>
> Dear All,
> Sejak awal postingan milis dari Gusdur, saya telah menaruh
curiga. AKan kebiasaan Gusdur yang sering mengeluarkan
statement yang membuat suasana runyam. Kenyataannya aksi
pengusiran itu tidak ada. Panitialah yang menghentikan
kegiatan tersebut ketika melihat situasi dikhawatirkan tak
terkendali. Di sini media masa sangat berperan, mereka
memuat pernyataan dari seseorang dan bukan langsung dari
faktanya. Bagi saya, ini bukan sekali dua kali. Ketika membuat
rilis IPB pun wartawan kadang suka memplintir rilis yang kita
buat. ATau membuat pilihan kata yang kelihatan bombastis.
Tanpa memikirkan dampaknya. Saya sendiri memahami hal
itu...
AD: gusdur sering nyeleneh? itu betul...
tapi apakah dengan alasan nyeleneh, ngocol, dan ngeyel itu
bisa dijadikan 'restu' untuk mengusir dan merusak?
apa gusdur pernah memaksakan nilai2 ideologinya ke orang
lain yg tidak sealiran?
ris, kamu sudah pasti tahu bahwa media massa selalu
berpihak ke pemilik modal.
dan pemilik modal membenci 'mereka mereka' yg sering
membelenggu kebebasan berexpresi, salah satunya kawan2
mu di FPI...
di amerika ada FoxTV yg merupakan propaganda suara Bush
(Republik).
di indonesia ada Republika, yg merupakan propaganda
beberapa kaum muslimin.
berita seperti apa yg harus disajikan ke publik? versi SIAPA yg
mau ditampakkan?
bukankan setiap koran juga mempunyai taktik sendiri dlm
membuat berita?
Aris:
Bukan hanya media masa mas, hampir semua lini berpihak pada pemilik modal. Yah... namanya juga kita hidup di era dunia kapitalisme- liberalisme (walau Indonesia tidak mau atau malu-malu mengakuinya). Kebijakan pemerintah pun berpihak pada pemilik modal, bukan rakyat kecil.
Hanya satu hal yang saya sayangkan, Gusdur, beliau sebagai orang mempunyai masa dan dianggap tokoh, hendaknya memperhatikan setiap ucapan dan tindakannya. Terlebih beliau memahami ilmu agama Islam.
Sepahaman saya yang terbatas, seorang muslim diharamkan berkata bohong (kecuali pada hal tertentu), tidak boleh memfitnah, mencerca saudara sesama muslim, mengadu domba, menghina juga. Dia harus berbicara sesuai fakta.
Kalau sesuai fakta pun perlu ditimbang, kira-kira orang yang dibicarakan tersinggung atau sakit hati tidak, kalau iya itu termasuk menggosip atau menggunjing atau ghibah. Orang yang ghibah dosanya setara dengan makan bangkai hewan. Seorang muslim hendaknya menjaga kehormatan saudara lainnya. Tanpa mengendurkan proses nasehat-menasehati.
Kalau dia seorang muslim berperilaku sesuai tuntutan syariat Islam, kalau sebaliknya, sangat dikhawatirkan dia terselip atau khilaf mempunyai sikap munafik atau fasik. Na'udzubillah min dzalik.
Satu sisi Garda Bangsa..., kenapakah mereka, jika mereka adalah terdiri dari orang muslim, seharusnya tidak taklid buta terhadap seseorang. Membela habis-habisan seseorang yang belum tentu perkataannya benar juga. Cek dan ricek terlebih dahulu. Rasa emosi lebih ditimbang bukan orangnya tapi bagaimana Islam dinodai atau tidak. Jika memang kyainya melakukan kesalahan, bukanlah dibela, namun dinasehati.
Begitu pula jika nabi Muhammad SAW dihina, hendaknya umat Islam jauh lebih marah dibandingkan jika para kyai atau ulamanya di hina.
Seorang muslim hanya boleh kagum, mengidolakan satu orang yaitu Rasulullah SAW.
>
> Menyedihkan FPI dan Garda Bangsa seperti teradu domba,
hanya karena tuduhan Gusdur . Sama-sama muslim, tidak
melakukan cek and ricek terlebih dahulu. Alangkah bagusnya
FPI, FUI dan MMI membuat conference press seperti HTI. BUkan
aksi kekerasan untuk meredam tuduhan. Sesungguhnya..Fitnah
lebih kejam dari pembunuhan. Fitnah baik berupa ucapan atau
tulisan.....
>
AD: mereka memang teradu domba.
tetapi lihat dulu kenyataan di lapangan, FPI itu sudah bikin muak
muak dan muak masyarakat yg melihatnya.
mereka kelompok pengangguran MARGINAL yg tersingkir dari
lingkungan sosial politik yg akhirnya melakukan desperation
move ketengah2 masyarakat untuk membuat kehadiran mereka
diakui...apa kontribusi mereka di indonesia? mereka merusuh!
lihat bencana di Aceh dan Bantul? ada FPI gak moenolong? ada
FPI gak menggalang bantuan? toh yg kena juga sesama
muslim.
mereka ingin diakui.
itu saja.
dan kurang ajarnya, mereka pakai agama biar terlihat BERSIH.
kalau soal HTI dan FUI saya kurang tahu, tapi yg pasti ada
kesamaan agenda di antara mereka meskipun aplikasi
perjuangannya berbeda.
kita tunggu saja, nanti juga lama2 mereka kompak dan sama
brutalnya...saat ini mungkin hanya FPI yg kena sorotan.
>
> salam,
> aris
> --------------------------------
Aris : terkait membantu Aceh..., kita perlu cek lagi, saya tidak salah pernah membaca berita FPI dan MMI turut serta saat Bencana Ttsunami begitu pula HTI. Masalahnya adalah kembali media masa tak semua menyiarkan hal itu.
yah... benar ada keterpihakan pada pemilik modal.
Begitu pula saat Orang-orang timur tengah (arab saudi dkk) memberikan bantuan gratis yang dalam jumlah besar pada rakyat Aceh... apakah media meliputnya? Yang banyak diliput adalah, negara asing yang MAU meminjami uang dan beberapa bagian bantuan mereka.
Konsep dalam agama kami adalah... apa-apa yang diberikan tangan kanan, hendaknya tangan kiri tidak mengetahuinya kecuali buat keteladanan. Dalam artian, itu semua dilakukan untuk menjaga keiklasan amal perbuatan. Sehingga terkadang konsep ini keblablasan dan dianggap umat ISlam tak berkontribusi karena tidak ingin terlalu menonjolkan diri.
Saya berharap FPI mengubah metode dakwahnya, bukan dibubarkan. saya sendiri muak dengan kemaksiatan yang merajalela.. takkah orang masih tersisa dalam hatinya iman, untuk mempertimbangkan setiap perilakunya bahwa suatu saat mereka akan dimintai perhitungan dan tanggungjawabnya di hadapan Allah, Tuhan semesta Alam. Hidup dunia sesaat, menderita di akhirat.
Dan bagi pemilik media masa... bayangkan, jika mereka mempermainkan hidup orang lain dengan membuat pemberitaan yang salah atau membuat kebohongan publik seperti kasus WTC 11/9. Bagi yang difitnah dan digunjingkan sih mungkin tak masalah (karena dosanya dihapus dan ditimpakan pada pembuat fitnah), tapi sebaliknya pembuat fitnah yakni pemilik media masa dan pemberitanya?...Masya Allah. Wallahu'alam bishawab
salam,
aris
> http://hizbut-tahrir.or.id/main.php?page=home
>
> Insiden Purwakarta: Upaya Memecah Belah Umat
> Jakarta (HTI Press). Insiden yang dikesankan sebagai
pengusiran Gus Dur di Purwakarta menyisakan persoalan.
Berbagai fitnah dan tudinganpun muncul. Ormas-ormas Islam
seperti FPI, HTI, MMI, dan lainnya yang menolak pornografi
dituding sebagai preman berjubah, selalu menimbulkan
keresahan, bahkan dituntut untuk dibubarkan. Menanggapi hal
itu Hizbut Tahrir Indonesia, Forum Umat Islam (FUI) dan Tim
Pengawal RUU APP MUI mengadakan konferensi pers di
Jakarta pada 26 mei 2006. Hadir dalam konferensi pers ini
Muhammad Ismail Yusanto (Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia),
Mashadi (Ketua Forum Umat Islam), Muhammad Al Khaththath
(Tim Pengawal RUU APP MUI ), Muhammad Lutfhie Hakim
(Pengacara FUI), dan Ahmad Sumargono dari FUI. Sementara
itu KH Ma'ruf Amien turut ikut via telephon karena sedang
mengikuti acara ijtima ulama di Pesantren Gontor Jawa Timur.
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
pustaka tani
nuraulia
---------------------------------
Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone calls to 30+ countries for just 2ยข/min with Yahoo! Messenger with Voice.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

