyarakat Indonesia yang merupakan hak
paling dasar warganegara. Kegagalan itu memperlihatkan bahwa proses
demokratisasi di Indonesia kini telah dibajak dan dihancurkan oleh para
preman berjubah tersebut.

Hal ini telah menimbulkan kemarahan di kalangan masyarakat dan berpotensi
menimbulkan konflik horizontal yang meluas. Oleh karena itu, untuk
mengantisipasi kekerasan massal yang mengancam eksistensi Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI), dengan ini Jaringan Masyarakat Anti Kekerasan
menyampaikan sikap sebagai berikut:

1) Kami berpendapat jika kelompok-kelompok preman berjubah pelaku kekerasan
dibiarkan terus beraksi, tindakan mereka mengancam eksistensi NKRI. Maka
kami menuntut kepada Presiden Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf
Kalla untuk bertindak tegas demi menyelamatkan NKRI yang beradab sesuai
dengan sumpah jabatan, amanat konstitusi dan ideologi Pancasila.

2) Kepada Kepolisian Republik Indonesia dan aparat penegak hukum lainnya,
kami menuntut agar segera mengambil tindakan tegas untuk mencegah aksi
kekerasan kelompok preman berjubah, dan tidak hanya berdalih telah melakukan
pengamanan di lapangan ketika ancaman dan kekerasan berlangsung.

3) Kepada Majlis Ulama Indonesia (MUI), kami mengingatkan bahwa berbagai
kasus kekerasan yang dilakukan para preman berjubah mendasarkan pada fatwa
MUI yang mengharamkan "Pluralisme, Liberalisme, dan Sekularisme" serta
menyesatkan kelompok-kelompok tertentu. Oleh karena itu, kami menuntut MUI
untuk ikut bertanggung jawab terhadap terjadinya kekerasan-kekerasan
tersebut, meminta maaf kepada bangsa Indonesia dan mencabut fatwa-fatwa
tersebut.

4) Kepada masyarakat yang merasa terganggu oleh ancaman dan kekerasan yang
dilakukan para preman berjubah, kami mengimbau agar menahan untuk tidak
memulai melakukan tindakan kekerasan terhadap kelompok-kelompok tersebut.
Tetapi kami menyerukan agar masyarakat melakukan tindakan-tindakan persiapan
untuk menghadapi ancaman dan kekerasan yang dibiarkan oleh pihak keamanan.

Jika seruan ini tidak diindahkan oleh pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono
dan Jusuf Kalla, maka negara ini telah digiring menhjadi arena dimana hanya
hukum rimba yang berkuasa. Menurut kami, pemerintah yang tidak lagi mampu
menjaga kedaulatan hukum, dan membiarkan hukum rimba menjadi aturan main
bersama, sudah tidak memiliki kewibawaan dan legitimasi, serta tidak layak
lagi mendapat dukungan warganya.

Jakarta, 24 Mei 2005

On 5/24/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Terima Kasih mas... Ehm dibanding website gusdur.. saya lebih percaya NU,
> semoga informasi ini bisa dipegang...., enaknya lagi  kalau FPI buat press
> release ya atau pernyataan sikap.
>
>   Di NU sendiri saya yakin tak sembarangan beliau-beliau mengeluarkan
> pernyataan. Sisi lain sepemahaman saya di NU sendiri masih banyak para kyai
> yang lurus, shalih dan sibghah Islamnya tinggi...
>
>   salam,
>   aris
>
> Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   yg saya kirim itu info dari NU Online.
>
> On 5/24/06, aris solikhah wrote:
> >
> > Mas Ari yang baik...
> > Terima kasih klarifikasinya.. saya bahkan mendengar yang melakukan itu
> > FBR katanya karena, FBR marah dengan Gusdur atas penghinaan yang
> dilakukan
> > Gusdur. Hanya saja saya tak ingin terjebak gosip, selain itu karena saya
> > tidak nonton berita waktu itu, saya lebih memilih nonton berita biasanya
> di
> > Trans TV, RCTI, SCTV. Atau Indosiar di Radio ElShinta.
> >
> > Mbak Bintang Timur (^_^) atau Uly,
> > Sebuah pesantren disebut friendly atau tidak yah tergantung pemahaman
> > mbak. Saya ingin main ke sana pesantren ngruki atau MMI (ah.... padahal
> > dengan kampung halaman cuman 2 jam ditempuh) saya menyesal ingin kesana
> > karena penasaran...heboh banget sih markas MMI nih... apa sih yang
> menarik
> > ^_^ rasa curious saya maaf.
> >
> > Kalau pun saya ke MMI, mungkin juga para bapak atau santri cowoknya
> > nggak friendly sama saya meski saya pakai baju muslimah lengkap apalagi
> mbak
> > yang non muslim yang bajunya maaf terbuka, yah.... itu mudah
> ditebak..mereka
> > memiliki pemahaman menjaga pendangan terhadap perempuan lain atau asing.
> Itu
> > bentuk penghormatan mereka. dan beberapa hal lain yang saya agak panjang
> > kalau menguraikannya. Saya hanya mencoba menebak ketidaknyamanan Anda.
> Kedua
> > MMI adalah tempat yang paling dicari, pusat perhatian yah... hal-hal
> itulah
> > malah kadang membuat markas MMI itu sendiri kurang nyaman....
> >
> > Mbak Uly,
> > Saya sadar penuh bahwa... ada memang organisasi Islam yang menggunakan
> > cara kekerasan untuk memberantas kemaksiatan. Saya sendiri tidak memilih
> > cara kekerasan karena saya berpemahaman RAsulullah tidak mencontohkannya
> > dalam mempejuangkan syariat Islam. Nmaun Ini adalah wilayah ijtihadi
> atau
> > boleh terjadi perbedaan pendapat.
> >
> > Namun demikian mereka saudara saya semuslim, apakah lantas saya
> > menghujatnya pula ,sedangkan memberantas kemaksiatan kewajiban setiap
> > muslim. Inilah rasa delematisnya bagi saya.
> >
> > Saya memilih diam, dan netral, kalau nasehat, saya yakin antar
> > organisasi Islam melakukan hal itu, FPI pun saya yakin sering
> dinasehati...
> > tapi kalau tidak mempan bagaimana....... Semoga suatu saat mereka
> > tercerahkan.. tiada kurang doa untuk mereka. dan lihatlah bagaimana FPI
> bila
> > melakukan aksi dengan organisasi lain dia tak menunjukkan "metode
> > gerakannya", dia menghargai MUI saat aksi kemarin dan menghargai gerakan
> > lain. Jadi setidaknya FPI masih memiliki rasa persaudaraan. Saya
> berharap
> > MUI dan gerakan Islam lain atau kita semua menasehati FPI.
> >
> > Mungkin benar ada oknum FPI (kasus personal) menerima uang, namun saya
> > yakin mereka dari asas dasarnya adalah untuk memberantas kemungkaran
> mbak.
> > Tapi entahlah faktanya saya belum tahu... baru selentingan belum jelas..
> >
> >
> > Lebih dari semua itu fakta FPI dan FBR saya tak begitu menguasai, dalam
> > artian saya khawatir memfitnah mereka sedangkan saya tidak tahu menahu
> > secara rinci tentang mereka atau maksudnya berdiskusi langsung dengan
> mereka
> > atau membaca buku karya asli dari mereka mengenai gerakan mereka.
> >
> > Saya tak ingin menambah runyam, terprovokasi, menghina sesama umat Islam
> > juga. Sisi lain saya juga prihatin melihat umat Islam saling menghujat
> > sesamanya. Kalau menghujat ide sih masing mending, tapi kalau menghujat
> > personal wah.. itu wilayah yang penuh menimbulkan emosi.
> >
> > Sungguh saya berharap, orang-orang yang melakukan Pornografi Pornoaksi
> > itu sadar bahwa apa yang mereka lakukan sebenarnya memiliki dampak
> negatif
> > buat masyarakat. Masih ada banyak pekerjaan yang bermanfaat buat yang
> lain
> > dan halal, dibanding mengeksploitasi fisik. Pekerjaan yang membuat
> > masyarakat respek pada mereka, merasa bahagia dan terbantu dengan
> pekerjaan
> > mereka, bukan pekerjaan kontraversi dan meresahkan orang..
> >
> > Orang sulit akan menerima penyadaran bila dia sudah benci atau tersulut
> > emosinya terlebih dahulu. Oleh karena itu bila saya diberikan pilihan,
> saya
> > tak ingin menghujat pihak lain. Yang salah bukan orangnya atau benda
> fisik
> > tapi pemahaman yang mengendap dibenak mereka. Maka hal itu bisa diubah
> > dengan mengubah persepsi atau pemahaman dibenak mereka. Tentu saja hal
> ini
> > sulit dilakukan kalau dia benci atau marah pada kita duluan. Bukankah
> begitu
> > mbak?
> >
> > terima kasih berbagi dengan saya mbak,
> > salam,
> > aris
> >
> >
> >
> >
> >
> > Free Thinker wrote:
> > Mbak Aris..
> > Saya ingat waktu saya mendapat fellowship untuk "Journey into Islam in
> > Indonesia" bulan Mei 2004 bersama 4 orang wartawan Indonesia (dari media
> > muslim dan umum) dan 9 orang wartawan Australia, saya mampir ke markas
> MMI
> > di Solo (termasuk sejumlah pesantren di sepanjang pulau Jawa, dari
> Gontor,
> > Ngruki, Tebuireng, bla.. bla.. bla.. sampai ke tempatnya AA Gym yg adem
> dan
> > indah di Bandung).
> >
> > Oh, di Pesantren Tebuireng presidennya masih Gus Dur lho.. Posternya di
> > kelas masih Gus Dur. Waktu saya tanya murid-muridnya.. siapa presiden
> RI?
> > Jawabannya: Gus Duuuuuuuuuuuuuuuuu...uuur!! Hehehe....
> >
> > Saya memahami cita-cita besar MMI adalah mendirikan negara berdasarkan
> SI.
> > Dan cita-cita ini juga menjadi cita-cita beberapa kelompok Islam
> lainnya.
> > Tidak ada yang salah dalam cita-cita itu. Namun, orang-orang di jajaran
> atas
> > yang paham betul dengan idiologi yang mereka anut kadangkala sulit
> > mengkontrol orang-orang di jajaran bawah (notabene jauh dari cerdas
> bahkan
> > seringkali belum paham betul atas ideologi yang mereka anut) yang
> bertindak
> > "lu harus ikut gue" dengan gaya premanisme.
> >
> > Gus Dur memang sering mengeluarkan statement yang tidak valid. Tapi saya
> > percaya, kelompok-kelompok tertentu memang melakukan kekerasan (bahkan
> > secara terbuka) pada kelompok lain yang berbeda pendapat. Saya percaya,
> > orang-orang di FBR (ini bukan organisasi Islam) menyebut para peserta
> unjuk
> > rasa penentang RUU APP sebagai "kelompok perempuan setan dan bejat"
> hanya
> > karena berbeda pendapat. Dan ada pula kecenderungan sejumlah kelompok
> yang
> > disebutkan Gus Dur gemar melakukan "sweeping".
> >
> > Orang-orang Gus Dur sendiri pernah melakukan kekerasan dengan menyerang
> > Jawa Pos sewaktu Gus Dur diberitakan miring pada saat jadi presiden.
> > Meskipun Gus Dur berkilah bahwa itu dilakukan tanpa sepengetahuan dia,
> tetap
> > saja dia harus bertanggung jawab, bukan?
> >
> > Kembali ke teror.. pembubaran dan sweeping kan bukan baru pertama
> kalinya
> > dilakukan oleh kelompok tersebut, termasuk penutupan rumah ibadah.
> >
> > Jadi, kalau pun Gus Dur "ngecap" itu barangkali diihami dari pengalaman
> > mereka yang benar-benar sudah mengalami! Heheeh...
> >
> > Yang pasti Mbak Aris...buat saya yang nonmuslim, nuansa waktu masuk ke
> > pesantren Tebuireng terasa jauh lebih friendly daripada waktu masuk ke
> > markas MMI. Hehehe, emang sih satu pesantren.. satunya lagi markas
> kelompok
> > pejuang SI.
