Teman-teman semua sesama manusia,
  
  Saya barusan dapat sms dari teman Saya, namanya Syaiful Huda (ISLAM "totok")lulusan Pesantren Tebu Ireng.  Dia mengeluh karena keponakannya patah 5 tulang rusuknya, dan sudah hari ke4 masih belum ditangani di RSUD Sleman.   Dia merasa nelangsa / sedih karena dokter-dokternya kok ganti-ganti terus. Terus adik dia kok nggak diobati patah tulangnya. Karena pengalaman pribadi dia jadi agak trauma dgn keadaan spt itu.
  
  Lalu aku tilpun teman (BUDDHA) yg ada di Jaringan Relawan Kemanusiaan. Temanku ini mengatakan memang tenaga medis kurang. Apalagi dokter tulang, katanya.  Mereka sedang mengusahakan kerja sama dengan rumah sakit-rumah sakit di Jakarta. Sementara itu teman saya ini minta Syaiful yg di Sleman tersebut koordinasi sama Romo Sandyawan (KATOLIK) yg telah berada di Jogja.
  
  Mohon siapapun KATOLIK, ISLAM, KRISTEN, HINDHU, BUDDHA, KONGHUCU, AGAMA ASLI INDONESIA, ATHEIS ...    kalau ada yang punya kenalan / relasi dekat dengan Rumah Sakit dan Dokter Tulang, mohon "gunakan" relasi anda tersebut untuk membantu korban di Jogja.  Bayangin sudah 4 hari patah 5 tulang rusuknya kagak diobatin... 
  
  Please...
  
  Sementara yang sukanya mengutuk manusia lain yg mengalami bencana, dengan mengatakan mereka ini banyak dosanya atau mendukung Pornografi, TOLONG TUTUP  BACOTMU sebentar. MOHON BERHENTI SEBENTAR MEMPERTONTONKAN  keIDIOTANmu !!
  
  Silakan sebarkan ini ke milis-milis, terutama milis-milis dokter.

  
  Salam Persaudaraan
  Bobby Budiarto
  
  NB:  Ini salah satu alamat yg bisa dihubungi untuk menyampaikan bantuan atau informasi.
  
  Sekretariat JRK, Jl. Bonang IA, (samping Tugu Proklamasi), Menteng, Jakarta Pusat,

Tel: 021-31931181,

Fax: 021-3913473,

E-mail: [EMAIL PROTECTED] dan [EMAIL PROTECTED]



Posko Bantul Yogyakarta:

Rumah Bapak Sumardi, desa Bakalan, Kelurahan Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Jl. Raya Bantul KM 9,2, Yogyakarta. Contact persons: Alex Erwin 08563048151, dan Ning 0816843710.

Tentu saja akan lebih mudah bagi kami bila bantuan itu berupa dana. Bantuan dana dapat dikirimkan melalui:

BCA Matraman Nomor Rekening. 342 2575 755 atas nama I Sandyawan Sumardi atau Santi Ermawati, Contact persons bantuan korban gempa JRK, Atik (08158346362) dan Amang (081381925010).

  -------------------------------------------------------------------------------
  
  
  
  
  
  
  
  
 
MANG UCUP <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Kalau kita baca koran kemarin: "Seorang ayah membunuh kedua putera
kandungnya sendiri yang berusia 4 & 8 tahun dgn melemparkannya dari tingkat
15 sebuah hotel di Miami (USA). Seorang gadis ABG di Breda (Holland) dgn
tanpa ada alasan apapun juga menusuk punggungnya seorang nenek (71) yang
sedang duduk di kursi roda. Di stasiun Berlin (Jerman) seorang teenager
melakukan orgi kekerasan dgn menusuk 28 orang yang sedang lalu lalang disana
secara random begitu saja hanya just for fun."

Rupanya di dunia ini sudah tidak ada rasa kasih lagi antar sesama manusia,
sehingga tepatlah apa yang dinyanyikan oleh The Beatles "All we need is
love" Walaupun memang tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali lagu maupun
puisi yang mencanangkan tentang kasih, tetapi sayangnya ini hanya sebagai
lipp service atau pemanis bibir atau sebagai dekorasi di mall saja.

Untuk membuktikan hal ini tidak perlu pergi jauh-jauh bacalah sendiri
tayangan di berbagai macam milis, dimana kata-kata kasar maupun jorok sudah
merupakan tayangan dan bacaan kita sehari-hari, sehingga terkesan semakin
jorok dan semakin kasar kata-kata yang digunakan semakin banyak digandrungi
orang.

