menjawab pertanyaan anda "dimana aparat selama SBY?"
jawaban:
ormas radikal pernah memberikan suara mereka yg mayoritas kepada PKS
dan demokrat.
saat ini PKS dan demokrat satu visi, yaitu mendukung SBY.
bagaimana dgn payback dr SBY kepada mereka?

yah yg saat ini terjadi lah ya...
merusak, merusak, dan merusak....
itulah keinginan mereka...dan SBY merasa punya hutang dukungan suara
pemilu 2004 ke ormas2 radikal...
apapun yg mereka inginkan, SBY akan berikan...
dan juga mereka menjanjikan memberikan dukungan ke pemilu 2009 utk SBY...
ooppss makin banyak deh hutang SBY...kasian dia.

ironis ya...
berarti minimal ke tahun 2009 nanti mereka bisa beraksi terus bawa2
agamanya untuk menteror...
tunggu aja deh...
'tanggal main'nya belum mulai sich...





--- In [email protected], "antonhartomo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Singkat pak : biadab dan bejat.
> Herannya, dimana aparat selama SBY ini ya.
> Salam.
>
>
> --- In [email protected], Muhammad Syafei <muh_syafei@>
> wrote:
> >
> > Kebetulan, saya sempat menyaksikan melalui berita di
> > TV7, sekitar jam 7 malam tadi.
> >
> > Bagi yang sempat menyaksikan rekaman peristiwa itu
> > melalui televisi, apa komentar anda melihat
> > wajah-wajah beringas, berkelakuan preman, namun juga
> > memakai jubah putih, kopiah/sorban dan mengklaim
> > sebagai pembela Islam?
> >
> > Kemudian bagi anda yang tidak sempat menyaksikan lewat
> > televisi, apa komentar anda mengenai tindakan anarkhis
> > menyikapi pandangan yang berbeda?
> >
> > Salam
> >
> > ------------
> >
> > http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?
> option=com_content&task=view&id=2490&Itemid=1
> >
> > Gus Dur Hadapi Teror Gerombolan Islam Radikal
> >
> > Purwakarta, gusdur.net
> > Segerombolan massa yang mengatasnamakan Islam membuat
> > keributan saat berlangsung forum Dialog Lintas Etnis
> > dan Agama di Purwakarta Jawa Barat, Selasa (23/5/2006)
> > yang dihadiri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
> >
> > "Ketika baru beberapa menit Gus Dur menyampaikan
> > pandangannya sebagai keynote speaker, di luar forum
> > mereka membuat kegaduhan," jelas ketua Steering
> > Committee acara tersebut Sona Maulida Roemardhie.
> >
> > Kegaduhan itu, lanjutnya, terjadi lantaran sekitar 50
> > massa gabungan dari Front Pembela Islam, Majelis
> > Mujahidin Indonesia, Forum Umat Islam dan Hisbut
> > Tahrir Indonesia memaksa masuk Gedung PKK Kabupaten
> > Purwakarta Jawa Barat, tempat acara digelar.
> >
> > "Mereka dikomandoi Ketua FPI Cabang Purwakarta Asep
> > Hamdani. Dan sekitar 15 orang masuk dalam ruangan
> > diskusi untuk membubarkan forum," imbuhnya.
> >
> > Agar mereka tidak merusak, forum memberi kesempatan
> > perwakilan massa untuk berbicara. "Sebagian
> > mengeluarkan kata-kata kotor yang tak pantas diucapkan
> > oleh orang yang mengaku beriman," jelas Sona.
> >
> > Gus Dur menanggapi hal itu dengan tenang. Dia menjawab
> > panitialah yang berhak meminta dirinya meninggalkan
> > forum. "Saya diundang panitia. Anda hanya diberi
> > kesempatan bicara oleh panitia. Karena itu, andalah
> > yang harusnya keluar dari sini," kata Sona menirukan
> > Gus Dur.
> >
> > Melihat gelagat itu, massa Barisan Anshor Serbaguna
> > dan Garda Bangsa yang berada di lokasi bangkit
> > emosinya. Untungnya bentrokan tidak sampai terjadi. "
> > Para perusuh itu keburu diusir pihak kepolisian,"
> > imbuh Sona.
> >
> > Selain itu, Sona mengungkapkan tanda-tanda mereka
> > ingin membubarkan forum itu telah tercium beberapa
> > hari sebelumnya. "Sehari sebelumnya saya diundang MUI
> > Purwakarta terkait forum ini. Di sana, saya divonis
> > sekuler yang telah diharamkan MUI. Untuk itu, mereka
> > meminta forum tidak jadi dilaksanakan," ujarnya.
> >
> > Sebagai tindak lanjut dari peristiwa ini, dikatakan
> > Sona, pihaknya akan mengambil langkah tegas. Pertama,
> > membuat pers rilis bahwa NU Purwakarta menuntut mereka
> > untuk meminta maaf kepada Gus Dur melalui media massa.
> > Kedua, mendesak polisi untuk memeriksa mereka karena
> > telah mengganggu ketertiban acara.
> >
> > Sona juga menghimbau supaya mereka meminta maaf kepada
> > kaum nahdliyyin. "Karena perbuatan mereka telah
> > menyakiti kaum nahdliyyin," himbaunya.
> >
> > "Banyak ulama menelpon saya, karena mereka mendengar
> > berita Gus Dur disakiti. Kata mereka, kok ternyata ada
> > warga Purwakarta yang berani menyakiti tokoh besar NU
> > itu," imbuhnya.
> >
> > "Sekarang ini saya dan kawan-kawan di Purwakarta akan
> > berkonsentrasi mencari bukti-bukti untuk menuntut
> > mereka," tegas Sona.
> >
> > Pada acara bertema Merajut Cinta yang Terserak,
> > Merangkai SilaturahimMenuju Purwakarta Wibawa Karta
> > Raharja itu, Gus Dur diminta untuk memaparkan
> > pandangannya tentang Pluralisme dalam Bingkai
> > Masyarakat Mandiri. Selain Gus Dur, acara ini dihadiri
> > oleh sesepuh Purwakarta KH. Habib Hasan Syueb,
> > rohaniawan Benny Susetyo, perwakilan agama Islam,
> > Katolik, Kristen, Hindu, dan Konghucu. Bupati
> > Purwakarta urung hadir karena faktor kesehatan.
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com
> >
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke