1. Kirim atau dirikan sekualitas karya cinta -kasih seperti yg telah diberikan ibu Teresa dari Calcutta. Pasti perlu Dana : Dana dihimpun dari umat yg bonafit/boss-religius dan minta bantuan negara2 kuat spt AS, Eropa utk menunjang program ini!!!.
2. Mulai merencanakan pendirian uiniversitas (fakultas yg selektif-priotitas = yg penting2 dulu) khusus menampung orang2 yang mampu otaknya, bukan berdasarkan suku, bangsa, ras, agama atau kasta.
3. Para Evangelist atau evangelizer yg penuh dg kuasa Roh Kudus siap dikirim supaya mereka bisa U-TURN, dari cara berpikir "Tidak Masuk Akal" menjadi "Akal Sehat" terbuka.
4. Adakan seminar/simpodium ==> Undang manusia2 yg masih menganut Diskriminasi Kasta atau apalah istilahnya supaya mata mereka tidak pura2 merem lagi, tapi harus real melek !
5. dll
antonhartomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
rehat dari sobat
---
Sebulan ini, para mahasiswa medical colege dan para dokter di
pelbagai tempat di India (khususnya New Delhi) rame-rame
dimonstransi menentang kebijakan pemerintah India yang akan
menaikkan kuota (ketersediaan tempat) bagi para "outcaste"
masyarakat India. Seperti diketahui masyarakat India terbagi (selain
berdasarkan agama) juga berdasarkan kasta. Kasta terendah umumnya
juga miskin secara ekonomi. Mereka menghidupi diri dengan cara
menjadi buruh tani, atau meminta-minta. Dalam banyak hal, masih ada
pemisahan nyata dalam kehidupan mereka. Di banyak tempat terdapat
fasilitas umum yang diperuntukkan bagi masing-masing kasta. Tentu
saja, kasta yang tinggi (yang umumnya secara ekonomi juga lebih
baik) mendapat fasilitas yang lebih baik. Ada suplai air minum untuk
kasta ini dan itu, ada temple khusus untuk kasta ini dan itu.
Anehnya, mereka juga tidak saling "melanggar" tempat masing-masing.
Ada segmen masyarakat lain lagi yang tidak termasuk dalam kasta-
kasta itu, mereka secara sosial tidak memiliki "tempat" dan secara
ekonomi sungguh memprihatinkan.
Sampai sekarang reservation bagi kasta rendah dan outcastes di
bidang pendidikan lumayan berhasil terutama di tingkat pendidikan
dasar sampai pendidikan memangah. Reservation berjalan dengan baik.
Pemerintah India bermaksud memberikan reservation itu di jenjang
perguruan Tinggi. Para medical students (mengapa hanya terutama
medical students?) keberatan dengan reservation itu dengan alasan
(1) equality dan (2) semestinya diterima dan tidaknya seseorang di
perguruan tinggi mestinya berdasarkan kemampuan akademis
(intelectual merit). Begitulah alasan mereka.
Sementara pemerintah memandang bahwa kalau prinsip itu diterapkan,
maka para masyarakat anggota "kasta rendah" dan "outcastes" tidak
akan mampu bersaing, sebab dari pelbagai sudut mereka jelas-jela
dalam posisi "ORANG KALAH." Para aktivis khawatir (dan beberapa
yakin) bahwa penolakan mereka (yang alasanya bagus2) adalah sebuah
usaha kaum the have untuk tetap "merajai" masyarakat India.
Pemerintah pusat telah melihat kenyataan bahwa di state Kerala,
dimana kebijakan reservation itu telah dijalankan lebih dahulu,
ternyata kehidupan rakyat menanjak secara sangat significan,
sehingga Kerala menjadi negara bagian "bergengsi" di India.
Pemerintah melihat bahwa berkat (diantaranya) pendidikan para kasta
rendah dan outcastes yang dijalankan oleh gereja (terlepas tepat
tidaknya cara gereja mambantu) ternyata Kerala berkembang sangat
cepat.
Menurut anda bagaimana sebaiknya kita mesti membantu "orang2 kalah"
itu? Di tempat kita Indonesia tercinta, dimana juga ada begitu
banyak rakyat miskin dalam pelbagai hal?
--- End
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn Indonesian language course
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "ppiindia" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