> > Di beberapa pojok, murid pesantren lagi baca kitab sambil ngadem di
> bawah
> > pohon. Aduh..kayaknya damai banget. if I were Muslim, I'd definitely
> send my
> > children to that kind of boarding school.
> >
> > Salam,
> > US
> >
> > aris solikhah wrote:
> > Boleh ya ikut mengkritisi hal ini..pertama sebenarnya siapakah yang
> > melakukan hal itu pada GUsdur. FPI saja? FPI dan HTI dan MII?atau siapa?
> Ada
> > yang mewancara pihak penyerbu sehingga kita tahu dari sisi lain, cover
> both
> > side gitu kata wartawan...
> >
> > Ada beberapa yang saya kritisi....
> >
> > pertama. sumber ini ditulis dari website gusdur..mohon maaf seperti
> > kebiasaan beliau...ketika ada infomasi dari Gusdur saya secara pribadi
> perlu
> > menyaringnya berlipat-lipat kali....sebelum mempercayainya.
> >
> > Kedua TV7 yang menyiarkan ya. Sebuah media masa punya semacam
> idiologi...
> >
> > Ketiga.. bagaimana pandagan kyai langitan dan para DPP NU terhadap
> Gusdur?
> > Bagaimana posisi Gusdur dalam NU sekarang, masih diakuikah secara sah?
> maaf
> > saya mencoba kritis?
> >
> > Keempat bagaimana pandangan Gusdur terhadap organisasi2 Islam tersebut,
> > suka, benci, menolak atau cinta?
> >
> > Kelima bagaimana pandangan harakah masing-masing sendiri, selama saya
> > bergaul dengan rekan-rekan HTI, MMI dan FUI mereka tidak pernah
> menggunakan
> > kekerasan?
> > Ada yang sudah mengkralifikasi.....atau dugaan juga^_^
> >
> > Ada yang bisa kasih menjelasan....
> > saya teringat bagamana Ulil Abshar Abdala menyebar via email bahwa ada
> > ormas Islam yang akan menyerbu utan kayu dan semua itu tidak terbukti
> dan
> > sebuah ketakutan saja, padahal orang sudah habis-habisan menghujat ormas
> > islam itu...... maaf saya berusaha kritis...
> > terima kasih
> >
> > salam
> > aris
> >
> >
> >
> > Muhammad Syafei wrote:
> > Kebetulan, saya sempat menyaksikan melalui berita di
> > TV7, sekitar jam 7 malam tadi.
> >
> > Bagi yang sempat menyaksikan rekaman peristiwa itu
> > melalui televisi, apa komentar anda melihat
> > wajah-wajah beringas, berkelakuan preman, namun juga
> > memakai jubah putih, kopiah/sorban dan mengklaim
> > sebagai pembela Islam?
> >
> > Kemudian bagi anda yang tidak sempat menyaksikan lewat
> > televisi, apa komentar anda mengenai tindakan anarkhis
> > menyikapi pandangan yang berbeda?
> >
> > Salam
> >
> > ------------
> >
> >
> >
> http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=2490&Itemid=1
> >
> > Gus Dur Hadapi Teror Gerombolan Islam Radikal
> >
> > Purwakarta, gusdur.net
> > Segerombolan massa yang mengatasnamakan Islam membuat
> > keributan saat berlangsung forum Dialog Lintas Etnis
> > dan Agama di Purwakarta Jawa Barat, Selasa (23/5/2006)
> > yang dihadiri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
> >
> > "Ketika baru beberapa menit Gus Dur menyampaikan
> > pandangannya sebagai keynote speaker, di luar forum
> > mereka membuat kegaduhan," jelas ketua Steering
> > Committee acara tersebut Sona Maulida Roemardhie.
> >
> > Kegaduhan itu, lanjutnya, terjadi lantaran sekitar 50
> > massa gabungan dari Front Pembela Islam, Majelis
> > Mujahidin Indonesia, Forum Umat Islam dan Hisbut
> > Tahrir Indonesia memaksa masuk Gedung PKK Kabupaten
> > Purwakarta Jawa Barat, tempat acara digelar.
