Saat-saat seperti ini orang akan memperlihatkan warna aslinya

Kewajiban pertama seorang muslim bila ditimpa musibah adalah mengucapkan
”Semua yang dari Allah akan kembali kepadanya”

Di dalam AlQuran memang disebutkan bahwa adzab Allah akan turun kepada
kaum yang durhaka, oleh karena itu melihat demikian seringnya Indonesia
ditimpa bencana akhir-akhir ini, saya berpendapat gempa Jogja baru
peringatan saja bagi bangsa Indonesia.

Delapan tahun sudah reformasi bergulir, koq Indonesia masih carut marut
seperti ini, terakhir sebelum gempa malah pemerintah telah
memperlihatkan tekadnya untuk memaafkan saja bapak perkadalan Indonesia

Coba pikirkan oleh orang-orang pinter di Indonesia ini, bagaimana cara
menuntaskan reformasi yang tak karuan ujungpangkalnya ini

Saya turut prihatin dengan korban yang berjatuhan di Jogja, bagi mereka
yang ikhlas menerima musibah ini gempa bukanlah adzab, itu adalah cara
Yang Maha Kuasa memberikan peringatan kepada kita semua.

Kita hanyalah manusia biasa, kita harus ikhlas menerima entah esok entah
lusa dipanggil Sang Empunya, saya juga punya keyakinan kakek 85 tahun
itu juga suatu saat akan mati.

Tapi hal itu bukan alasan bagi kita untuk tidak berusaha menegakkan
keadilan.

Wassalam,


Samudjo
Message 18
    From: "MANG UCUP" [EMAIL PROTECTED]
    Date: Tue May 30, 2006 9:33pm(PDT)
Subject:!

Ketika saya berada di Indonesia, saya bertemua dengan seorang sobat lama
saya si Amir (bukan nama sebenarnya). Hidup dia tidak berkelebihan
sehingga walaupun sudah berkeluarga puluhan tahun, ia belum mampu
membeli rumah sendiri. Pada saat pertemuan saya yang terakhir, ia
menceritakan bahwa ia telah berhasil menabung uang hampir Rp 10 juta,
sehingga dengan mana di akhir tahun ini ia akan mampu membayar kontrakan
rumahnya sebesar Rp 12 juta.

Kemarin saya mendapatkan email dari dia, dimana ia menyatakan bahwa
untuk 14 hari yang mendatang ini, ia telah mengambil cuti oleh sebab itu
ia tidak bisa beremail ria lagi. Ia beserta istrinya akan pergi ke Jogya
untuk bekerja sebagai sukarelawan dengan membuka dapur umum. Mereka
berangkat ke Jogya bukan saja dengan mengambil waktu cuti mereka, tetapi
juga dengan menggunakan biaya sendiri, bahkan uang tabungannya yang
seyogiyanya untuk membayar kontrakan rumah akan mereka habiskan semuanya
untuk membiayai dapur umum ini.

Ketika saya bertanya kepada dia, bagaimana dengan uang kontrakan rumah
yang kamu harus bayar nanti ? Ia menjawab: "Pada saat ini saya masih
punya rumah tempat dimana saya berteduh, tetapi para korban harus hidup
dibawah tenda kedinginan. Saya bisa nonton TV sedangkan para korban
menderita kelaparan dan haus. Jadi rasanya tidaklah fair, apabila saya
tidak berbagi kasih dengan mereka. Mengenai uang kontrakan, biarlah
nanti saya serahkan saja kepada Tuhan, saya yakin apabila saatnya tiba;
pasti Tuhan akan membantu saya, bukankah dalam doa kita juga hanya
memohon berikanlah kami hari ini makanan secukupnya, bukannya sampai
dengan akhir tahun."

Saya benar-benar salut dan kagum atas keperdulian si Amir yang memiliki
sifat murah hati dan tidak mementingkan diri sendiri, bahkan memiliki
iman yang 100 kali jauh lebih hebat dan lebih besar daripada mang Ucup.
Saya yakin haqul yakin masih banyak ratusan Amir-Amir lainnya yang pada
saat ini bekerja sebagai sukarelawan dan membantu para korban di Yogja.

Kasih itu bukan hanya murah hati saja, tetapi juga tidak sombong dengan
memegahkan diri sendiri. Beda dengan para nabi palsu atau para nabi
kesiangan yang sering bermunculan setelah terjadinya bencana alam
ataupun musibah besar. Dimana mereka mulai menggutak-gutik ayat-ayat
Alkitab untuk mempamerkan pengetahuannya mengenai Alkitab dengan
mengkait-kaitkan kejadian bencana alam ini dengan apa yang tertulis
dalam Alkitab. Bahkan ada juga yang menyatakan bahwa mereka telah
mendapatkan wahyu sebelumnya mengenai gempa ini karena Tuhan telah
berbicara dengan dia. Mereka bukannya menolong para korban, tetapi malah
jualan kecap di berbagai macam milis maupun di berbagai macam rumah
ibadah untuk menonjolkan kepinteran maupun pengetahuannya.

Bukan hanya para nabi palsu saja yang bermunculan tetapi juga
illah-illah palsu yang telah meningkatkan dirinya melebihi daripada
Allah sendiri. Dimana mereka mulai menghakimi seakan-akan kejadian gempa
bumi ini karena dosa-dosa penduduk setempat sehingga Tuhan telah
menghukum mereka melalui bencana alam ini. Illah-illah palsu ini
bukannya membantu bahkan mengutuk, mencerca dan menghakimi para korban
dengan segala macam tuduhan palsu untuk mempamerkan ajaran agamanya
ataupun untuk mempamerkan kehebatan illahnya diatas penderitaan para
korban. Hanya perlu diketahui bahwa penghakiman atas umat-Nya itu mutlak
hak Sang Pencipta sendiri bukannya hak dan urusan para nabi kloningan.

Oleh sebab itu dalam kesempatan ini; doa dan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya dari mang Ucup untuk para sukarelawan dan donor yang
telah rela membantu para korban gempa di Yogja sekarang ini.

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net


DISCLAIMER: The information contained in this communication is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. It may contain confidential, legally privileged information or otherwise protected by law from disclosure and is intended solely for the use of the addressee. If you are not the intended recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated by the sender, any documents or views presented are solely those of the sender and do not constitute official documents or views of  PT Apexindo Pratama Duta Tbk. If you received this email in error, please immediately notify the sender or our email administrator at [EMAIL PROTECTED] and delete it from your system. Thank you.


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke