penculik ditahan 100 tahun ke,
-----Original Message-----
From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <Undisclosed-Recipient:;>
Date: Thu, 25 May 2006 23:47:15 +0200
Subject: [ppiindia] Sindikat Penculik Gadis
> http://www.kompas.com/kompas-cetak/0605/26/utama/2681283.htm
>
>
> Sindikat Penculik Gadis
> Polisi Memburu Bus Berisi 30 Gadis Asal Jawa Tengah
>
>
>
>
>
> Pekanbaru, Kompas - Masyarakat Riau selama dua hari terakhir dihebohkan oleh penemuan seorang gadis asal Jawa Tengah yang mengaku lolos dari bus sindikat penculik perempuan muda untuk
> diperdagangkan. Bus komplotan itu-termasuk sekitar 30 gadis di dalamnya-kini masih berada di Sumatera.
>
> Dita Fitri Permata Sari (15), asal Kendal, mengaku bersama dua gadis lainnya-Lailatul Dorifah (15) dan Fitroh Sulistiani (15) -berhasil melarikan diri dari bus yang berisi sekitar 30 perempuan.
> Mereka diculik dari tempat asalnya di beberapa kota di Jawa Tengah. Mereka dibuat tidak berdaya dengan obat tidur dan diangkut dengan bus hingga ke Riau. Namun, polisi belum mengetahui kota tujuan
> pasti bus itu di Sumatera.
>
> "Dita ditemukan seorang warga Kecamatan Tampan, Pekanbaru, tergeletak di sofa depan rumahnya. Di bawah pengaruh obat tidur, kondisi Dita kini masih lemah. Meski demikian, diperoleh keterangan
> tentang nama dan asalnya serta kondisi di dalam bus yang semua penumpang perempuan dibius dan diikat agar tidak lari," kata Kepala Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Pekanbaru Komisaris Besar James
> Umboh, Kamis (25/5).
>
> Dari hasil pemeriksaan polisi, Dita adalah pelajar kelas satu MTs Brongsang, Kaliwungu, Kendal. Dita berhasil lolos setelah bersama Lailatul Dorifah dan Fitroh Sulistiani nekat melarikan diri saat
> bus berhenti di salah satu rumah makan di Jalan Arengka II, Pekanbaru, awal pekan ini.
>
> Beberapa laki-laki pengawal di dalam bus menyadari pelarian ketiga gadis itu dan langsung mengejar. Menurut Dita, saat kabur dari bus di tengah kegelapan malam, kedua kawannya itu terjatuh.
> Kemungkinan keduanya tertangkap kembali. Dita yang terus lari sendirian akhirnya kecapekan dan tertidur di teras salah satu rumah warga.
>
> Rafles, warga yang rumahnya menjadi tempat istirahat Dita, langsung melaporkan penemuan tersebut ke polisi. Kasus ini segera menyedot perhatian masyarakat dan polisi. Pengejaran terhadap bus yang
> mengangkut puluhan gadis itu segera dilakukan, tetapi hingga Kamis kemarin belum juga diperoleh hasil.
>
> Berdasarkan keterangan Dita, diperoleh gambaran modus operasi para penculik dalam menjerat gadis-gadis belia itu. Dita dan empat teman sekolahnya diculik tanggal 15 Mei saat pulang sekolah. Mereka
> dijemput seorang perempuan bernama Siti Mualifah dan laki-laki bernama A Liong, yang mengatakan akan mengajak jalan-jalan ke kota.
>
> Tanpa diberi kesempatan berganti baju dan pamitan kepada orangtuanya, Dita langsung dibawa pergi. Dia berhasil melarikan diri di Riau. Selama di dalam bus Dita dan 29 gadis lainnya dijaga sepuluh
> lelaki yang selalu memaksa mereka meminum obat tidur. Mereka duduk dengan tangan dan kaki terikat serta tidak boleh saling berbicara.
>
> Sepanjang perjalanan, para gadis belia itu hanya diberi kesempatan untuk makan dan ke kamar kecil.
>
> Setiap kali bus berhenti, Dita yang merasa ketakutan selalu ingin melarikan diri. Ketika tiba di Pekanbaru, dia berhasil melepaskan ikatannya dan langsung melarikan diri.
>
> Poltabes Pekanbaru kini masih menelusuri kemungkinan tujuan bus sindikat itu. Di sekitar Pekanbaru juga dilakukan penelusuran ke tempat lokalisasi, tetapi bus itu seperti raib begitu saja. (NEL)
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