> >
> > "Mereka dikomandoi Ketua FPI Cabang Purwakarta Asep
> > Hamdani. Dan sekitar 15 orang masuk dalam ruangan
> > diskusi untuk membubarkan forum," imbuhnya.
> >
> > Agar mereka tidak merusak, forum memberi kesempatan
> > perwakilan massa untuk berbicara. "Sebagian
> > mengeluarkan kata-kata kotor yang tak pantas diucapkan
> > oleh orang yang mengaku beriman," jelas Sona.
> >
> > Gus Dur menanggapi hal itu dengan tenang. Dia menjawab
> > panitialah yang berhak meminta dirinya meninggalkan
> > forum. "Saya diundang panitia. Anda hanya diberi
> > kesempatan bicara oleh panitia. Karena itu, andalah
> > yang harusnya keluar dari sini," kata Sona menirukan
> > Gus Dur.
> >
> > Melihat gelagat itu, massa Barisan Anshor Serbaguna
> > dan Garda Bangsa yang berada di lokasi bangkit
> > emosinya. Untungnya bentrokan tidak sampai terjadi. "
> > Para perusuh itu keburu diusir pihak kepolisian,"
> > imbuh Sona.
> >
> > Selain itu, Sona mengungkapkan tanda-tanda mereka
> > ingin membubarkan forum itu telah tercium beberapa
> > hari sebelumnya. "Sehari sebelumnya saya diundang MUI
> > Purwakarta terkait forum ini. Di sana, saya divonis
> > sekuler yang telah diharamkan MUI. Untuk itu, mereka
> > meminta forum tidak jadi dilaksanakan," ujarnya.
> >
> > Sebagai tindak lanjut dari peristiwa ini, dikatakan
> > Sona, pihaknya akan mengambil langkah tegas. Pertama,
> > membuat pers rilis bahwa NU Purwakarta menuntut mereka
> > untuk meminta maaf kepada Gus Dur melalui media massa.
> > Kedua, mendesak polisi untuk memeriksa mereka karena
> > telah mengganggu ketertiban acara.
> >
> > Sona juga menghimbau supaya mereka meminta maaf kepada
> > kaum nahdliyyin. "Karena perbuatan mereka telah
> > menyakiti kaum nahdliyyin," himbaunya.
> >
> > "Banyak ulama menelpon saya, karena mereka mendengar
> > berita Gus Dur disakiti. Kata mereka, kok ternyata ada
> > warga Purwakarta yang berani menyakiti tokoh besar NU
> > itu," imbuhnya.
> >
> > "Sekarang ini saya dan kawan-kawan di Purwakarta akan
> > berkonsentrasi mencari bukti-bukti untuk menuntut
> > mereka," tegas Sona.
> >
> > Pada acara bertema Merajut Cinta yang Terserak,
> > Merangkai SilaturahimMenuju Purwakarta Wibawa Karta
> > Raharja itu, Gus Dur diminta untuk memaparkan
> > pandangannya tentang Pluralisme dalam Bingkai
> > Masyarakat Mandiri. Selain Gus Dur, acara ini dihadiri
> > oleh sesepuh Purwakarta KH. Habib Hasan Syueb,
> > rohaniawan Benny Susetyo, perwakilan agama Islam,
> > Katolik, Kristen, Hindu, dan Konghucu. Bupati
> > Purwakarta urung hadir karena faktor kesehatan.
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com
> >
> >
> >
> >
> >
> ***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >
> >
> ***************************************************************************
> >
> __________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > pustaka tani
> > nuraulia
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> >
> ***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >
> >
> ***************************************************************************
> >
> __________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> >
> >
> > SPONSORED LINKS
> > Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
> > Indonesian language course
> >
> > ---------------------------------
> > YAHOO! GROUPS LINKS
> >
> >
> > Visit your group "ppiindia" on the web.
> >
> > To unsubscribe from this group, send an email to:
> > [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
> >
> >
> > ---------------------------------
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Sneak preview the all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just
> > radically better.
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> ***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >
> >
> ***************************************************************************
> >
> __________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > pustaka tani
> > nuraulia
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> ***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >
> >
> ***************************************************************************
> >
> __________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> pustaka tani
>   nuraulia
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
> countries) for 2�/min or less.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke