Habib Rizieq : Tidak akan Minta Maaf Pada Gus Dur
Sabtu, 27 Mei 2006 | 17:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Front Pembela Islam, Habib Rizieq menyatakan tidak akan meminta maaf pada Gus Dur dan organisasi massa yang meminta agar FPI dibubarkan.
"Mereka itu gerombolan liar. Haram buat kami untuk minta maaf kepada dia dan massanya," kata Habib Rizieq kepada Tempo melalui telepon hari ini.
Menurut dia, justru Gus Dur yang harus meminta maaf kepada seluruh umat Islam di dunia karena sudah menghina kitab suci Alquran.
Bentrok massa FPI dengan Garda Bangsa, Pagar Nusa dan Anshor Jember di Jember, Jawa Tengah kemarin, menurut Rizieq, karena banyak anggota FPI yang dipukul oleh massa Gus Dur. Sehingga massa FPI membela diri.
"Apakah membela diri itu bentuk tindakan anarkistis?", katanya.
Rizieq mengatakan FPI tidak akan meladeni tuntutan Garda Nasional yang menginginkan FPI dibubarkan. "Kami organisasi sah, masa harus nurut sama gerombolan liar," ujarnya.
Ninin Prima D
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