Dan tanyalah sendiri berita atau film apa yang paling laris di jual ? Ialah
berita tentang kekerasan, pornografi, penipuan, korupsi maupun kasus-kasus
perceraian para selebritis. Pada saat ini kita lebih mengasihi uang, pangkat
maupun kedudukan daripada mengasihi sesama manusia, boro-boro sesama manusia
keluarga saja di nomor dua kan.

Demi mengejar uang maupun pangkat kita sudah tidak ada waktu lagi untuk
berbagi kasih entah kepada pasangan hidup kita maupun terhadap anak-anak
kita sendiri. Tanyalah sendiri kapan kita bersedia meluangkan waktu sejenak
bagi mereka ? Kapan kita terakhir kalinya disapa dgn kata-kata yang penuh
kasih ataupun pelukan hangat dari orang yang kita kasihi ? Kita tidak
bersedia berbagi kasih lagi dgn alasan capek dan lelah karena harus kerja
seharian sampai jauh malam ! Boro-boro waktu untuk ngobrol sejenak untuk
dengarin saja sudah tidak ada waktu lagi, karena sinetron TV atau tidur jauh
lebih penting.

Jawablah dgn jujur kita bisa menulis email, SMS puluhan bahkan sampai
ratusan dalam sehari tetapi sayangnya bukan untuk mereka yang kita kasihi.
Kita bisa menulis artikel maupun joke untuk teman-teman di milis maupun di
kantor, tetapi kenapa tidak bisa menulis satu kalimat saja "I love you"
kepada orang yang kita kasihi. Dan tanyalah kapan kita terakhir kalinya
menelpon ataupun mengirim SMS kepada orang tua kita sendiri atau kepada
orang yang kita kasihi ?

Begitu juga di berbagai macam milis, dengan mudah kita melontarkan
kritikan-kritikan pedas dengan kata-kata yang kasar, tetapi jarang sekali
kita mau memuji ataupun menghargai tulisan seseorang, rasanya berbagi kasih
itu jauh lebih sukar daripada melontarkan kritikan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa di milis ini banyak sekali orang yang memiliki
pengetahuan yang mendalam mengenai ayat-ayat dari Alkitab, sehingga kalau
berdebat mengenai topik agama adalah diskusi yang paling seru dan paling
panjang. Hanya sayangnya ayat-ayat tsb digunakan sekedar untuk pamer saja,
untuk show  bagaimana hebatnya pengetahuan sang penulis mengenai agama
tertentu bukannya untuk berbagi kasih.

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa yang ada di kolong
langit ini bahkan sampai menguasai bahasa malaikat sekalipun juga, tetapi
tanpa adanya rasa kasih sama saja seperti juga gong yang berkumadang dan
canang yang gemerincing.

Oleh sebab itulah mang Ucup ingin mengajak rekan-rekan dan para pembaca yang
budiman untuk berbagi kasih secara nyata, sebab ayat-ayat dalam Alkitab itu
bukannya untuk direnungkan ataupun untuk didiskusikan melainkan untuk
dipraktekan. Kenapa kita harus berbagi kasih dan mecanangkan hari kasih
setahun sekali saja pada hari Valentine, tetapi tidak di hari-hari lainnya.

Pada saat ini begitu banyak sekali saudara kita di Jogya yang membutuhkan
bantuan uluran tangan kasih, maka dari itu marilah kita buktikanlah, bahwa
kita masih mempunyai rasa kasih dengan membantu mereka sesuai dengan
kemampuan kita.

Cinta itu buta, jadi ia tidak mengenal agama, suku etnis maupun ras, jadi
kita harus bisa mengasihi orang bukan karena agama yang mereka anut ataupun
ras yang mereka miliki, tetapi terhadap sesama manusia, karena kita semuanya
ini diciptakan oleh Allah yang sama, jadi kita semuanya ini bersaudara.

Memberikah kasih bukannya dengan nalar melainkan dengan hati nurani kita,
janganlah rasa kasih kita itu di kotori dgn praduga yang buruk ataupun
dengan kata "jangan-jangan" sebab seperti juga pepatah nila setetes bisa
merusak susu sebelanga.

Begitu juga dengan hanya sekedar perkataan "kesian" saja yang kita ucapkan,
tidak bisa mengurangi rasa laparnya para korban ataupun mengurangi
penderitaan mereka, maka dari itu marilah kita praktekan kata kesian tsb
menjadi suatu kasih yang nyata dengan menyemai kasih sebanyak mungkin bagi
para korban gempa di Jogya sekarang ini.

PS mulai hari ini mang Ucup akan mulai aktiv nulis lagi seperti biasa

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net




                 
---------------------------------
Sneak preview the  all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just radically better.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke