Senin, 22-Mei-2006, 02:04:24
Reformasi dan Hukum
Delapan tahun sudah bangsa ini hidup dalam era reformasi. Reformasi yang telah membuahkan hasil nyata dengan tergulingnya penguasa orde baru.Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun, memutuskan untuk mundur. Gelombang aksi demonstrasi menentang kekuasaannya telah mencapai puncak. Pimpinan MPR kala itu sudah mendatanginya dan "menarik" kembali kepercayaan mereka.
Para menteri yang barusan saja dibentuknya mengundurkan diri. Suatu presidium yang coba digagasnya gagal dilaksanakan karena tokoh yang ada menolak untuk terlibat. Dan mahasiswa dari seluruh kota, sudah menduduki Senayan, Jakarta. Maka sang Jenderal Besar kemudian memilih undur sebelum segala sesuatunya semakin sulit dikendalikan.
Waktu itu, Indonesia memang berada dalam situasi yang amat kritis. Bahkan cenderung tidak siap menangkap perubahan yang ternyata terjadi amat cepat tadi. Sebelumnya, penembakan mahasiswa terjadi. Kerusuhan dan pembakaran terjadi dimana-mana. Gelombang demonstrasi telah terjadi dengan skala besar dan memacetkan seluruh sistem yang ada. Maka tiada pilihan selain melakukan reformasi, demikian seru mereka yang berteriak-teriak menuntut perubahan.
Reformasi memang terjadi. Soeharto turun. Pimpinan nasional sudah silih berganti. Dalam waktu 8 tahun, banyak perubahan politik, hukum, sosial, pemerintahan dan semua aspek terjadi dengan cepat. Namun apakah ini memang diharapkan oleh mereka yang dulunya menggagas dan menyerukan serta meneriakkan kata yang pernah populer di jamannya itu? Agaknya perlu sejenak melihat apa yang terjadi sekarang.
Memang dilihat dari aspek politik kita banyak mengalami kemajuan. Perubahan yang paling nyata adalah ketika pemilihan Kepala Negara dan kepala pemerintahan daerah dilaksanakan secara langsung. Kini semuanya menggunakan suara rakyat. Bahkan anggota DPR dan DPD juga telah dipilih secara langsung.
Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan mutu perubahan tersebut? Rasanya ada banyak persoalan di sini. Memang secara institusional masyarakat melihat ada perombakan yang amat besar. Namun sayangnya tidak diikuti dengan etika berbentuk pertanggung-jawaban moral. Maka kesan yang ditangkap oleh masyarakat adalah bahwa reformasi hanyalah suatu prosedural belaka. Hanya mengganti pemain lama dan kursi lama dengan mereka yang bermental sama saja dengan yang sebelumnya.
Yang juga memprihatinkan adalah penerapan hukum secara nasional. Kasus-kasus yang dulunya menjadi "serbuan" kaum demonstrasi sebagai alasan untuk melakukan reformasi seperti korupsi dan mafia, justru banyak yang tidak tersentuh. Masyarakat hanya menyaksikan retorika demi retorika mengenai pembaruan, namun sayangnya hanya menjadi wacana saja. Masyarakat dibiarkan berharap tetapi kemudian dibiarkan tanpa tindak lanjut.
Kesejahteraan juga menjadi suatu perenungan. Dulu, 8 tahun yang lalu salah satu alasan dari masyarakat untuk meminta Soeharto turun adalah karena kebijakan ekonomi dianggap tidak tepat. Konglomerasi dianggap sebagai penyebab besar bagi hancurnya perekonomian bangsa.
Namun yang terjadi sekarang dapat dikatakan juga sama sulitnya. Bagaimanapun sulitnya keadaan masa lalu, ukuran perut tetap sama. Artinya masyarakat hampir tetap hidup dalam penderitaan dan kesulitan yang sama dengan yang dihadapi sebelumnya. Bahkan yang sekarang mungkin lebih terasa karena masyarakat secara terang-terangan menyaksikan bagaimana pemerintah dengan sangat terbuka mengambil kebijakan yang menyulitkan masyarakat.
Sewindu reformasi adalah suatu masa untuk merenungkan semua yang sudah terjadi. Tidak seorang pun menyangkal bahwa reformasi adalah awal perubahan. Namun arahnya harus segera diluruskan kembali supaya seluruh rakyat bisa menikmati berkah reformasi dengan selayaknya. (***)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

