Oalah ... Televisi televisi ...
Tadi malam itu siapa yagh yang sudah naik MERCY Keren ???

DJ Oko -
FS add to [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
On Behalf Of Tampubolon, Mohammad-Riyadi
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of deniha
-------- Original Message --------
Subject:       Klarifikasi Kasus Purwakarta
Date:       26 May 2006 00:18:25 -0000
From:       Hizbut Tahrir Indonesia <[EMAIL PROTECTED]>
To:       [EMAIL PROTECTED]



  KANTOR JURUBICARA
  HIZBUT TAHRIR INDONESIA


                  PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

  Pada hari Selasa 23 Mei 2006 lalu di Gedung PKK Jalan RE Martadinata
Purwakarta diselenggarakan
  dialog lintas agama dan etnis dengan tema "Dialog Lintas Agama dan
Etnis,
  Merajut Cinta yang Terserak". Acara yang diselenggarakan oleh Panitia
Dialog
  Lintas Agama dan Etnis ini dihadiri lebih kurang tiga ratus orang dari
berbagai
  kalangan ormas dan agama. Dari HTI sendiri hadir tiga orang anggota,
termasuk
  Ustadz Sapan Ahmad (Ketua HTI Purwakarta). Sebagai keynote speaker
adalah Gus
  Dur, sementara pembicara lain adalah Albertus Patti, Romo Sarafin Dani
Sanusi,
  JM Nainggolan, Mth dan I Wayan Giri Sudhiarta.

  Dalam ceramahnya, Gus Dur menegaskan kembali penolakannya terhadap RUU
Anti Pornografi
  dan Pornoaksi. Gus Dur juga menuding aksi sejuta umat pada 21 Mei 2006
lalu
  dibiayai oleh pihak ketiga dan hanya dihadiri oleh kurang dari 100.000
orang.
  Setelah Gus Dur berbicara, setelah diijinkan panitia, koordinator FPI
Purwakarta,
  Asep Hamdani, meminta waktu mengklarifikasi soal tudingan Gus Dur
tadi. Dalam
  klarifikasinya, Asep Hamdani intinya menyatakan bahwa kesertaan ormas
Islam
  dalam aksi sejuta umat adalah murni untuk perjuangan Islam sekaligus
mewakili
  masyarakat. Dalam kesempatan itu dia juga dengan tegas meminta agar
Gus Dur
  meminta maaf atas tuduhan itu. Bila tidak, Hamdan menyilakan Gus Dur
meninggalkan
  Purwakarta. Peserta dialog dari HTI tidak berbicara sedikitpun karena
tidak
  mendapat kesempatan meski sudah meminta.

  Dari peristiwa ini, kemudian tersiarlah kabar sebagaimana disebut
dalam pemberitaan
  di koran Surya (24 Mei 2006) dan koran Pikiran Rakyat (24 Mei 2006)
mengutip Ketua Korwil Garda Bangsa Jawa Barat,
  Drs H. Agung Nurhalim serta RCTI (Seputar Indonesia, 24 Mei 2006)
mengutip pernyataan Aliansi
  Masyarakat Anti Kekerasan (AMAK)bahwa Gus Dur diusir dari Purwakarta
oleh
  FPI, MMI, FUI (Forum Ulama Islam) dan HTI. Juga ada tudingan bahwa
keempat ormas
  Islam itu selalu meresahkan dan terkesan main hakim sendiri. Sementara
Rieke
  Diyah Pitaloka dan Badriyah dari AMAK menyebut ormas Islam itu sebagai
penjahat
  berjubah.

  Berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyatakan:

  1.Bahwa Aksi Sejuta Ummat yang dilaksanakan oleh Tim Pengawal RUU APP
MUI dan Ormas -
   Lembaga Islam pada 21 Mei lalu adalah aksi murni umat Islam untuk
memberantas
   pornografi dan pornoaksi demi mewujudkan Indonesia yang bermartabat.
Tudingan
   Gus Dur bahwa aksi tersebut didanai oleh pihak ketiga adalah tidak
benar.

   Bahwa tidaklah benar bila HTI disebut sebagai penjahat berjubah dan
selalu meresahkan
   masyarakat serta suka main hakim sendiri. Ini adalah fitnah dan
tudingan keji
   tanpa dasar sama sekali. Hizbut Tahrir Indonesia adalah gerakan
dakwah yang
   bertujuan untuk menegakkan syariat Islam dengan cara pemikiran
/fikriyah/, politis /siyasiyah/dan
   tanpa kekerasan /la madiyah/.

  2.Bahwa HTI menengarai ada upaya pemecahbelahan umat Islam dan
pembelokan isu dari
   persoalan pemberantasan pornografi dan pornoaksi yang menjadi konsern
umat
   menjadi isu sektarianisme dan anarkisme kelompok. Karenanya HTI
menyerukan untuk
   menghentikan upaya-upaya provokatif tersebut.

  3.Bahwa tidaklah benar HTI terlibat keributan dalam forum dialog
lintas agama dan etnis
   di Purwakarta sebagaimana dijelaskan di atas yang dikesankan sebagai
bentuk
   pengusiran terhadap Gus Dur.

  4.Bahwa HTI dalam menyikapi perbedaan pendapat dengan siapa pun dan
kelompok manapun
   selalu mengedepankan dialog argumentatif sebagaimana telah dilakukan
selama ini.
   HTI tidak pernah sekalipun menyikapi perbedaan dengan anarkisme.

  5.Kepada umat Islam diserukan untuk tetap menjaga persaudaraan Islam
dan mewaspadai upaya
   pemecahbelahan umat. Serta diserukan untuk tetap istiqamah dalam
perjuangan
   menegakkan syariat Islam, lebih khusus dalam pemberantasan pornografi
dan pornoaksi. ; COLOR: black; FONT-FAMILY: \\\'Verdana\\\';
mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-bidi-font-family: \\\'Traditional
Arabic\\\'; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: \\\'Times
New Roman\\\'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language:
AR-SA\\\">

   Jakarta, 24 Mei 2006 M,

   Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

   Muhammad Ismail Yusanto

   mailto:[EMAIL PROTECTED]
   mailto:[EMAIL PROTECTED]

   Jl. Prof. Soepomo Nomer 27, Jakarta Selatan
   Telp / Fax : (62-21) 8353253 Fax. (62-21) 8353254
   mailto:[EMAIL PROTECTED]
   Website http:\\www.hizbut-tahrir.or.id





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke