REFLEKSI : Seuai  ANTARA [berita 34897] dikabarkan bahwa kerugian GARUDA melonjak 25,20% atau Rp 159 milyar untuk triwulan I tahun 2006. Tahun lalu untuk periode yang GARUDA  mengalami kerugian Rp. 127 milyar.  Apa memang sudah tidak mampu lagi diurus atau sengaja dibuat rugi supaya  bisa dijual murah kepada perusahaan parikulir milik pribadi atau keluarga penguasa?


http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=HEADLINE&id=39421&start=0


BUMN rugi, likudiasi saja


JAKARTA - Pemerintah perlu melikuidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak memberikan keuntungan untuk bangsa dan negara. Lebih baik dana yang selama ini dikucurkan untuk subsidi BUMN itu dialihkan ke sektor lain.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD), Ir Yusuf Pardamean Nasution kepada Harian Terbit di Jakarta, Selasa (30/5) mengomentari langkah penghematan yang harus dilakukan demi meningkatkan efesiensi anggaran negara.

Untuk itu, kata Yusuf, Menteri Negara BUMN Sugiharto harus secepatnya melikudasi BUMN yang selalu rugi dan tidak mempunyai prospek baik. "BUMN bertugas mencari keuntungan yang digunakan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Kalau BUMN itu selalu rugi dan harus disubsidi untuk apa dipertahankan," katanya.

Anggota dewan ini melihat, masih banyak BUMN yang tidak efisien dan selalu merugi sehingga keberadaannya hanya merong-rong keuangan negara saja. Salah satu contoh BUMN yang merugi adalah PT Garuda Indonesia.

"Saya tidak habis pikir kenapa PT Garuda Indonesia merugi dan harus disubsidi. Padahal sebagai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia memiliki kemampuan lebih dibanding perusahaan penerbangan swasta nasional. Walau dengan berbagai macam keterbatasannya, toh maskapai penerbangan swasta nasional dapat lebih eksis dan terus bertahan. Padahal, maskapai swasta ini tidak dapat subsidi pemerintah," katanya.

Karena itu, kata Yusuf, pemerintah harus menghitung ulang kenapa banyak BUMN mengalami kerugian yang terus menerus. Harus dikaji antara aset BUMN yang dimiliki dengan keuntungan yang diperoleh. "Setelah dihitung secara cermat hasilnya memang tetap rugi, lebih baik dijual saja. Buat apa dipertahankan kalau memang rugi," katanya.

Terkait dengan direksi, pemerintah juga harus bersikap tegas terhadap direksi-direksi BUMN yang tidak sanggup memberikan keuntungan. Bila perlu, pemerintah membuat kontrak kerja dengan para direksi. Kontrak kerja itu harus jelas dan tegas. Bila tak sanggup memberi keuntungan maka dia harus mengundurkan diri.

Menurut Yusuf, BUMN membutuhkan pemimpin yang memberikan jaminan bahwa perusahaan yang dipimpinnya untung. Sebetulnya, tidak ada alasan BUMN rugi karena mereka mendapatkan berbagai fasilitas dari pemerintah. "Saya melihat, ruginya BUMN ini akibat ketidakmampuan direksinya saja. Coba berikan pada swasta pasti untung. Ini kan pasti ada yang salah," ungkapnya.

Tentang BUMN menjadi 'sapi perah' parpol, Yusuf Perdamaian menegaskan tidak menutup kemungkinan itu terjadi. Namun ia menegaskan, praktek seperti itu harus dihentikan. Ia meminta, para direksi BUMN juga harus berani tegas menolak pemerasan. Seorang direksi harus berani tegas terhadap tekanan yang akan membuat laju perusahaan rugi. Kalau perlu berani mengungkap siapa saja yang melakukan pemerasan. (art)

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke